Menuju konten utama

Format Baru Soal Matematika Ujian Nasional 2018 Menurut Kemendikbud

Kemendikbud akan memberlakukan format baru untuk rumusan soal mata pelajaran Matematika di Ujian Nasional (UN) 2018.

Format Baru Soal Matematika Ujian Nasional 2018 Menurut Kemendikbud
Sejumlah siswa SD Negeri 3 mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mata uji Pendidikan Agama Islam pada hari pertama di Lhokseumawe, Aceh, Senin (15/5/2017). ANTARA FOTO/Rahmad.

tirto.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan memberlakukan format baru untuk soal matematika di Ujian Nasional (UN) tahun 2018. Soal ujian mata pelajaran matematika tidak lagi murni pilihan ganda.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Totok Suprayitno mengatakan 10 persen dari soal matematika UN 2018 akan berupa isian. Format ini hanya berlaku untuk soal ujian matematika di UN 2018.

"Pada tahun lalu, semua soal pilihan ganda. Namun untuk tahun ini, khusus Matematika kita kasih 10 persen untuk isian," kata Totok Suprayitno dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 di Sawangan, Jawa Barat, pada Selasa (6/2/2018) seperti dikutip Antara.

Totok menjelaskan isian berbeda dengan esai. Isian hanya berisi jawaban soal saja. Sementara esai berisi mengenai jawaban beserta penjabarannya. Menurut dia, komputer belum bisa membaca jawaban jika soalnya esai.

"Jadi misalnya empat ditambah satu sama dengan lima. Maka jawabannya lima, angka itu diisikan ke dalam komputer UN," kata Totok.

Sejauh ini pelaksanaan UN 2018 tidak berbeda dengan UN 2017. Pada tahun ini, UN diikuti sekitar delapan juta siswa setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Sampai 25 Januari kemarin, sudah ada 75,88 persen yang menyatakan siap untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sisanya Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP)," kata Totok.

Totok meminta agar daerah yang menyatakan kesiapannya untuk UNBK untuk tetap mempertahankan pelaksanaan UNBK. Untuk jenjang SMA, ada 16 provinsi, SMK sebanyak 17 provinsi dan SMP sebanyak enam provinsi. Tapi, Totok juga meminta agar sekolah tidak membeli komputer karena UNBK melainkan untuk penunjang proses belajar dan mengajar di sekolah itu.

"Untuk Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah, kami akan mengadakan saling berbagi sumber daya yang ada. Nanti akan diatur jadwalnya, karena UNBK tidak serentak waktunya dan dalam satu hari ada beberapa jadwal sekolah yang ikut," ujarnya.

UN untuk tingkat SMK akan diselenggarakan pada 2 April hingga 5 April. Kemudian SMA/MA pada 9 hingga 12 April dan UN susulan SMK/SMA/MA pada 17 April hingga 18 April.

Sementara untuk SMP/MTs, UN akan diselenggarakan pada 23 hingga 26 April dan UN susulan untuk SMP/MTs pada 8 hingga 9 Mei. "Kami usahakan agar proses UN selesai semuanya sebelum puasa," kata dia.

Baca juga artikel terkait UJIAN NASIONAL 2018

tirto.id - Pendidikan
Sumber: antara
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom