KAI Mohon Maaf Soal Jalur Ambles di Cilacap

Reporter: Farid Nurhakim, tirto.id - 9 Okt 2022 16:53 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Hujan deras yang terus turun pada Jumat, 7 Oktober 2022 menyebabkan adanya amblesan di lima titik sejak Sabtu, 8 Oktober 2022 dini hari.
tirto.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan kereta api yang terganggu perjalanannya diakibatkan amblesan yang terjadi di antara Stasiun Jeruklegi dan Stasiun Kawunganten serta di antara Stasiun Sikampuh dan Stasiun Maos di wilayah Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Vice President Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan, hujan deras yang terus turun pada Jumat, 7 Oktober 2022 menyebabkan adanya amblesan di lima titik sejak Sabtu, 8 Oktober 2022 dini hari. Gangguan yang terjadi adalah amblesan di mana badan rel terbawa oleh arus air, sehingga jalan rel tidak dapat dilalui kereta api.

“KAI memohon maaf kepada seluruh pelanggan kereta api baik yang perjalanannya mengalami keterlambatan, maupun yang perjalanannya dibatalkan. Sejak pukul 12.00 [Waktu Indonesia bagian Barat/WIB] seluruh titik gangguan sudah diperbaiki dan berhasil dilalui oleh kereta api dengan kecepatan terbatas sehingga perjalanan kereta api mulai kembali normal,” ujar Joni melalui keterangan tertulis yang diperoleh Tirto pada Minggu (9/10/2022) sore.


Dia menuturkan, meski jalur sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas, kepadatan di lintas masih terjadi dan secara bertahap akan terurai. Dia mengklaim bahwa KAI akan terus melakukan normalisasi pada titik-titik tersebut hingga dapat dilalui kembali dengan kecepatan normal.

Perbaikan yang dilakukan di antaranya berupa penambahan ballast, pemadatan jalur, penggunaan pasir dan bantalan kayu, serta berbagai langkah lainnya untuk menormalkan kembali jalur kereta api.

“Seluruh jajaran KAI terus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menormalkan kembali seluruh jadwal perjalanan kereta api. KAI selalu berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan KA (kereta api),” kata Joni.

Sebagai bentuk kompensasi kepada pelanggan, tutur dia, KAI juga memberikan pengembalian bea tiket hingga 100 persen bagi pelanggan yang terdampak.

Pembatalan dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket. Untuk syarat dan detail ketentuan selengkapnya, masyarakat dapat menghubungi customer service di stasiun, contact center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp KAI121 di 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

“Saya atas nama manajemen dan seluruh jajaran KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan dan sedang berupaya secara maksimal agar seluruh perjalanan KA dapat kembali normal,” tutup Joni.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), sejak Jumat (7/10/2022) malam hingga Sabtu (8/10/2022) dini hari memicu terjadinya penurunan tanah atau amblesan di beberapa titik di sepanjang jalur lintasan rel kereta api jarak jauh antara Jeruklegi-Kawunganten, sehingga menyebabkan perjalanan kereta terhenti.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, hasil kaji cepat sementara menunjukkan penurunan tanah itu masing-masing terdapat di kilometer (km) 376 +6/7, km 372 +400, dan km 392 +8/7 yang berada di petak jalan Sikampuh-Maos.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Sabtu (8/10) pagi telah turun ke lokasi untuk membantu percepatan penanganan peristiwa penurunan tanah tersebut. Selain penuruan tanah, BPBD Kabupaten Cilacap juga melaporkan adanya jalur darat di sekitar lokasi kejadian juga tergenang banjir, sehingga akses Jeruklegi-Kawunganten lumpuh sementara.

“Belum ada laporan mengenai korban jiwa atas peristiwa tersebut, namun mobilitas masyarakat turut terhambat,” kata Muhari melalui siaran pers BNPB, Sabtu (8/10/2022).


Baca juga artikel terkait JALUR KERETA AMBLES atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight