Jokowi Ingin Pembahasan CEPA Indonesia-Kanada Dipercepat

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 11 Apr 2022 15:13 WIB
Hal ini mengingat nilai perdagangan Kanada-Indonesia meningkat hampir 30 persen pada tahun 2021 dan angka investasi Kanada di Indonesia naik 4 persen.
tirto.id - Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly dengan delegasi terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/4/2022).

Usai pertemuan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pertemuan antara dua petinggi negara membahas sejumlah hal. Pertama, pemerintah membahas soal kerja sama ekonomi dari kedua negara. Ia mengatakan, nilai perdagangan Kanada-Indonesia meningkat hampir 30 persen pada tahun 2021 dan angka investasi Kanada di Indonesia naik 4 persen.

Jokowi pun menekankan perlu penguatan kerja sama di bidang ekonomi antara Indonesia dan Kanada. Salah satu penguatan tersebut adalah dengan mengintensifkan negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang sudah dimulai negosiasinya sejak bulan Maret yang lalu.


"Bapak presiden menyatakan perlu untuk dipercepat negosiasinya," ucap Retno usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

"Selain itu juga dibahas mengenai kerja sama untuk isu clean energy, infrastruktur, dan lain-lainnya. Terdapat ketertarikan dari investor Kanada untuk terus berinvestasi di Indonesia," lanjut Retno.

Selain itu, Kanada juga menyatakan dukungan mereka terhadap presidensi Indonesia dalam G20. Kanada, kata Retno, juga menyatakan komitmen untuk menyiapkan cara terbaik G20 dalam menghadapi masalah di dunia saat ini.

"Oleh karena itu, kita ingin bahwa dukungan-dukungan itu kita wujudkan, kita kerja samakan sehingga sekali lagi G20 dapat bekerja secara maksimal di tengah situasi yang sulit ini," ungkap Retno.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi pula oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.


Baca juga artikel terkait HUBUNGAN BILATERAL RI-KANADA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight