Daftar Negara Investor Terbesar di Yogya, Termasuk Cayman Islands

Oleh: Irwan Syambudi - 21 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Salah satu negara surga pajak, Cayman Islands menjadi sumber investasi asing terbesar kedua di DI Yogyakarta pada semester I 2019.
tirto.id - Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Arief Hidayat merilis 5 negara dengan nilai investasi terbesar di provinsinya selama semester I 2019.

Di antara 5 negara asal investasi asing terbesar di Yogyakarta itu, adalah Cayman Islands. Negara kepulauan tersebut selama ini dikenal sebagai surga pajak.

"Lima terbesar pertama [adalah] Malaysia, Cayman Islands, Korea Selatan, Jepang, dan Italia," kata Arief pada Rabu (21/8/2019).

Menurut dia, pada semester I 2019, realisasi penanaman modal asing (PMA) di DIY telah mencapai Rp131,217 miliar.

Investasi asing asal Malaysia setara 26,1 persen dari total PMA di DIY pada Semester I 2019, atau sekitar Rp34 miliar.

Sementara investasi asing dari Cayman Islands tercatat sebesar Rp30 miliar atau 23,1 persen dari total PMA di DIY.

Lalu, menyusul investasi asing dari Korea Selatan sebesar 20,8 persen dari total PMA di DIY pada semester I 2019, Jepang 11,1 persen, dan Italia 8,6 persen.


Arief mengklaim masuknya Cayman Island dalam daftar 5 besar itu tidak terlepas dari kebijakan negara tersebut. Dia menjelaskan Cayman Islands adalah negara yang memberikan kemudahan kepada warga negara asing untuk menanamkan investasi di wilayahnya.

"Banyak kemudahan yang diberikan termasuk memberikan [status] warga negara istimewa serta kemudahan berbankan. Inilah yang membuat ternyata uang yang ditanamkan di negara tersebut itu di antaranya ditanamkan di DIY," ujar dia.

Oleh karena itu, kata dia, aliran modal dari Cayman Islands kemungkinan tidak berasal dari warga negara tersebut.

Dia menambahkan investasi asing dari Cayman Islands di Yogyakarta mengalir ke sejumlah sektor usaha. Di antara yang dominan adalah perumahan, kawasan industri, perkantoran, dan jasa.

Sementara investasi asing dari Malaysia masuk ke sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi. Sedangkan investasi dari Jepang masuk menyasar sektor perumahan, industri, perkantoran, dan Jasa.

Adapun investasi asal Korea Selatan tertuju ke industri tekstil dan dari Italia terfokus pada sektor usaha pertambangan.

Arief mengatakan investasi asing di DIY jauh lebih kecil dibandingkan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Pada semester pertama 2019, total PMDN di DIY mencapai Rp1,97 triliun.

Nilai PMDN lumayan besar karena karena ada pembangunan Yogyakarta Internasional Airport di Kabupaten Kulon Progo yang memberikan kontribusi investasi senilai Rp1,6 triliun.


Baca juga artikel terkait PENANAMAN MODAL ASING atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight