Film dokumenter ini menampilkan salah satu personelnya, Taeyang, ungkap agensi YG Entertainment, Senin (11/5/2020) dilansir Antara.

"Film ini mengungkap kisah nyata Taeyang atau Dong Young-bae, yang berjuang untuk menemukan nilai dan identitasnya sendiri," kata pihak YG, seperti dilansir Yonhap dan dikutip Antara.

Edisi pertama serial dokumenter BIGBANG yakni Kwon Ji Yong Act lll: M.O.T.T.E yang menampilkan anggota G-Dragon telah hadir pada 2018.

Sementara itu, episode White Night menjadi edisi kedua serial dokumenter BIGBANG. Episode ini dinamai seperti album solo Taeyang pada 2017.

Nantinya, dalam film diperlihatkan perjalanan selama 215 hari vokalis utama BIGBANG itu, mulai dari persiapan untuk album hingga memasuki masa wajib militernya pada Maret 2018. Momen pernikahannya dengan aktris Min Hyo-rin juga akan dihadirkan.

Perilisan dokumenter ini dilakukan menjelang peluncuran karya musik baru BIGBANG sekaligus pertama setelah jeda karena wajib militer para personelnya.

Taeyang dan Daesung menyelesaikan wajib militer mereka pada November tahun lalu, sementara dua personel BIGBANG lainnya yakni G-Dragon dan T.O.P selesai dari tugas pada tahun 2019.

BIGBANG semula beranggotakan lima personel namun direkonfigurasi menjadi empat personel setelah Seungri meninggalkan grup karena tersangkut skandal kriminal.


Semua anggota BIGBANG secara resmi telah memperbarui kontrak ekslusif mereka dengan agensi YG Entertainment. Hal itu diungkapkan langsung oleh pihak agensi pada Rabu (11/3/2020).

Pihak YG menyatakan bahwa mereka telah kembali menandatangani kontrak eksklusif dengan anggota BIGBANG, yaitu G-Dragon, Taeyang, T.O.P, dan Daesung. Ini adalah ketiga kalinya mereka kembali memperbarui kontrak sejak tahun 2011 dan 2015.

“BIGBANG adalah grup yang mengubah aliran budaya populer Korea menjadi lebih dari sekadar musik standar. Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada BIGBANG agar mereka dapat terus menuliskan sejarah KPop di dunia sebagai perwakilan artis dari agensi kami,” ujar pihak YG, seperti dikutip JTBC Plus.

BIGBANG sendiri disebut-sebut kembali memilih untuk memperpanjang kontrak dengan YG Entertainment berdasarkan kepercayaan mereka terhadap sistem terstruktur agensi yang telah terbukti sinerginya, hingga memungkinkan mereka merencanakan kegiatan jangka panjang yang lebih sempurna.

Sebagai informasi, BIGBANG telah melangsungkan debut pada tahun 2006, dan mereka juga telah meluncurkan banyak lagu populer yang mampu membuat nama mereka semakin dicintai oleh para penggemarnya di seluruh dunia.

Sementara itu, jadwal anggota BIGBANG yang telah dikonfirmasi usai menyelesaikan tugas wajib militer (wamil) mereka pada 2019 lalu adalah tampil sebagai pengisi festival musik Coachella yang akan digelar pada Oktober 2020 mendatang.

Coachella tahun ini awalnya ditetapkan akan berlangsung selama dua akhir pekan, yakni 10-12 April dan 17-19 April. Kini, festival musik tersebut telah ditunda dan akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan 16-18 Oktober di Indio, California, Amerika Serikat.


Penampilan G-Dragon dan kawan-kawan di Coachella akan berbeda dari yang sebelumnya, karena absennya Seungri setelah ia memutuskan hengkang dari grup pada Maret 2019 lalu.

Hal tersebut dilakukan Seungri sebagai buntut dari beberapa kontroversi yang menimpanya pada awal 2019. Seungri sendiri merasa harus mengambil keputusan tersebut karena kontoversi yang menimpanya menyebabkan begitu banyak masalah di sekelilingnya.

Saat itu, kontroversi yang menimpa Seungri memang masih terus bergulir, mulai dari kasus pelecehan seksual di kelab Burning Sun, narkoba, hingga kontroversi dirinya yang menyediakan layanan prostitusi untuk teman bisnisnya.

Sementara itu, Seungri baru saja menjalani wamil pada 9 Maret 2020 lalu. Seungri masuk ke kamp pelatihan anggota baru di Divisi Infanteri Militer ke-6 di Cheorwon-gun, Gangwon. Dengan demikian, maka proses peradilan untuk Seungri akan dipindahkan ke pengadilan militer.

“Kami akan secara aktif bekerja sama dengan kejaksaan untuk mendapatkan keputusan yang konsisten dan adil. Persidangan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kemajuan dari kasus-kasus terkait,” ujar pihak Administrasi Militer, seperti dikutip Korea Herald.