Kebijakan Baru SNMPTN 2021 dan Bedanya dengan SNMPTN 2020

Penulis: Yantina Debora - 4 Jan 2021 17:45 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Perbedaan SNMPTN 2021 dengan SNMPTN 2020 yakni pada penentuan kuota siswa eligible menurut LTMPT.
tirto.id - Pendaftaran SNMPTN bakal dibuka mulai 15 - 24 Februari 2021. Sedangkan pendaftaran akun LTMPT untuk SNMPTN telah dibuka hari ini, Senin (4/1/2020) di www.portal.ltmpt.ac.id.

Terdapat perbedaan atau kebijakan baru pada seleksi SNMPTN 2021 ini, dibanding seleksi SNMPTN 2020. Perbedaan itu yakni pada penentuan kuota SNMPTN 2021.

"Perbedaan mendasar di SNMPTN 2021 berkaitan dengan penentuan kuota yang sudah kami lakukan sejak awal. Tanggal 28 [Desember 2020] kemarin kami sudah mengumumkan SMA-SMA dan lain-lain itu berapa jumlah kuota untuk setiap jurusan pada setiap sekolah yang ada di seluruh Indonesia," kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih.

Menurutnya kalau dulu atau saat SNMPTN 2020, semua siswa akan dimasukkan ke data LTMPT sehingga ada jutaan data yang masuk.

"Dulu ada jutaan data yang masuk pada kami sementara pada proses berikutnya kami harus nge-cut hanya 40 persen yang akreditasi A dan lain-lain, itu memerlukan proses sendiri," kata Prof Mohammad Nasih.

Sedangkan kebijakan baru ini, LTMPT mengimbau agar pihak sekolah sudah mengetahui berapa yang eligible sehingga melakukan persiapan dari sejumlah tersebut siapa-siapa saja dan nilainya cukup dan masuk dalam daftar kuota 40 persen tersebut.

"Inilah yang menurut saya yang sangat fundamental sehingga kami nanti hanya mengolah data dari siswa yang eligible saja yang jumlahnya 500 ribu sampai 600 ribu," kata Prof Mohammad Nasih.

Wakil Ketua LTMPT Samsul Rizal memberi contoh, misalnya jika ada siswa di sebuah SMA dengan akreditasi A ada 100 siswa kalau dulunya semuanya akan dimasukkan, LTMPT nanti yang akan memilah siswa eligible.

"Namun tahun ini kalau ada 100 siswa dengan akreditasi A maka SMA tersebut hanya memasukkan ke data LTMPT hanya 40 siswa karena 40 persen," kata Samsul Rizal.

Kalau akreditasi B hanya 25 siswa karena untuk akreditasi tersebut hanya disediakan 25 persen. Sedangkan sekolah akreditasi C hanya 5 persen. Jadi itu yang akan diterima oleh LTMPT.

Sementara jumlah lebihnya nanti akan masuk ke SBMPTN atau di UTBK. Sedangkan tahapan SNMPTN lainnya sama dengan kebijakan SNMPTN 2020.

Ketentuan SNMPTN 2021


Pada tahun 2021, perguruan tinggi negeri (PTN) akan menerima mahasiswa baru melalui tiga jalur yakni SNMPTN dengan kuota minimum 20 persen, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan kuota minimum 40 persen, dan seleksi mandiri dengan kuota maksimum 30 persen.

Penerimaan mahasiswa dari jalur SNMPTN dilaksanakan berdasarkan nilai akademik dan prestasi lainnya yang ditetapkan oleh perguruan tinggi negeri.

Sedangkan SBMPTN, penerimaan mahasiswa dilaksanakan berdasarkan hasil ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh perguruan tinggi negeri.

Hasil UTBK juga bisa digunakan sebagai dasar penerimaan mahasiswa lewat jalur seleksi mandiri.

Dalam penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN tahun 2021, ada beberapa persyaratan yang diberlakukan bagi sekolah dan siswa.

Dalam hal ini sekolah harus mengisi PDSS dan mendapat kuota pendaftar berdasarkan akreditasi.

Sekolah dengan akreditasi A sebanyak 40 persen siswa terbaiknya dapat mendaftar, sekolah dengan akreditasi B sebanyak 25 persen siswa terbaiknya bisa mendaftar, dan sekolah dengan akreditasi C dan lainnya lima persen siswa terbaiknya bisa mendaftar.

Sekolah membuat peringkat siswa dengan memperhitungkan nilai mata pelajaran yang sesuai dengan peminatan siswa serta kriteria lain seperti prestasi akademik.

Siswa sekolah menengah atas dan sekolah sederajat bisa mendaftar kalau memenuhi persyaratan yang ditetapkan perguruan tinggi serta memiliki nomor induk siswa nasional (NISN), terdaftar di PDSS, data nilai rapor semester satu hingga limanya telah masuk ke PDSS, dan mengunggah portofolio bagi yang memilih program studi bidang seni dan olahraga.

Setiap siswa dapat memilih dua program studi dari satu atau dua perguruan tinggi negeri. Jika siswa memilih dua program studi, maka salah satunya harus berada di provinsi tempat sekolah menengah asal berada. Siswa yang memilih satu program studi bisa memilih perguruan tinggi negeri di provinsi mana saja.

Registrasi akun LTMPT dibuka 4 Januari 2021 hingga 1 Februari 2021. Pendaftaran SNMPTN akan dilaksanakan 15 hingga 24 Februari 2021 dan pengumuman hasil SNMPTN akan disampaikan pada 22 Maret 2021.

Cara Cek Kuota SNMPTN 2021 di Portal LTMPT

1. Pengumuman data kuota pendaftar SNMPTN 2021 di tiap sekolah tersebut bisa dilihat melalui laman www.ltmpt.ac.id.

2. Kemudian, setelah masuk situs resmi LTMPT itu, klik menu SNMPTN. Lalu, pilih submenu Kuota Sekolah.

3. Tetapi ketika diakses pada Senin malam (28/12/2020), saat meng-klik menu SNMPTN di website resmi LTMPT, maka akan langsung muncul kolom pemuat data kuota pendaftar di setiap sekolah.

4. Setelah mengklik menu SNMPTN, di bawah informasi jadwal kegiatan seleksi itu akan muncul 2 kolom submenu untuk mencari info data kuota peserta SNMPTN 2021 di setiap sekolah.

Pencarian data tersebut bisa dilakukan berdasarkan lokasi atau per provinsi dan kabupaten, bahkan berdasarkan NPSN.

5. Portal LTMPT mengumumkan masih membuka masa sanggah dan perbaikan data itu sampai dengan 15 Januari 2021, pukul 15.00 WIB.

Untuk mengetahui cara resgistrasi akun LTMPT, Anda bisa membuka link di bawah ini:

Link Cara Registrasi Akun LTMPT SNMPTN 2021

Untuk mengetahui syarat foto akun LTMPT SNMPT 2021, Anda bisa buka link di bawah ini:

Link Syarat Pasfoto Akun LTMPT SNMPT 2021

Untuk mengetahui penjelasan lengkap LTMPT soal SNMPTN 2021, Anda bisa mengakses video di bawah ini:




Baca juga artikel terkait SNMPTN 2021 atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH

DarkLight