Menuju konten utama

FIFA Denda Santos FC Terkait Neymar

Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) mejatuhkan denda 75.000 franc kepada klub Santos FC. perwakilan FIFA menjelaskan jika klub Brasil tersebut dinilai gagal menyatakan “informasi wajib” pada database transfer dan tidak bisa bekerja sama dengan investigator FIFA yang sedang menyelidiki kepindahan Neymar ke Barcelona pada tahun 2013 lalu.

FIFA Denda Santos FC Terkait Neymar
Kantor FIFA di Zurich, Swiss. FOTO/SHUTTERSTOCK

tirto.id - Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) mejatuhkan denda 75.000 franc kepada klub Santos FC. Pada Selasa (29/3/2016) waktu setempat, perwakilan FIFA menjelaskan jika klub Brasil tersebut dinilai gagal menyatakan “informasi wajib” pada database transfer dan tidak bisa bekerja sama dengan investigator FIFA yang sedang menyelidiki kepindahan Neymar ke Barcelona pada tahun 2013 lalu.

Sanksi tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran atas peraturan-peraturan resmi FIFA. Media-media di Brasil sudah sejak lama melaporkan bahwa klub yang menjadi tempat bagi legenda sepakbola Pele menghabiskan nyaris seluruh kariernya itu memang sedang diinvestigasi atas hengkangnya Neymar.

Selain Santos, Sevilla, FC Twente, dan St Truiden juga dijatuhi denda oleh FIFA atas dasar permasalahan yang serupa. Sevilla, sang juara bertahan Liga Europa, didenda 55.000 franc Swiss. FC Twente dari Liga Belanda didenda lebih besar, hingga mencapai 180.000 franc Swiss. Sedangkan Klub asal Belgia, St. Truiden, mendapat denda sebesar 50.000 franc Swiss.

Jika Sevilla mendapat peringatan, ketiga klub lainnya mendapat teguran dan peringatan. Bagi FIFA, klub-klub tersebut ketahuan membuka jalan untuk kontrak-kontrak yang membuat pihak-pihak ketiga dapat mempengaruhi kemerdekaan klub pada urusan-urusan terkait pekerja dan hal-hal terkait transfer.

Statuta FIFA menyatakan jika tidak ada klub yang dapat membuka kontrak yang membuat pihak ketiga mempunyai pengaruh “pada urusan-urusan terkait transfer memiliki kemerdekaan sendiri, kebijakan-kebijakan sendiri atau performa tim."

Hukuman dengan istilah “hukuman terhadap pengaruh pihak ketiga” tersebut dikenalkan FIFA sejak tahun 2008. Ditengarai praktek tersebut banyak ditemukan di Argentina dan Brasil. Beberapa klub di negara Eropa seperti Portugal dan Spanyol juga diduga melakukan hal yang sama. Untuk mencegah kasus serupa ke depannya, sejak 1 Mei 2015 FIFA telah menetapkan hukuman tersebut dan berlaku bagi semua klub di dunia. (ANT)

Baca juga artikel terkait BARCELONA atau tulisan lainnya

Reporter: Akhmad Muawal Hasan