Menuju konten utama

Cara Merawat Bunga Krisan agar Terus Berbunga & Tahapan Budidaya

Berikut ini cara merawat bunga krisan agar terus berbunga dan panduan budidaya bunga krisan dari masa tanam hingga panen.

Cara Merawat Bunga Krisan agar Terus Berbunga & Tahapan Budidaya
Petani memanen bunga krisan untuk dijual sebagai dekorasi pernikahan di Sidomulyo, Batu, Jawa Timur, Kamis (4/8/2016). Antara foto/ari bowo sucipto.

tirto.id - Bunga krisan yang memiliki nama latin Chrysanthemum Indicum termasuk salah satu bunga yang populer di kalangan pecinta tanaman hias. Maka itu, harga bunga krisan bernilai lumayan tinggi.

Bunga krisan memiliki warna beragam dan cocok untuk dijadikan penghias dekorasi atau halaman rumah. Inilah mengapa, bunga krisan menjadi salah satu bunga favorit untuk dibudidayakan.

Mengutip laman Britannica, genus Chrysanthemum merupakan salah satu dari 40 spesies tanaman berbunga dalam keluarga Asteraceae. Tanaman ini berasal dari daerah dengan iklim subtropis. Hal ini membuat bunga Krisan mudah ditemukan di wilayah Asia Timur.

Tahapan Budidaya Bunga Krisan: Tanam Hingga Panen

Dalam budidaya bunga krisan, ada sejumlah tahap yang harus diperhatikan. Tahap budidaya krisan meliputi persiapan lahan, pemilihan bibit, penanaman, pemeliharaan, pengaturan cahaya, proses penyiraman, pemupukan, penyiangan, pengendalian hama/penyakit, hingga panen bunga.

Disarikan dari publikasi resmi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat (Litbang Jabar) dan Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri, berikut ini penjelasan tentang masing-masing tahapan dalam budidaya bunga krisan.

1. Persiapan lahan

Tanaman bunga Krisan bisa tumbuh baik di lahan dengan ketinggian 700-1200 mdpl, yang punya suhu rata-rata 17-30 derajat celcius. Krisan akan tumbuh dengan maksimal jika ditanam di lahan yang memiliki unsur hara yang tinggi.

Berikut syarat lahan untuk media tanam bunga krisan yang perlu diperhatikan:

  • Lahan memiliki (pH) = 5,5 – 6,5
  • Kelembaban udara saat pembibitan = 90 – 95%
  • Kelembaban udara tanaman muda = 75%
  • Kelembaban udara tanaman dewasa = 70 – 85%
  • Suhu optimal siang hari pada fase vegetative = 20 – 28 derajat celcius
  • Suhu optimal malam hari pada fase vegetative = <26 derajat celcius
  • Suhu optimal fase generative = 16 – 18 derajat celcius

Untuk menyiapkan media tanam bunga krisan, lahan dibersihkan dari segala macam gulma dahulu dan diolah minimal sebanyak 2 kali sedalam +30cm. Ini berguna untuk memperbaiki aerasi tanah.

Lalu, tanah dibuat bedengan dengan ukuran tinggi 25 – 30 cm dan lebar 1 – 1,2 cm. Jarak antar bedengan +50 cm. Setelah bedengan selesai dibuat, tambahkan kapur pertanian sebanyak 100 -200 gram per meter persegi secara merata di atas bedengan, lalu biarkan hingga mengering.

Agar semakin maksimal, tambahkan pupuk kandang sebanyak 2 – 3 kilo gram per meter persegi, tanah dan pupuk kandang diaduk dan disiram hingga merata, proses ini dilakukan saat 2 – 3 minggu sebelum penanaman dilakukan.

2. Pemilihan bibit

Anda dapat memilih bibit stek yang sudah berakar, bibit yang dipilih adalah bibit sehat bebas penyakit. Kemudian, carilah bibit yang memiliki ukuran relatif sama besar dan sama tinggi, karena bibit yang seragam akan mempengaruhi sifat tumbuh tanaman di kemudian hari. Tak kalah penting Anda juga dapat memilih jenis bibit yang memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.

3. Penanaman

Penanaman dilakukan dengan jarak sekitar 10 cm dari tanaman di sampingnya. Sebelum melakukan penanaman, lahan disiram hingga jenuh dan digemburkan. Waktu tanam yang dianjurkan adalah pada sore hari.

4. Penyiraman

Untuk memenuhi stabilitas suhu dan kesuburan tanaman penyiraman dilakukan setiap pagi saat tanaman berumur 1 minggu, setelah tanaman berumur lebih dari 1 minggu, penyiraman dapat dilakukan 2 – 3 kali seminggu.

