Indeks Tulisan

Di Balik Dicopotnya Gelar Ambassador of Conscience Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi mendapatkan status Prisoner of Conscience dari Amnesty Internasional. Nelson Mandela juga mendapat status yang sama.

Komnas HAM: Kesadaran Masyarakat akan Diskriminasi Ras/Etnis Rendah
Sekitar 92,6 persen responden mengaku bahwa dirinya belum pernah mengalami tindakan diskriminasi rasial dan etnis.

Komnas HAM: Masyarakat Masih Permisif pada Diskriminasi Ras & Etnis
Hasil Survei Komnas HAM bersama Litbang Kompas menyimpulkan primordialisme masih mengakar kuat di masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukkan tingkat segregasi sosial di Indonesia masih tinggi.

Nasib Rohingya Pekan Ini: Dipaksa Pulang tapi Ancaman Masih Menanti
Pemerintah Bangladesh akan memulai proses repatriasi Rohingya mulai Kamis pekan ini. Situasi Myanmar sendiri masih belum aman bagi penduduk muslim.

Senjakala Industri Manga Jepang Akibat Pembajakan
Pembajakan dan kisah yang kurang menggigit mengancam ketahanan industri manga Jepang.

Kasus Khashoggi: Saudi Gunakan Masjidil Haram untuk Propaganda
“[Kerajaan Saudi] bergantung hanya pada Tuhan saja, dan kemudian kepada kebijaksanaan dari para pemimpinnya serta persatuan dari para anak-anaknya untuk melawan tuduhan yang salah.”

Intoleran Terhadap Musik? Mungkin Anda Buta Nada
Bagi orang buta nada, melodi tak ubahnya bunyi papan besi dan panci yang dipukul-pukul.

Darurat Kanker Akibat Kimia 3M, Penyuplai Bahan Teflon
Perusahaan multinasional 3M dirundung skandal limbah pencemar lingkungan selama delapan tahun terakhir. Mereka diduga sebagai penyebab di balik meningkatnya penyakit kanker di AS dan Australia.
Burma Human Rights Network: Suu Kyi Membayar Harga Sangat Mahal
Menanggapi keputusan Amnesty International mencabut penghargaan Aung San Suu Kyi, Burma Human Rights Network (BHRN) menyatakan, "Militer Myanmar tidak kehilangan apa pun. Sementara Suu Kyi membayar harga sangat mahal.”

National Rifle Association: Biang Kerok Penembakan Massal di AS
Tiap kali penembakan massal terjadi di Amerika Serikat, telunjuk selalu tertuju pada National Rifle Association (NRA), organisasi pembela kepemilikan senjata api dengan lobi kuat di Kongres.
Masuk tirto.id






