Kemenkeu Batalkan Penerbitan Pandemic Bonds

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 8 Mei 2020
Semua pembiayaan anggaran untuk menutup defisit anggaran akan sepenuhnya dipenuhi lewat SBN reguler, tanpa seri khusus.
tirto.id - Kementerian Keuangan memastikan utang seri khusus dalam bentuk pandemic bonds batal diterbitkan. Sebagai gantinya utang khusus untuk penanganan dampak pandemi Corona COVID-19 bakal dibebankan pada penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) secara keseluruhan, baik melalui lelang, ritel, maupun private placement.

Pandemic bonds saat ini yang sudah disepakati above the line. Kami tidak menerbitkan bond khusus untuk membiayai above the line,” ucap Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman dalam teleconference bersama wartawan, Jumat (8/5/2020).

Luky mengatakan Kemenkeu saat ini tidak lagi menggunakan istilah pandemic bond yang semula diwacanakan bakal mendanai kegiatan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Ia bilang saat ini pemerintah lebih mempertimbangkan menggunakan sarana yang sudah tersedia.

Selain lelang dan penerbitan SBN yang biasa dilakukan, ia juga menambahkan bahwa program pemulihan ini mengacu pada rancangan peraturan pemerintah yang sedang dikerjakan. Salah satunya tentang peran Bank Indonesia dalam mengisi porsi pembiayaan ini.

Adapun merujuk pada Perpres 54 Tahun 2020, besaran pandemic bond ini semula ditargetkan memiliki ukuran Rp150-an triliun.

“BI diperbelehkan masuk pasar perdana dalam bentuk last resort. Tapi bicara seri lelang yang ada bukan seri khusus,” ucap Luky.

Selebihnya, Luky mengaku belum dapat membukanya. Ia bilang mekanisme dan rincian skema alternatif pandemic bond yang batal ini masih dibicarakan. Luky menyatakan pemerintah sedang menyiapkan skema pembiayaan untuk mengantisipasi perkembangan Corona bilamana bisa selesai lebih cepat maupun jika seandainya lebih buruk waktu penyelesaiannya.

“Gimana instrumen, skemanya sedang work in progress,” ucap Luky.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Bayu Septianto
DarkLight