Jalan Terjal Berlinton Siahaan Mundur dari Posisi Dirut PT LIB

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 16 Februari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Keinginan Berlinton Siahaan menanggalkan jabatan Dirut PT LIB harus melalui jalan panjang, termasuk melewati RUPS yang bakal dihelat Senin (18/2/2019) mendatang.
tirto.id - Senin 14 Januari 2019, Berlinton Siahaan keluar dari ruang pemeriksaan Polda Metro Jaya, Jakarta, dengan senyum simpul. Mengenakan setelan rapi putih-hitam, ia langsung dihujani pertanyaan oleh awak media begitu menginjakkan kaki ke luar ruangan.

"Selama sembilan jam pemeriksaan, saya ditanyakan 27 pertanyaan terkait mekanisme keluar masuk uang di PSSI. Jika ada permintaan dari departemen lain, pasti akan kami keluarkan. Itu [mekanisme] yang saya jelaskan kepada polisi," kata Berlinton menjawab pertanyaan pertama.

Siang itu, Berlinton diperiksa oleh Satgas Antimafia Bola dalam jabatannya sebagai Bendahara PSSI. Itu bukan kali pertama ia masuk ruangan yang sama.

Pada 28 Desember 2018, Berlinton juga sempat dimintai keterangan satgas sebagai saksi, namun terkait posisinya sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB). Saat itu Berlinton dicecar 20 pertanyaan seputar posisinya di perusahaan yang jadi operator Liga 1 2018 tersebut.

Berlinton memang sempat punya dua jabatan. Ia Bendahara PSSI sekaligus Dirut PT LIB. Namun, kedua jabatan itu sebenarnya sama-sama ingin ia tanggalkan.

Delapan hari setelah Berlinton diperiksa Satgas untuk kali kedua, atau dua hari setelah Kongres tahunan PSSI yang dihelat di Bali, Minggu (20/2/2019), Berlinton mengajukan dua surat pengunduran diri sekaligus.

"Berlinton mundur sebagai bendahara PSSI maupun Direktur Utama PT LIB. Tanggal 22 Januari dia memilih mundur," ungkap Plt Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, Sabtu (2/2/2019), 10 hari sejak Berlinton mundur.

Jalan Berliku Mundur dari LIB


Oleh Iwan, pengunduran diri Berlinton diterima dengan lapang dada. Ia dan Plt Ketua Umum, Joko Driyono, tak mau memaksa orang yang keputusannya sudah bulat.

"Prinsipnya kami tidak bisa menghalangi keinginan seseorang untuk mengundurkan diri," kata Iwan.


Namun, alur serupa tak berlaku untuk pengunduran diri Berlinton dari posisi Dirut PT LIB. Pasalnya, untuk menanggalkan jabatan tersebut, Berlinton harus melalui tahap kesepakatan yang hanya bisa dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB.

RUPS itu sendiri baru akan diagendakan Senin (18/2/2019) besok.

Reporter Tirto telah mengonfirmasi hal ini kepada Media Officer PT LIB, Hanif Marjuni. Berlawanan dengan klaim Iwan Budianto, Hanif mengungkapkan pihaknya sama sekali belum menerima surat pengunduran diri dari Berlinton Siahaan.

"Sejauh ini belum ada surat, kalau pun mundur itu harus dibahas di RUPS, kan. Di hadapan pemilik saham. Sampai sekarang statusnya masih sebagai Dirut LIB," kata Hanif kepada reporter Tirto, Jumat (15/2/2019) sore.

Hanif sendiri sudah mendengar kasak-kusuk di media soal wacana mundurnya Berlinton, termasuk dari pernyataan Iwan Budianto. Namun, sekali lagi, secara de facto status Berlinton masih Dirut PT LIB. Dalam surat undangan RUPS yang disampaikan kepada klub dan pemegang saham, tanda tangan bahkan masih atas nama Berlinton.

"Betul saya sudah dengar. Saya baca dari beberapa teman di media. Cuma kalau di kami, kan, berdasarkan fakta yang ada. Nah, sejauh ini belum ada surat mundur dari Dirut PT LIB. Mungkin, kalau pun mundur ya itu harus dibahas langsung di RUPS nanti, di hadapan pemegang saham. Sampai hari ini enggak ada suratnya," tegas Hanif.

Oleh sebab itu, sejauh ini, Hanif mengatakan bahwa pihak PT LIB pun sama sekali belum punya proyeksi andai nanti Berlinton benar-benar resmi mundur.

"Belum ada proyeksi. Belum," pungkasnya.


Hanif memang tidak sedang bohong. Seperti diwartakan harian Jawa Pos, Rabu (15/2/2019), klub-klub yang menerima undangan untuk RUPS membenarkan bahwa kolom tanda tangan Dirut masih diisi Berlinton.

"Undangan RUPS saja. Yang tanda tangan masih pak Berlinton," ungkap manajer Semen Padang, Win Bernadino.

Reporter Tirto berkali-kali mencoba menghubungi Berlinton lewat sembungan telepon untuk meminta kejelasan terkait isu lepas jabatan sebagai Dirut, namun tak ada respons sampai laporan ini tayang.

Sementara anggota Exco PSSI, Pieter Tanuri, tidak memberi jawaban pasti.

"Kan sudah ada juru bicara [PT LIB]. Jadi satu orang saja lah yang bicara, kalau soal itu [agenda RUPS]," tandasnya.

Baca juga artikel terkait KASUS PENGATURAN SKOR atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Herdanang Ahmad Fauzan
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Rio Apinino