5. Pencahayaan

Agar tanaman tetap bertumbuh dan berkembang, diperlukan penambahan cahaya di malam hari selama 4 jam setiap malam. Intensitas cahaya berkisar pada 40 lux jika menggunakan lampu TL dan 70 lux jika menggunakan lampu pijar.

7. Pemupukan

Pupuk diberikan untuk memenuhi berbagai jenis hara yang diperlukan tanaman. Berikan biourine 250ml per liter air dengan cara dicor pada setiap meter persegi lahan. Kemudian, semprot 750ml per 14 liter air seminggu sekali setelah dicor.

8. Penyiangan

Tak kalah penting juga adalah menyiangi atau membasmi gulma yang mengganggu pertumbuhan krisan. Penyiangan dapat dilakukan 2 minggu sekali atau tergantung kondisi pertumbuhan gulma. Caranya cukup sederahana, Anda bisa mencabut secara manual gulma sampai ke akarnya atau dengan menggunakan alat bantu pertanian seperti arit.

9. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Selain gulma, OPT juga menjadi musuh tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Maka dari itu, untuk mengendalikan OPT, penyemprotan menggunakan pestisida dapat dilakukan.

10. Panen bunga krisan

Panen dapat dilakukan saat bunga sudah mekar sempurna, biasanya bunga krisan yang siap panen berumur antara 8 – 12 minggu tergantung varietas dan keadaan musim.

Cara Merawat Bunga Krisan agar Terus Berbunga

Umumnya, tanaman bunga krisan memiliki masa berbunga hanya 23 pekan. Setelah itu, bunga ini akan rontok. Akibatnya, pelaku budidaya tumbuhan tersebut harus menanam tanaman baru untuk mendapatkan panen bunga krisan.

Namun, sebenarnya terdapat teknik budidaya khusus yang memungkinkan tanaman bunga krisan terus berbunga sepanjang tahun. Publikasi Badan Litbang Pertanian, Kementan RI, telah memuat penjelasan mengenai teknik budidaya dan perawatan yang membuat krisan bisa terus berbunga.

Dalam publikasi Litbang Pertanian, dijelaskan metode perawatan (budidaya) tanaman bunga krisan yang membuatnya bisa terus berbunga sepanjang tahun adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan green house

Cara perawatan pertama perlu dilakukan adalah dengan penambahan green house, sehingga bisa dilakukan pergiliran tanaman.

2. Penerapan teknik budidaya bunga potong

Teknik budidaya krisan bunga potong meliputi pengolahan tanah, pembentukan bedengan, beserta aplikasi pupuk dasar maupun lanjutan.

3. Pemupukan bunga krisan

Agar bisa berbunga sepanjang tahun, tanaman bunga krisan memerlukan pupuk dasar berupa:

  • Pupuk kandang yang matang sempurna sebanyak 30 ton/ha atau 3 kg/m 2
  • Pupuk Urea dengan dosis 250 kg/ha atau 25 g/m2
  • Pupuk SP 36 sebanyak 40 kg/ha, atau 40 g/m2
  • Pupuk KCl sebanyak 350 kg/ha atau 35 g/m
  • Atau, pupuk NPK (16:16:16) dengan takaran 1 ton/ha (100g/m2).

Pemupukan lanjutan juga perlu ketika tanaman bunga krisan berusia 2, 4, dan 6 minggu, dengan memakai pupuk urea sejumlah 1,5 hingga 2g/m2 dan pupuk KNO3 sebanyak 6 g/m.

Berikutnya, pemupukan lanjutan diberikan setelah tanaman berumur 8 minggu, yakni dengan Urea sejumlah 1,5 g/m 2, kemudian pupuk KNO 6 g/m2, serta pupuk SP 36 sebanyak 3 g/m2.

Selain itu, pupuk daun perlu diaplikasikan mulai saat tanam hingga satu minggu menjelang panen, dengan frekuensi pemupukan 2 kali sepekan dan dosisnya sesuai anjuran di kemasan.

4. Penggunaan bibit stek

Bibit yang dipakai berupa stek yang telah berakar seragam dan melalui proses pengakaran 12-18 hari.

5. Penanaman bibit

Penanaman bibit bunga krisan dilakukan pagi atau sore hari ketika kondisi tidak panas karena terik matahari. Hal ini untuk mencegah risiko kematian tanaman baru. Bibit hasil stek ditanam di lahan bedengan dengan kerapatan 100/m2 atau jarak tanam selebar 10 x 10 cm.

6. Penyiraman air

Sehari sebelum penanaman bibit, bedengan perlu dialiri air sampai basah, tapi tidak menggenang. Setelah penanaman, penyiraman air perlu dilakukan tiap hari hingga tanaman berumur 10-14 hari, atau disesuaikan dengan kondisi kelembapan tanah.

