Menuju konten utama

BWF 2019 Bakal Digelar, Akankah Indonesia Mengulang Sukses 1980?

Jadwal Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 bakal digelar mulai 19 Agustus. Akakah Indonesia bisa mengulang sukses seperti tahun 1980?

BWF 2019 Bakal Digelar, Akankah Indonesia Mengulang Sukses 1980?
Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie bersalaman dengan pebulu tangkis Taiwan Chou Tien Chen usai pertandingan babak perempat final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (190/7/2019). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 akan digelar mulai 19-25 Agustus mendatang di Basel, Swiss. Sepanjang keikutsertaan Indonesia sejak gelaran perdana tahun 1977 sampai sekarang, torehan di Kejuaraan Dunia edisi 1980 boleh dibilang sebagai prestasi terbaik skuad Merah Putih.

Masih diperkuat beberapa nama besar seperti: Rudy Hartono untuk nomor tunggal putra, Verawaty Wiharjo di tunggal putri, serta Christian Hadinata yang piawai untuk sektor ganda putra dan ganda campuran, kontingen Indonesia benar-benar tampil dominan di kandang sendiri.

Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta merupakan gelaran edisi kedua yang kala itu masih bernama resmi IBF World Championships. Menempati venue pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, pasukan tuan rumah sanggup meloloskan wakilnya untuk final kelima sektor. Bahkan khusus untuk nomor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra, gelar juara sudah dapat dipastikan lantaran tercipta all Indonesian final.

Dari sektor tunggal putra, Rudy Hartono berhasil menundukkan juniornya sendiri, Liem Swie King, lewat pertarungan straight game dengan skor identik 15-9, 15-9. Begitu pula dengan Verawaty Wiharjo yang sukses mengalahkan rekannya sendiri Ivana Lie di nomor tunggal putri, juga lewat duel dua set langsung.

Di final ganda putra, pasangan Ade Chandra/Christian Hadinata berjaya atas wakil Indonesia lainnya, Hariamanto Kartono/Rudy Heryanto, lewat pertarungan rubber game 5-15, 15-5, dan 15-7. Kesuksesan Ade/Christian merengkuh gelar Juara Dunia sekaligus mengobati rasa penasaran mereka, lantaran hanya menjadi runner-up pada edisi sebelumnya di Kejuaraan Dunia 1977.

Kehebatan Christian Hadinata masih berlanjut. Berpasangan dengan Imelda Wiguna, mereka sukses merengkuh gelar juara untuk nomor ganda campuran. Duet Christian/Imelda sempat menghadapi perlawanan ketat pasangan Inggris, Mike Tredgett/Nora Perry, pada set pertama meski akhirnya tetap unggul 15-12. Namun begitu memasuki gim kedua, wakil Indonesia mampu menuntaskannya dengan skor cukup meyakinkan 15-4.

Upaya tuan rumah untuk menyapu bersih kelima sektor harus menemui kegagalan, menyusul kekalahan ganda putri Verawaty Wiharjo/Imelda Wiguna dari ganda Inggris, Nora Perry/Jane Webster. Laga ini berakhir dua set langsung dengan skor 12-15, 3-15, untuk kubu tamu.

Berikut hasil lengkap final Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta.

[Tunggal Putra] Rudy Hartono (Indonesia) vs Liem Swie King (Indonesia) / 15-9, 15-9

[Tunggal Putri] Verawaty Wiharjo (Indonesia) vs Ivana Lie (Indonesia) / 11-1, 11-3

[Ganda Putra] Ade Chandra/Christian Hadinata (Indonesia) vs Hariamanto Kartono/Rudy Heryanto (Indonesia) / 5-15, 15-5, 15-7

[Ganda Putri] Verawaty Wiharjo/Imelda Wiguna (Indonesia) vs Nora Perry/Jane Webster (Inggris) / 12-15, 3-15

[Ganda Campuran] Christian Hadinata/Imelda Wiguna (Indonesia) vs Mike Tredgett/Nora Perry (Inggris) / 15-12, 15-4

Hingga kini prestasi skuad Merah Putih di ajang Kejuaraan Dunia belum pernah lagi menyamai torehan mereka pada edisi 1980. Catatan terbaik Indonesia selepas itu hanya sebatas merebut 3 gelar saat Kejuaraan Dunia 1993 di Birmingham, Inggris.

Baca juga artikel terkait BWF 2019 atau tulisan lainnya dari Oryza Aditama

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Agung DH