BNPB: Listrik Masih Padam di Sebagian Area Terdampak Tsunami

Oleh: Addi M Idhom - 24 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
BNPB menyatakan sambungan listrik di sebagian kawasan terdampak tsunami di Selat Sunda masih terputus.
tirto.id - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan sambungan listrik masih terputus pada sebagian kawasan yang terdampak tsunami di Selat Sunda. Kondisi itu merupakan hasil pantauan BNPB sampai Senin sore (24/12/2018).

“Kondisi listrik sebagian [wilayah terdampak tsunami] masih padam. Sebanyak 125 unit gardu masih padam,” kata Sutopo dalam keterangan resminya yang dirilis pada Senin malam.

Menurut dia, semula terdapat 150 unit gardu yang rusak di area terdampak tsunami Selat Sunda. Proses perbaikan sejak Minggu kemarin baru berhasil memulihkan sebagian kecil dari gardu yang rusak.

“Perbaikan yang dilakukan kemarin tidak optimal karena adanya isu tsunami susulan. Sebanyak 187 personil dan alat berat dikerahkan untuk memulihkan jaringan PLN yang rusak,” kata Sutopo.


Sutopo menyatakan penanganan darurat terus dilanjutkan dengan berfokus pada evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka-luka, pelayanan pengungsi, perbaikan darurat sarana dan prasarana umum.

Sutopo belum memerinci lokasi sambungan listrik di kawasan terdampak tsunami yang masih padam hingga hari ini.

Sebagai informasi, Tsunami pada Sabtu malam tercatat melanda pesisir dua kabupaten di Provinsi Banten, yakni Serang dan Pandeglang. Sementara di Provinsi Lampung, tsunami merangsek kawasan pesisir kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

“Jumlah korban dan daerah yang terdampak paling parah kerusakannya adalah pesisir di Pandenglang,” kata dia.


Di Pandeglang, Sutopo mencatat kawasan pesisir di 13 kecamatan terdampak tsunami, yakni: Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Tanjung Lesung, Cibaliung, Cimanggu, Pagelaran, Bojong, Jiput, Menes dan Pulau Sangiang.

“Daerah Kecamatan Sumur [Pandeglang] telah berhasil dijangkau petugas. Sebelumnya akses terbatas karena ada kerusakan jalan dan jembatan,” dia mencontohkan.

Sementara itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan hari ini menyatakan instalasi kelistrikan di Banten yang rusak akibat tsunami akan pulih pada Selasa besok, 25 Desember 2018.

"Sejak kemarin kami telah menurunkan tim tanggap darurat ke area terdampak yang berjumlah sekitar 100 orang," kata Jonan di Surabaya, pada Senin (24/12/2018) seperti dilansir Antara.

"Tadi pagi saya dapat laporan dari tim yang turun di Banten, untuk pemulihan listrik bisa diselesaikan hari ini, atau selambat-lambatnya besok pagi [Selasa]," Jonan menambahkan.


Menurut data BNPB, sampai Senin sore, tsunami di Selat Sunda tercatat menelan 373 korban jiwa. Ada 1.459 korban luka-luka dan 128 lainnya masih hilang. Tsunami juga merusak 681 unit rumah, 69 hotel dan villa serta 60 warung. Selain itu, 420 unit perahu dan kapal serta puluhan kendaraan juga rusak.

Sampai hari kedua setelah tsunami, Jumlah pengungsi yang semula 11.453 berkurang drastis menjadi 5.665 jiwa. Menurut BNPB, kemarin banyak warga mengungsi karena ada isu tsunami susulan.

Baca juga artikel terkait TSUNAMI SELAT SUNDA atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom