Menuju konten utama
Piala Eropa 2020

EURO 2021: Daftar Negara Kuda Hitam & Prediksi Pemenang Piala Eropa

Daftar negara yang bisa menjadi kuda hitam di EURO 2021 di antaranya Denmark, Ukraina, dan Wales. Siapa tim yang diprediksi jadi pemenang Piala Eropa 2020.

EURO 2021: Daftar Negara Kuda Hitam & Prediksi Pemenang Piala Eropa
Piala kejuaraan sepak bola Euro di depan logo saat penyerahan logo Munich sebagai salah satu kota tuan rumah kejuaraan sepak bola Eropa Euro 2020 di Munich, Jerman. (AP Photo/Matthias Schrader, File)

tirto.id - Denmark, Turki, Ukraina, dan Wales dapat masuk ke dalam daftar tim kuda hitam selama gelaran EURO 2021 yang dimulai pada Sabtu (12/6/2021). Sementara itu, Perancis menjadi salah satu favorit pemenang dalam hajatan Piala Eropa mendatang.

Sesuai agenda, Piala Eropa bakal digeber di 11 kota dalam 11 negara berbeda. Di antaranya adalah London (Inggrsi), Saint Petersburg (Rusia), Baku (Azerbaijan), Munich (Jerman), dan Roma (Italia).

Selain itu, juga ada Amsterdam (Belanda), Bucharest (Rumania), Budapest (Hungaria), Kopenhagen (Denmark), Glasgow (Skotlandia), hingga Sevilla (Spanyol) yang telah ditunjuk secara resmi sebagai venue penyelenggaraan EURO 2020.

Sejumlah negara berpotensi mampu memberikan kejutan selama berlangsungnya Piala Eropa ini.

Denmark

Denmark berada di Grup B bersama Belgia, Finlandia, dan Rusia. The Red Devils, julukan Belgia bisa menjadi lawan terberat bagi Tim Dinamit. Partai meladeni peringkat pertama FIFA digeber pada Kamis (17/6), di Stadion Parken, Kopenhagen. Sebelum jumpa Belgia, Denmark berhadapan dengan Finlandia lebih dahulu pada Sabtu (12/6).

Tim asuhan Kasper Hjulmand berangkat dengan modal tak terkalahkan selama 5 partai terkini. Satu di antaranya ialah ketika menahan imbang Jerman dengan skor 1-1 pada duel uji coba, Jumat (3/6) lalu.

Alasan Denmark layak jadi kuda hitam adalah kedalaman skuad mereka. Hanya 4 pemain yang berasal dari liga lokal Denmark, yaitu Jonas Lossi (Midtjylland), Mathias Jørgensen, Nicolai Boilesen, dan Jonas Wind (semuanya Copenhagen).

Kebanyakan penggawa berasal dari liga-liga elite Eropa seperti Martin Braithwaite (Barcelona, Spanyol), Kasper Dolberg (Nice, Perancis), Christian Eriksen (Internazionale, Italia), Yussuf Poulsen (Leipzig, Jerman), hingga Kasper Schmeichel (Leicester, Inggris).

Denmark memiliki sejarah jadi juara EURO 1992 ketika berstatus sebagai pengganti Yugoslavia. Namun, di sisi lain, sejak keajaiban tersebut, Tim Dinamit hanya sekali bisa menembus perempat final, yaitu di EURO 2004. Bahkan pada edisi lalu di Perancis, Denmark tidak lolos.

Kini, tim yang memiliki kapten Simon Kjaer (AC Milan, Italia) tampak kukuh di lini belakang dan punya banyak variasi di lini tengah. Ini bisa membuat materi pemain yang terlatih di kompetisi ketat bisa menciptakan kejutan.

Ukraina

Di Piala Eropa 2020, Ukraina masuk Grup C. Ada Belanda, Makedonia Utara, serta Austria di sana. Menilik calon lawan, partai kontra Oranje (Belanda) diprediksi menjadi laga yang paling berat. Namun, karena laga lawan Belanda adalah yang pertama di Grup C, andai Ukraina bisa lolos dari laga itu dengan poin, situasi akan lebih mudah.

Akan tetapi, kemampuan Andriy Shevchenko dalam meracik strategi layak untuk diperhitungkan. Sebagai bukti kualitasnya, eks pemain Chelsea dan Milan itu sudah membawa anak asuhnya tidak tersentuh kekalahan selama 6 duel teranyar.

Bahkan, gawang The Yellow and Blue juga tidak terkoyak selama menjalani 2 partai uji coba sebelum terbang menuju gelanggang EURO. Mereka menang 1-0 atas Irlandia Utara dan menggasak Siprus 4 gol tanpa balas.

Jka dibandingkan dengan Denmark, Ukraina justru lebih banyak mengandalkan pemain liga lokal. Tercatat hanya beberapa yang tampil di liga di luar Ukraina. Mereka adalah Eduard Sobol (Brugge, Belgia), Andriy Yarmolenko (West Ham, Inggris), juga Ruslan Malinovskyi (Atalanta, Italia).

Selain itu, ada Yevhenii Makarenko (Kortrijk, Belgia), Oleksandr Zinchenko (Man City, Inggris), Roman Bezus (Gent, Belgia), Oleksandr Zubkov (Ferencvaros, Hungaria), dan Roman Yaremchuk (Gent, Belgia).

Turki

Tim berikutnya adalah Turki. Anak asuh Şenol Güneş akan bersaing dengan Italia, Wales, dan Swiss di Grup A. Dari daftar negara yang diladeni, di atas kertas Italia berpeluang menjadi lawan terberat.

Partai bersua Gli Azzurri juga menjadi laga pembuka dalam hajatan mendatang. Artinya, Ay-Yıldızlılar langsung dihadapkan pada tim yang sekaligus bakal tampil sebagai salah satu tuan rumah.

Jelang pelaksanaan turnamen, Turki mencatatkan sejumlah capaian yang cukup positif. Termasuk diantaranya tidak terkalahkan selama 6 duel teraktual.

Dengan sejumlah talenta muda ditambah pemain berpengalaman seperti Burak Yilmaz (Lille) dan Hakan Calhanoglu (AC Milan), mereka cukup diunggulkan mampu melewati fase grup.

Apalagi di lini belakang juga terdapat duet bek sentral, yakni Caglar Soyuncu (Leicester City) dan Ozan Kabak (Liverpool) yang sudah terbiasa bertarung di level elite Liga Inggris.

Fakta bahwa 16 pemain Turki yang dibawa Gunes berasal dari mereka yang berlaga di liga di luar Turki menunjukkan, secara individual, tidak ada yang salah dai Ay-Yildizlilar.

Di EURO 2008, Turki bisa menembus semifinal. Namun, itu adalah kampanye terbaik mereka adalam 4 partisipasi di putaran final Piala Eropa. Di sisi lain, dibandingkan dengan skuad Turki pada EURO 2008, para pemain non-Liga Turki yang diangkut Gunes tahun ini lebih banyak.

Wales

Wales tidak diunggulkan untuk bergerak jauh di EURO 2021. Namun, mereka tetaplah semifinalis Piala Eropa edisi terakhir.

Kali ini caretaker Robert Page mengusung sejumlah talenta muda. Mereka di antaranya adalah Neco Williams (20 tahun, Liverpool), Ethan Ampadu (20 tahun, Sheffield United), atau Tyler Roberts (22 tahun, Leeds United).

Pemain senior seperti Gareth Bale (kapten, 31 tahun), Aaron Ramsey (30 tahun), Joe Allen (31 tahun), hingga Ben Davies (28 tahun) membuat Wales tampak sebagai tim solid dan punya pengalaman.

Persiapan Wales menuju EURO 2021 tidak ideal karena mereka kalah 3-0 dari Perancis (2/6) lalu hanya imbang tanpa gol melawan Albania (5/6). Namun, pengalaman bisa promosi dari Liga B4 UEFA Nations League ke Liga A menunjukkan The Dragons punya kapasitas.

Prediksi Pemenang Piala Eropa 2020

Jika melihat skuad Perancis yang diisi oleh 8 penyerang kenamaan, skuad Didier Deschamps tampak punya salah satu lini depan paling menjanjikan di EURO 2021.

Perancis bisa beralih dari Karim Benzema (Real Madrid) ke Olivier Giroud (Chelsea) sedangkan Kylian Mbappe (PSG), Antoine Griezmann (Barcelona), Ousmane Dembele (Barcelona) bisa memnbuat Kingsley Coman (Bayern) dan Marcus Thuram (Gladbach) hanya ada di bangku cadangan.

Kedalaman skuad Perancis juga diakui oleh pelatih Jerman, Joachim Low. Dikutip MARCA, sang juru taktik menyebutkan, "(Perancis) punya kelas individual yang luar biasa dan sulit diprediksi. Mereka tim terbaik di dunia dalam beradaptasi terhadap lawan. Mereka sangat fleksibel."

Perancis jelas bukan satu-satunya unggulan. Masih ada tim lain dari Grup F yang berpotensi jadi pemenang, yaitu Jerman dan Portugal. Selain itu, Italia di Grup A, Belgia di Grup B, Belanda di Grup C, Inggris di Grup D, dan Spanyol di Grup E punya materi yang layak dicermati.

Baca juga artikel terkait EURO 2021 atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus