Jasamarga Berharap Proyek Tol Dekat Situs Sekaran Tetap Lanjut

Oleh: Tony Firman - 26 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Proyek tol Pandaan-Malang Seksi 5 yang berada di sekitar situs Sekaran diharapkan tidak mandek setelah pergeseran trase ke arah sungai Amprong.
tirto.id - PT Jasamarga Pandaan-Malang (JPM) berharap proyek tol Pandaan-Malang Seksi 5 yang berada di sekitar situs Sekaran tidak mandek setelah dilakukan pergeseran trase sejauh delapan kilometer ke arah sungai Amprong.

Hal itu menjawab pertanyaan awak media terkait langkah PT JPM jika ternyata di lahan dekat sungai Amprong masih ditemukan benda-benda purbakala yang bernilai sejarah.

"Ya tentunya ini kan berdasarkan Undang-undang kalau memang harus ada yang dilindungi kita gak boleh nerjang ya akan dihentikan lagi. Ya udah kalau dihentikan ya tolnya berhenti aja sampai disitu, kan gitu. Kalau memang bener-bener misalnya ternyata di bawahnya kali Amprong ada situs lagi, ya kita hentikan. Sampai seksi 4," papar Agus.

Diketahui pihak PT PJM dengan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur pada Selasa (25/3/2019) siang sepakat untuk menggeser trase Seksi 5 sejauh delapan meter ke arah sungai Amprong demi menjaga temuan situs arkeologi Sekaran.

Selama proyek penggeseran trase tol Seksi 5 nantinya, pihak BPCB menyebut akan tetap mengawasi jalannya proyek.

"Apabila ada temuan [situs arkeologi] lagi, harus berhenti dulu supaya kami lakukan kajian lagi," kata Andi Muhammad Said, Kepala BPCB Jawa Timur pada Senin (25/3/2019) di Kantor PT JPM.


Sementara itu, Agus berharap proyek Seksi 5 bisa berjalan lancar tanpa penghentian, "Kalau terpaksa [diberhentikan karena temuan situs lagi] ya berarti ada kerugian. Ya mudah-mudahan enggak lah ya," pungkas Agus.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memperkirakan bahwa struktur bangunan arkeologi di situs Sekaran yang berada di trase tol Pandaan-Malang berasal dari masa pra-Majapahit.

Kepala BPCB Jawa Timur Andi Muhammad Said menjelaskan, kesimpulan sementara BPCB itu berdasarkan dari temuan benda-benda di lapangan yang menunjukkan era dinasti Song di Cina pada abad ke-10.

Terkait fungsi bangunan di situs Sekaran, Said sementara menduga itu adalah sebuah tempat pemujaan yang berorientasi ke Gunung Semeru pada masa Kerajaan Singasari.

Luas utama komplek situs Sekaran yang terpetakan sementara 24 x 24 meter. Tetapi Said menjelaskan, tidak menutup kemungkinan terdapat cakupan area yang lebih luas lagi terutama jika terdapat pemukiman warga di masa tersebut.


Baca juga artikel terkait PROYEK INFRASTRUKTUR atau tulisan menarik lainnya Tony Firman
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Tony Firman
Penulis: Tony Firman
Editor: Maya Saputri
DarkLight