Penyiraman setiap hari tersebut buat mencegah kematian tanaman muda. Setelah tanaman bunga krisan sudah berusia 14 hari, penyiraman air dapat dilakukan 2-3 hari sekali, tergantung ke kondisi tanaman.

7. Pemasangan jaring penegak tanaman

Pemberian jaring penegak tanaman berguna membantu tegaknya tanaman bunga krisan sehingga tidak mudah roboh. Jaring penegak tanaman itu dapat terbuat dari tambang plastik dengan ukuran lobang 10 x 10cm memanjang searah dengan panjangnya bedengan.

Jaring penegak ini sebaiknya dipasang sebelum penanaman. Kemudian, posisinya secara bertahap dinaikkan seiring dengan semakin tingginya tanaman bunga krisan.

8. Pemberian cahaya tambahan (lampu malam)

Cahaya tambahan dari lampu perlu diberikan pada tanaman bunga krisan pada malam hari selama sekitar 4-5 jam per hari, yakni dari pukul 22.00 hingga 03.00.

Adapun waktu pemberian cahaya tambahan setiap hari adalah mulai awal tanam hingga tanaman bunga krisan berusia 30 hari. Setelah tanaman berusia 30 hari, lampu malam bisa dimatikan.

Batas waktu pemberian cahaya tambahan itu juga bisa ditentukan dari ketinggian tanaman bunga krisan yang sudah mencapai 50-55 cm, tergantung pada jenis varietasnya.

Jika tinggi tanaman sudah mencapai 50 cm, lampu dapat dimatikan. Namun, jika tanaman belum mencapai 50 cm, periode pencahayaan lampu bisa diperlama hingga tingginya sudah 50 cm.

Untuk pemberian cahaya tambahan pada malam hari tersebut, jarak titik-titik lampu dari bedengan (ketinggian lampu dari permukaan) sekitar 1,5 m. Adapun jarak antarlampu di bedengan sekitar 2 meter.

Pencahayaan sebaiknya menggunakan lampu LED warna kuning dengan daya 18 (75 watt) atau 23 (100 watt) per titik. Jenis lampu lain dengan intensitas cahaya serupa pun bisa digunakan.

9. Pengendalian hama dan penyakit

Apabila saat masa tanam ada serangan ulat tanah atau siput telanjang, perlu diberi umpan bekatul yang dicampur gula merah dan insektisida. Namun, efektivitas umpan pun perlu dipastikan dulu.

Pengendalian penyakit karat dan bercak daun pada tanaman bunga krisan dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida (Daco nil, Antracol, Dithane M45 atau Score) secara rutin 2 kali sepekan, dengan takaransesuai dosis anjuran di kemasan.

Sementara itu, penanganan hama ulat tungau atau kutu daun bisa menggunakan penyemprotan insekstisida (Agri mec, Confidor dan Decis) rutin 2 kali seminggu, dengan dosis sesuai yang ada di kemasan.

Pemakaian fungisida dan insektisida yang berselang-­seling jenisnya di setiap penyemprotan sangat dianjurkan. Hal ini agar tidak muncul kekebalan pada hama atau penyakit.

10. Perompesan

Perompesan atau defoliasi buatan perlu dilakukan untuk menghilangkan tunas-­tunas lateral kecil yang tumbuh di buku-­buku batang tanaman bunga krisan bagian bawah.

Untuk tanaman krisan tipe standar, bunga yang tumbuh di apikal bisa dibiarkan membesar. Akan tetapi, bakal bunga yang ada di ketiak daun buku-buku batang bawah perlu dipangkas. Tujuannya adalah agar tidak mengganggu pertumbuhan bunga yang dipelihara.

11. Pemanenan

Waktu masa panen bunga krisan dapat bergantung pada jenisnya. Untuk bunga krisan tipe spray, panen bisa dilakukan ketika 70 persen bunga sudah mekar.

Pemanenan bunga krisan sebaiknya dilaksanakan pada saat pagi hari. Sebab, pada waktu pagi itu, tanaman sedang berada dalam fase stadia vigor dan turgiditas yang tinggi.

Cara pemanenan bunga krisan adalah dengan memotong batang tanaman sekitar 5 cm dari atas permukaan tanah. Pemotongan sebaiknya memakai gunting potong.

Biasanya, untuk bunga krisan tipe standar, setelah pemotongan itu bunga dibungkus pakai kertas berbentuk mirip corong. Perlu dipastikan bagian corong atas kertas pembungkus itu terbuka. Hal ini supaya bunga tidak mudah rusak.

Selain itu, setelah pemotongan, batang bunga perlu segera mungkin ditaruh dalam ember berisi air. Ember juga mesti diletakkan di sekitar tempat teduh. Dengan cara begitu, bunga tidak mudah layu.

Baca juga artikel terkait BUDIDAYA TANAMAN atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Addi M Idhom