Menuju konten utama

Axolotl, Keunikan Hewan Langka Mirip Bayi Asal Meksiko

Axolotl adalah hewan unik yang mirip bayi sesuai hasil neotoni. Setiap negara punya regulasi tersendiri untuk pemeliharaan hewan endemik langka Meksiko ini.

Axolotl, Keunikan Hewan Langka Mirip Bayi Asal Meksiko
axolotl. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Axolotl termasuk hewan unik dan langka yang berasal dari Meksiko. Wajahnya mirip bayi dan berstatus terancam punah kritis. Akan tetapi, masih banyak orang yang memelihara.

Axolotl sebagai hewan langka bisa dibilang cukup unik karena mampu menumbuhkan kembali anggota tubuh. Semua keunikan spesies endemik Meksiko ini muncul lantaran adanya fenomena biologis neoteni, yaitu mempertahankan bentuk tubuh anak-anak meskipun sudah berusia dewasa.

Uni Internasional untuk Konservasi Alam atau International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menetapkan axolotl sebagai hewan yang terancam punah kritis sejak 2006. Mengapa spesies hewan tersebut memasuki daftar critically endangered?

Menurut data IUCN SSC Amphibian Specialist Group 2020, hanya ada sekitar 50 hingga 1.000 axolotl dewasa yang tersisa di alam liar. Jumlah ini menjadi dasar pelarangan pengambilan axolotl dari habitatnya secara langsung. Beberapa negara dunia bahkan memunculkan sejumlah regulasi dan izin pemeliharaan axolotl.

Asal Usul Axolotl dan Ciri-Ciri Fisiknya

Mengutip laman San Diego Zoo Animals and Plants, axolotl merupakan salah satu jenis hewan lentik atau penghuni perairan danau yang tenang. Dalam konteks alam liar, spesies tersebut hanya bisa ditemukan di Danau Chalco dan Danau Xochimilco, Meksiko, meskipun budidaya sekarang ada di mana-mana.

Nama axolotl sendiri berasal dari bahasa Nahuati, yakni bahasa kuno milik Suku Aztec. Spesies terdiri dari dua kosakata, yaitu atl yang berarti "air" dan xolotl yang artinya "anjing" atau "monster". Makna kata axolotl dalam artian penuh pun dikenal sebagai "anjing air" atau "monster air".

Axolotl diklaim mampu hidup sekitar 10 hingga 15 tahun. Hewan langka ini akan memasuki usia muda pada umur dua minggu, kemudian menjadi dewasa pada kisaran 6-8 bulan. Panjangnya bisa mencapai 15-45 centimeter, sementara beratnya maksimal sekitar 226 gram.

 Axolotl

axolotl. foto/istockphoto

“Terdapat makhluk di dalam air yang disebut axolotl; mereka memiliki kaki dan tangan seperti kadal kecil, serta ekor dan tubuh menyerupai belut. Mulutnya sangat lebar dan terdapat kumis di bagian lehernya. Hewan ini sangat lezat untuk disantap; ini adalah makanan bagi para bangsawan,” tulis biarawan bernama Fransiskan dalam Florentine Codex (1938).

Ciri-ciri itu termuat di dalam buku Threatened Amphibians of the World (2008) karya Simon Stuart dan kawan-kawannya. Lantas, bagaimana cara axolotl bernapas dan makan di dalam air?

Axolotl secara umum bernapas menggunakan insang, meskipun sesekali muncul ke permukaan air untuk mengambil udara. Hewan endemik Meksiko ini tidak memiliki gigi tajam, tetapi hanya tonjolan kecil untuk mencengkeram. Axolotl makan dengan cara membuka mulut dan menghisap cacing, ikan kecil, berudu atau kecebong, serta serangga.

Axolotl akan terus hidup di dalam air hingga akhir hayatnya. Wujud fisik selalu tampak muda seperti larva alias kecebong, dilengkapi dengan insang luar yang menyerupai bulu, sirip, dan ekor. Akan tetapi, hewan ini tak mampu menggerakkan mata.

Fenomena Neoteni di Balik Keunikan Axolotl

Sebagai salah satu hewan amfibi, Axolotl dikenal memiliki sejumlah keunikan. Di antaranya mempunyai wajah yang mirip seperti bayi, bisa menumbuhkan kembali anggota tubuh, hewan langka terancam punah, insang seperti bulu, hingga beragam warna tubuh.

Wajah hewan yang menghabiskan sepanjang waktu di air ini tampak layaknya muka seorang bayi tersenyum dan punya insang seperti bulu untuk bernapas. Di sisi lain, fakta unik axolotl akan menumbuhkan kembali, menyembuhkan, atau meregenerasi bagian tubuh yang terluka atau tak sengaja terpotong.

Melansir artikel bertajuk "Axolotl Conservation" di Conservation International, kemampuan ini berlaku juga untuk regenerasi bagian mata dan otak. Oleh sebab itu, sejumlah ilmuwan kerap menjadikan metode pengobatan lewat regenerasi tersebut.

Adapun tulisan bertajuk "Facts about Axolotls" di laman yang sama menyebutkan keunikan axolotl yang berbeda-beda warna. Sejak axolotl putih pertama kali dibudidayakan dan dibawa ke Paris pada 1864, ragam warna lain seperti biru pucat, emas, cokelat, merah muda, dan hitam sekarang eksis.

Selain itu, axolotl juga unik karena menjalani fase kehidupan yang berbeda dengan jenis amfibi lain. Hewan kategori sejenis biasanya akan mengalami metamorfosis tertentu agar bisa ke darat sekaligus air.

 Axolotl

axolotl. foto/istockphoto

Sementara itu, axolotl akan tetap menjaga bentuk larva di air dan hanya bertambah besar secara ukuran. Dilansir dari "Meet the Peter Pan of salamanders, the axolotl" di World Wildlife Magazine (2021), panjangnya bahkan bisa sampai satu kaki.

Berbagai keunikan axolotl di atas mayoritas berkaitan dengan fenomena biologis neoteni. Adapun neoteni merujuk kepada kemampuan axolotl dalam mempertahankan karakteristik tubuh di tahapan larva hingga usia dewasa.

Sebagaimana dikutip dari American Museum Natural History, axolotl tetap menjaga keberadaan sirip dan mata tanpa kelopak yang sudah muncul sejak fase awal kehidupannya. Kemudian, insang seperti bulu yang cukup mencolok pada dua sisi bagian kepalanya.

Menurut Jeff Streitcher, seorang kurator koleksi amfibi dan reptil Natural History Museum (NHM), neoteni axolots terjadi lantaran pengaruh lingkungan dan ketersediaan sumber daya. Axolotl hidup sepanjang hayat di air karena kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi spesiesnya.

Hewan axolots bisa dewasa dan matang secara seksual sebelum mengalami metamorfosis. Hal ini berbanding terbalik dengan axolotl yang dipaksa bertransformasi menggunakan air yodium, sehingga kemampuan bertahan hidup semakin menurun.

Apakah Axolotl Berbahaya dan Bolehkah Dipelihara?

Axolotl (Ambystoma mexicanum) secara umum bukanlah hewan yang berbahaya dan bisa dipelihara di akuarium rumah. Pasalnya, axolotl tidak memiliki racun atau bisa yang berpotensi merusak tubuh pengadopsi.

RVC University of London pernah menerbitkan "Axolotl Care" pada 2024 silam untuk menjelaskan tentang cara memelihara axolotl. Langkah pertama adalah mempersiapkan akuarium individu yang mampu menampung hingga hewan unik tersebut berukuran dewasa.

Air di akuarium bisa dipersiapkan beberapa minggu sebelum pemeliharaan. Jika ingin menggunakan filter, pastikan arus yang dihasilkan dari proses filtrasi tidak terlalu kencang sehingga hewan tidak mengalami stres. Sebab, axolotl merupakan penghuni danau yang tenang.

Berikan pula pipa atau tempat persembunyian, stabilkan pH antara 7,4-7,6, atur suhu optimal 16-18 derajat, gunakan substrat berupa pasir halus (bukan kerikil), dan jangan gunakan dekorasi tanaman hidup.

Wisata akuarium saat libur Idul Adha

Pengunjung melihat ikan di akuarium BXSea Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (28/5/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.

Ketika memberikan makan berupa cacing, serangga, dan lain-lain, pastikan untuk tidak berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan peliharaan keracunan amonia. Menurut Gregory Rich dalam "Axolotls: Owning" di laman VCA Hospitals, pastikan makanan habis dalam waktu 2-5 menit.

Mengutip artikel bertajuk "Water Quality Explained: How It Can Affect Your Axolotl's Health" (2015), amonia karena kotoran tersebut diatasi dengan mengganti air sekitar 25-50 persen secara berulang. Kemudian penambahan bakteri nitrifikasi dan produk filter kimia pengikat amonia.

Sehubungan dengan itu, axolotl sendiri berstatus terancam punah kritis di alam liar Meksiko. Sejumlah negara di dunia pun memberikan regulasi tersendiri untuk kategori hewan langka tersebut.

Melansir tulisan Adam Mickle bertajuk "Why are Axolotls Illegal to Own in Some States and Provinces?" (2024) di laman Axolotl Central, negara Meksiko melarang penangkapan axolotl liar karena termasuk sebagai hewan dilindungi. Akan tetapi, boleh memelihara jika hewan itu memang berasal dari hasil pembudidayaan resmi.

Selain itu, memelihara Axolotl termasuk tindakan ilegal di kawasan California, Maine, New Jersey, Arkansas, Washington D.C., Virginia, British Columbia, New Brunswick, Prince Edward Island, dan Afrika Selatan. Sementara memerlukan izin khusus di New Mexico, Hawaii, Kanada (Manitoba, kecuali Winnipeg), dan Nova Scotia.

Berbeda dengan sejumlah negara bagian AS dan sekitarnya, masyarakat Indonesia boleh memelihara axolotl di rumah. Namun demikian, pengadopsi perlu memastikan bahwa hewan eksotis tersebut merupakan captive-bred atau hasil penangkaran, bukan diperoleh dari metode yang tidak legal.

Baca juga artikel terkait HEWAN atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - TirtoEco
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Beni Jo