BMKG Prediksi Awal Kemarau Mulai April 2020, Puncak Musim Agustus

Oleh: Addi M Idhom - 23 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Musim kemarau diprediksi mulai datang di sebagian wilayah Indonesia pada April 2020. BMKG juga memperkirakan sebagian wilayah mengalami kemarau lebih kering dari situasi normal.
tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan awal dan puncak musim kemarau pada tahun ini. BMKG memprediksi awal musim kemarau mulai berlangsung di sebagian wilayah Indonesia pada bulan April 2020.

Tidak semua wilayah Indonesia akan mengawali musim kemarau pada April mendatang. Sebagian wilayah akan mengalami musim kemarau pada bulan-bulan berikutnya, atau lebih mundur.

Siaran resmi BMKG menyebutkan bahwa prediksi awal musim kemarau di 304 Zona Musim (ZOM) Indonesia terbagi dalam tiga kategori.

Sebanyak 17 persen Zona Musim akan mengawali musim kemarau pada bulan April 2020. Adapun Wilayah yang termasuk dalam 17 persen Zona musim itu adalah sebagian kecil Nusa Tenggara, Bali dan Jawa.

Sementara 38,3 persen wilayah diprediksi akan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2020. Sejumlah wilayah tersebut ialah sebagian Bali, Jawa, Sumatera dan Sulawesi.

Wilayah lainnya (27,5 persen) yang berada di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua diperkirakan mengalami awal musim kemarau pada bulan Juni 2020.

"Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Kemarau periode 1981-2010 maka Awal Musim Kemarau 2020 di Indonesia diprakirakan mundur pada 148 ZOM, normal pada 128 ZOM dan maju pada 66 ZOM," demikian siaran BMKG yang dirilis pada Senin (23/3/2020).

BMKG juga memperkirakan hanya 9,9 persen wilayah Indonesia yang memgalami puncak musim kemarau lebih awal dari daerah lainnya, yakni pada Juli 2020.

Sebagian besar wilayah, yakni 64,9 persen diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus dan 18,7 persen daerah lainnya pada September 2020.

"Puncak Musim Kemarau di sebagian besar daerah zona musim diprediksi akan terjadi bulan Agustus 2020," tulis BMKG.

Sesuai dengan keterangan BMKG, musim kemarau pada 2020 secara umum diprediksi lebih basah dari musim kemarau tahun lalu. Meskipun begitu, BMKG mengingatkan terdapat 30 persen Zona Musim di Indonesia yang diperkirakan mengalami kemarau lebih kering dari situasi normal.

Sejumlah wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari situasi normal adalah sebagian Aceh, sebagian pesisir timur Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, serta Jawa Tengah bagian tengah dan utara.

Selain itu, sebagian Jawa Timur, Bali bagian timur, NTB bagian timur, sebagian kecil NTT, Kalimantan Timur bagian tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, dan Maluku bagian barat dan tenggara.

BMKG sekaligus merekomendasikan kewasapadaan terhadap kondisi di sebagian wilayah yang mengalami musim kemarau lebih awal, seperti sebagian Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah bagian utara dan selatan serta Jawa Barat bagian utara.

Menurut BMKG, contoh bencana akibat musim kemarau yang perlu diwaspadai adalah kebakaran hutan dan lahan dan terbatasanya ketersediaan air bersih.


Baca juga artikel terkait KEMARAU atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight