Petrik Matanasi

Indeks Tulisan

Humaniora
Selasa, 19 Nov 2019

Perwira Inggris yang Menyaksikan Kekuatan Rakyat Indonesia di Ikada

Kisah perwira Inggris keturunan Belanda yang menjadi pembisik komandan AFNEI dan Panglima Tertinggi Sekutu di Asia Tenggara.
Humaniora
Minggu, 17 Nov 2019

Soegeng Soetarto: Kepala Staf Biro Intelijen yang Ditahan Orde Baru

Soegeng Soetarto adalah polisi yang berjuang sejak zaman kolonial dan Jepang. Tertimpa sial setelah peristiwa G30S.
Politik
Jumat, 15 Nov 2019

Bagaimana Militer Menopang Kekuasaan Soeharto Selama 32 Tahun?

Kekuasaan Soeharto selama 32 tahun ditopang oleh kekuatan politik kaum militer.
Politik
Kamis, 14 Nov 2019

Doktrin Hankamrata: Gagasan Nasution yang Dilanjutkan Soeharto

Nasution merumuskan Hamkamrata lewat pengalaman dan pemikirannya selama bergerilya di zaman Revolusi.
Politik
Rabu, 13 Nov 2019

Sejarah Jabatan Wakil Panglima TNI yang Dihidupkan Lagi oleh Jokowi

Setelah dihapus oleh Gus Dur pada tahun 2000, jabatan Wakil Panglima TNI dihidupkan kembali oleh Jokowi.
Humaniora
Selasa, 12 Nov 2019

Dr. Satrio, Bekas Gerilyawan yang Jadi Menkes Terakhir Sukarno

“Dokter muda ini sering menyumbangkan tenaganya secara cuma-cuma, memeriksa dan mengobati anak-anak yatim yang sakit di rumah yatim Gang Sentiong.”
Humaniora
Senin, 11 Nov 2019

Des Alwi, Anak Angkat Hatta & Sjahrir yang Menggoyang Rezim Sukarno

Hatta dan Sjahrir mengangkat Des Alwi sebagai anak kala keduanya dibuang di Banda Neira. Des lalu terlibat petualangan anti-rezim Sukarno sejak 1950-an.
Humaniora
Sabtu, 9 Nov 2019

Arthur Rimbaud, Penyair Perancis yang Jadi Desertir KNIL di Jawa

Penyair Perancis,  Rimbaud, pernah jadi serdadu KNIL di Jawa sekitar satu bulan. Di KNIL, dia hanya dikenal sebagai desertir.
Humaniora
Rabu, 6 Nov 2019

Darma Setiawan: Mantan Perwira KNIL, Menteri Kesehatan Sjahrir

Terawan Agus Putranto bukan Menteri Kesehatan pertama dari kalangan militer, melainkan Darma Setiawan pada saat Kabinet Sjahrir.
Humaniora
Selasa, 5 Nov 2019

Akhir Derita Tuanku Imam Bonjol di Tanah Pembuangan

Beberapa tahun sebelum meninggal, Imam Bonjol diasingkan oleh pemerintah kolonial. Ia merasakan pembuangan di umur yang sudah 70.