Info Merapi Hari Ini: 37 Kali Gempa Guguran, 16 Kali Gempa Hembusan

Oleh: Alexander Haryanto - 21 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi hari ini mengalami 37 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-14 mm dan lama gempa 27-137 detik.
tirto.id - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami 37 kali gempa guguran, 16 kali gempa hembusan dan 6 kali gempa low frequency.

Fenomena itu terjadi berdasarkan pengamatan hari ini, Selasa, 21 September 2021 pukul 00.00-06.00 WIB seperti disiarkan oleh laman magma.esdm.go.id.

Sampai saat ini, status Gunung Merapi masih dinyatakan siaga level 3. Sedangkan untuk potensi bahayanya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 14-20°C. Kelembaban 68-90%. Tekanan udara 567-709 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 37 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-14 mm dan lama gempa 27-137 detik.
  • 16 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-12 mm, dan lama gempa 8-19 detik.
  • 6 kali gempa low frequency dengan amplitudo 4-17 mm, dan lama gempa 6-10 detik.


Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight