DPR Minta Pemerintah Fokus Bantu Korban Banjir daripada Debat Kusir

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 4 Januari 2020
Anggota DPR meminta para pejabat menghindari debat soal banjir.
tirto.id - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arwani Thomafi meminta pemerintah pusat, provinsi, sampai kota fokus membantu korban banjir di Jabodetabek. Menurutnya debat para pejabat yang muncul di media masa tidak akan menyelesaikan masalah.

"Yang perlu dilakukan sekarang yaitu kita sama-sama fokus untuk menangani korban dampak banjir," kata dia dalam diskusi 'Banjir Bukan Takdir' di posko pengungsian di Bidara Cina, Cawang, Jakarta, Sabtu (4/1/2019).

Ia ingin pemerintah daerah fokus mengurusi masalah kesehatan dan pendidikan mulai pekan depan, sementara pemerintah pusat bertugas menganalisis yang sudah diolah oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Setelah peristiwa ini Gubernur Banten, Jabar, DKI Jakarta, Pusat duduk bersama merencanakan eksekusi dan melakukan evaluasi bersama-sama. Jangan malah ribut," jelas dia.

Banjir yang muncul sejak Rabu (1/1/2020) menjadi pukulan telak bagi sebagian warga Jabodetabek dan Banten. Transportasi umum lumpuh, akses jalan tergenang, listrik padam, dan kerugian material ada di mana-mana.

Saking besarnya dampak bencana, Presiden Joko Widodo sampai memberi komando agar di situasi genting seperti sekarang pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah bisa gotong royong, menyelaraskan sikap satu sama lain.

Sayangnya apa yang diminta Jokowi belum terwujud.

Alih-alih bekerja sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan malah saling silang pendapat saat bersama meninjau titik banjir, Rabu (1/1/2020) lalu.

Semua bermula tatkala Basuki menyayakan kekecewaan kepada Anies lantaran ada belasan kilometer Kali Ciliwung belum dinormalisasi. Padahal, jika saja seluruh titik telah dinormalisasi, Basuki yakin dampak banjir tak parah.

Anies yang berada di samping Basuki lantas menanggapi sindiran itu dengan tidak kalah lantang. Anies menilai banjir di Jakarta utamanya bukan dipicu aspek normalisasi, melainkan karena minimnya pengendalian air yang masuk dari sisi selatan ke Jakarta.

Oleh sebab itu, menurut Anies, kuncinya ada pada pengendalian air.


Baca juga artikel terkait BANJIR JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Rio Apinino
DarkLight