tirto.id - Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) bakal diperingati pada 5 Oktober 2026. Simak daftar alat utama sistem pertahanan (alutsista) canggih milik TNI.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki daratan dan wilayah maritim luas. Kondisi geografis ini menjadikan pertahanan wilayah, keamanan maritim, dan mobilitas militer yang cepat sebagai prioritas krusial bagi TNI.
Guna menciptakan keamanan yang prima, Indonesia terus melakukan upaya modernisasi militer untuk meningkatkan kesiapan operasional dalam merespons tantangan keamanan.
Teranyar, Indonesia memiliki kapal induk pertama bernama Kapal Republik Indonesia (KRI) Sriwijaya. Dalam TNI Fair 2026, TNI menggelar defile dengan menggunakan sekitar 520 alat utama sistem senjata (alutsista) dan kendaraan untuk merayakan ulang tahun tersebut.
Kekuatan Militer Indonesia 2026
Mengacu laporan Global Fire Power GFP 2026 terbaru, kekuatan militer Indonesia berada di peringkat ke-15. Alutsista menjadi salah satu alat ukur untuk menilai kekuatan militer sebuah negara. Alutsista termasuk persenjataan dan transportasi perang maupun perlengkapan lainnya yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Tercatat, Indonesia memiliki total personel militer sebanyak 1.055.500 jiwa. Personel Angkatan Udara menempati peringkat ke-23 dengan jumlah 30.100 personel. Berikutnya, Indonesia memiliki 300.400 Personel Angkatan Darat dan menempati peringkat 20. Sementara, Personel Angkatan Laut menempati peringkat paling gemilang, yaitu peringkat 11 dari 145 nevgara dengan jumlah personel 66.034.
Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menilai angkatan bersenjata Indonesia telah mulai memenuhi kebutuhan utama terkait sistem persenjataan dan amunisi. Hal ini disampaikan usai dirinya meninjau latihan militer terpadu yang melibatkan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara pada awal Agustus lalu
"Saya telah melihat secara langsung bahwa kekuatan tempur militer Indonesia, termasuk sistem persenjataan, kualitas manajemen, serta kebutuhan amunisi, mulai dari kaliber kecil hingga besar kini telah terpenuhi," ujar Sjafrie, dikutip dari Antaranews, Rabu (5/8).
Pada September 2025, TNI Angkatan Darat (AD) memamerkan alutsista Tank Harimau yang merupakan hasil kerja sama Indonesia-Turki. Tank Harimau memiliki bobot sekitar 30 ton dengan dimensi panjang 7 meter, lebar 3,2 meter, dan tinggi 2,62 meter. Kendaraan tempur ini mampu melaju hingga kecepatan 70 kilometer per jam dengan jarak jelajah mencapai 600 kilometer.
Tank Harimau dilengkapi meriam kaliber 105 milimeter dengan jarak capaian lebih dari 5 kilometer dan jarak tembak efektifnya sekitar 3 kilometer. Tercatat, ada 18 unit Tank Harimau yang dioperasikan oleh TNI AD.
Terbaru, Indonesia memperoleh hibah dari Italia berupa ITS Giuseppe Garibaldi. Kapal ini berganti nama menjadi Kapal Republik Indonesia (KRI) Sriwijaya dan tercatat sebagai kapal induk pertama Indonesia. KRI Sriwijaya ini tiba di perairan Jakarta pada 18 September 2026.
Melansir laporan Antaranews, Selasa (15/5), beberapa alutsista yang dibeli oleh pemerintah mencakup enam pesawat tempur Dassault Rafale, pesawat angkut Airbus A400M, empat unit pesawat Dassault Falcon 8x, rudal meteor (Air to Air Beyond Visual Range), Smart Weapon AASM Hammer, dan Radar GCI GM403.
Daftar Alutsista Canggih Indonesia
GFP mencatat Indonesia emmiliki 41 pesawat tempur dan 34 pesawat tipe serang. Selain itu, Indonesia juga memiliki 15 pesawat misi khusus dan 15 helikopter serang.
Di bidang kekuatan darat, Indonesia memiliki Kendaraan Tempur Lapis Baja sebanyak 28.064. Kekauatan laut Indonesia juga tak kalah canggih. Tercatat, Indonesia memiliki Kapal Patroli sebanyak 211 kapal.
Berikut beberapa daftar alutsista canggih terbaru yang dimiliki Indonesia:
1. Dassault Rafale
Pemerintah membeli pesawat Dassault Rafale sebanyak 42 unit, enam di antaranya telah sampai di Indonesia. Pesawat tempur generasi 4,5 ini memiliki kecepatan mach 1,8 dan mampu menggapai ketinggian hingga 50.000 kaki. Pesawat ini mampu memuat mach 1,8 dan mampu menggapai ketinggian hingga 50.000 kaki.
2. Pesawat angkut Airbus A400M
Pesawat angkut ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perang maupun aksi kemanusiaan. Pesawat ini memiliki ruang kargo dengan volume 340 meter persegi dan area penampang 4x4 meter persegi. Kapasitas muatan bisa mencapai 47 ton dengan maksimal membawa 166 personel dan ragam rantis.
3. Dassault Falcon 8x
Pesawat jenis jet bisnis jarak jauh ini memiliki kemampuan terbang dengan jangkauan maksimal 11.945 kilometer tanpa henti.
4. Rudal meteor (Air to Air Beyond Visual Range) & Smart Weapon AASM Hammer
Rudal ini dapat menempuh daya jangkau hingga 200 kilometer dan akan ditempel di jet tempur Rafale. Sementara, Smart Weapon AASM Hammer memiliki kemampuan luncur jarak jauh dan presisi tinggi dengan sistem fire and forget.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id






































