tirto.id - Maskapai penerbangan yang berbasis di Hong Kong, Cathay Pacific melakukan kesalahan dalam penjualan tiket kelas bisnis yang diperkirakan karena adanya kesalahan pada sistem.
Mengutip dari BBC, Kamis (3/1/2019), kursi bisnis dibanderol hanya 675 dolar AS rute Vietnam - New York untuk bulan Agustus.
Padahal, menurut BBC, kursi bisnis Cathay Pacific dengan rute yang sama untuk bulan Juli serta September mencapai 16.000 dolar AS.
Pihak maskapai mengakui terjadi "kesalahan" sehingga penjualan tiket kelas bisnis dibanderol 675 dolar AS.
Meski demikian, dikutip dari Reuters, pihak maskapai akan tetap menerbangkan penumpang yang beruntung mendapatkan tiket murah tersebut.
“Kami membuat kesalahan tetapi kami akan menyambut Anda dalam penerbangan kami. Semoga ini akan membuat 2019 menjadi spesial untuk Anda!” demikian pernyataan Cathay Pasific.
Happy 2019 all, and to those who bought our good - VERY good surprise ‘special’ on New Year’s Day, yes - we made a mistake but we look forward to welcoming you on board with your ticket issued. Hope this will make your 2019 ‘special’ too!
— Cathay Pacific (@cathaypacific) January 2, 2019
.#promisemadepromisekept#lessonlearnt
"Anda dapat terbang dari Vietnam - tarif termurah berasal dari Da Nang, tetapi kota-kota lain juga murah - ke AS dengan Cathay Pacific mulai dari 675 dolar AS."
Melalui akun Twitternya, Mac Jaehnert dari Wiscosin juga menyampaikan warganet soal tiket murah Cathay Pasific.
Ia memesan tiket first class dari Boston ke Hong Kong lalu melanjutkan penerbangan ke Hanoi menggunakan kelas bisnis dengan hanya membayar 1.220 dolar AS.
"Tiket sekali jalan di Cathay untuk first class sekitar 18.000 dolar AS. Ketika saya menghitung biaya tiket yang saya bayar, saya seperti mendapat diskon sekitar 95 persen," katanya, dilansir dari BBC.
Cathay Pacific di tahun 2018
Sejak Maret 2018, Cathay Pasific membukukan kerugian di tengah persainganketat dengan maskapai penerbangan Cina berbiaya rendah.
Pada September Cathay Pasific harus mengembalikan satu pesawatnya karena kesalahan penulisan nama maskapai "Cathay Paciic".
Oktober lalu Cathay Pasific juga tercatat melakukan pelanggaran data pribadi penumpang dalam sistem IT-nya. Hal ini membahayakan informasi pribadi sekitar 9,4 juta penumpang.
Editor: Yantina Debora