Hunian Tetap Korban Bencana Palu Ditarget Rampung Akhir 2020

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 30 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap untuk korban bencana gempa, Kelurahan Duyu dan Tondo , Palu Sulawesi Tengah rampung akhir 2020.
tirto.id - Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap untuk korban bencana gempa, Kelurahan Duyu dan Tondo , Palu Sulawesi Tengah rampung akhir 2020.

Presiden Joko Widodo mengakui bahwa ada keterlambatan pembangunan dalam setahun belakangan. Hal itu dikarenakan ada masalah perizinan dan pembersihan lahan terutama dalam pembangunan hunian tetap.

"Tapi alhamdulillah lahan sudah rampung, dan sekarang yang akan kami kerjakan adalah proses lelang. Disini selesai, kemudian yang di Sigi juga akan diselesaikan, baru masuk tahap konstruksi," ujar Jokowi dalam keterangan resmi yang diterima Tirto, Rabu (30/10/2019).

Presiden juga menyebutkan sebanyak 11.000 hunian baru yang akan dibangun oleh pemerintah dalam setahun ke depan. Proses pengerjaan rumah untuk ribuan warga Palu tersebut akan dimulai pada Januari 2020.

"Kami harapkan pertengahan sampai akhir tahun 2020 bisa selesai semuanya," jelas presiden.

Sementara itu, Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pemerintah sedikitnya akan membangun 8.465 unit hunian tetap (Huntap) dari target keseluruhan sebanyak 11.465 Unit.

Kebutuhan lahan untuk membangun Huntap mencapai 427,4 hektare yang tersebar di sejumlah daerah di antaranya seperti Duyu sebanyak 450 unit, Tondo – Talise 4.878 unit, Pombewe sebanyak 3.000 unit, serta Huntap Satelit sebanyak 3.460 unit.

"Dari 8.465 unit yang akan disediakan, 1.600 unit di antaranya akan masuk ke pembangunan tahap pertama dan dibangun mulai akhir 2019 ini dan bisa selesai pada April 2020. Sementara 6.400 unit sisanya akan dibangun sampai akhir 2020," jelas Arie.

Pada tahap awal akan dibangun sebanyak 1.600 unit rumah instan sederhana sehat (Risha) tipe 36 dengan menggunakan teknologi rumah tahan gempa. Adapun, biaya pembangunannya mencapai Rp50 juta per unit.

Selain itu, pemerintah juga membangun Huntap Satelit sebanyak 100 unit di Desa Loru Kabupaten Sigi, 40 unit di Desa Sibalaya Utara, Kabupaten Sigi, 100 unit di Desa Lambara Kabupaten Sigi, 400 unit di Desa Bangga Kabupaten Sigi, 200 unit Desa Salua Kabupaten Sigi, 125 unit di Kelurahan Ganti Kabupaten Nelayan dan 230 unit Huntap di Desa Lompio Kabupaten Donggala.

Tak ketinggalan, Kementerian PUPR merehabilitasi beberapa fasilitas kesehatan seperti RS Undata Kota Palu, RS Anutapura Kota Palu, Rehabilitasi RS Tora Belo Kabupaten Sigi, Puskesmas Tipo Kota Palu, dan Instalasi Farmasi Provinsi Sulteng, Kota Palu.

Selain itu juga melaksanakan rekonstruksi sekolah dan madrasah seperti di Kabupaten Donggala sebanyak 22 sekolah dan 14 madrasah, Kota Palu sebanyak 7 sekolah dan 2 madrasah, Kabupaten Sigi sebanyak 11 sekolah dan 19 madrasah, serta di Kabupaten Parimo sebanyak 2 sekolah dan 6 madrasah.


Baca juga artikel terkait GEMPA PALU atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Ringkang Gumiwang
DarkLight