Investasi Miras Dibuka karena Pemerintah Ingin Ekspor

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 2 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
BKPM mengklaim menargetkan ekspor minuman beralkohol dari produksi miras lokal di sejumlah provinsi.
tirto.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan alasan pemerintah membuka bidang usaha minuman beralkohol untuk investasi ditujukan untuk ekspor.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan sasaran utamanya pun diarahkan pada empat provinsi yang dikenal memiliki produk minuman beralkohol lokal yang sudah lama memiliki potensi ekspor. Aturan investasi minuman beralkohol tertuang dalam lembaran Perpres 10/2021. Namun Presiden Joko Widodo mencabut aturan setelah mendengarkan masukan dari ormas Islam.

“Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan bisa diolah untuk ekspor, maka itu dilakukan,” ucap Bahlil, Selasa (2/3/2021).

Bahlil mencontohkan sejumlah daerah seperti di Bali memiliki arak lokal kualitas ekspor. Sama halnya dengan Soppi di NTT. Ia bilang pemerintah ingin minuman lokal itu bisa dibangun dalam kapasitas industri sehingga dapat diekspor dalam jumlah besar.
Meski demikian, ia mengakui juga keputusan pemerintah itu menemui penolakan. Dari Majelis Rakyat Papua (MRP) misalnya menolak tegas pembolehan industri minol di Papua dengan alasan mereka sudah memiliki Perda Miras.

“Janngankan industri, peredaran saja dilarang,” ucap Bahlil.

Ketika ditanya mengenai arah pemerintah mengembangkan industri minuman beralkohol di luar 4 daerah yang memiliki produk lokal, Bahlil mengklaim hal itu bukan tujuan utama meski tetap dimungkinkan untuk terjadi. Di sisi lain, ia mengatakan hingga saat ini belum ada perusahaan yang mengajukan izin itu.

Pemerintah bahkan memutuskan aturan mengenai pembukaan investasi untuk minuman beralkohol seperti dalam Lampiran III nomor 31-33 Perpres 10/2021 dicabut. Meski demikian, Bahlil mengatakan izin yang sudah ada tetap berlaku dan pengusaha tetap dapat menjalankan bisnisnya.

“Izin yang suda ada tidak membatalkan. Monggo aja,” ucap Bahlil.


Baca juga artikel terkait INVESTASI MIRAS atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali
DarkLight