Farid Nurhakim

Indeks Tulisan

Kesehatan
Rabu, 10 Agt 2022

Muncul Subvarian Baru Omicron BA.4.6 yang Dilaporkan 43 Negara

Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Aditama menyebut subvarian Omicroan BA.4.6 lebih menular dari BA.5 dan BA.2.75.
Kesehatan
Selasa, 9 Agt 2022

Wabah PMK Menyebar ke 284 Kabupaten/Kota di Indonesia

Jumlah kabupaten atau kota ini meningkat dari hari sebelumnya, Senin (8/8/2022) yaitu menyebar ke 280 kabupaten atau kota.
Kesehatan
Selasa, 9 Agt 2022

Update COVID-19 9 Agustus 2022: Positif 6.276, Kasus Aktif 51 Ribu

Kasus aktif hingga hari ini (9/8/2022) mencapai 51.041 kasus.
Kesehatan
Selasa, 9 Agt 2022

Epidemiolog Griffith Duga Kuat Cacar Monyet Sudah Masuk Indonesia

Menurut Epidemiolog Dicky Budiman, tinggal menunggu waktu kasus cacar monyet terkonfirmasi di Indonesia.
Sosial Budaya
Selasa, 9 Agt 2022

BRWA: Ada 1.119 Peta Wilayah Adat, Total Luas 20,7 Juta Hektare

Per 9 Agustus 2022, ada 1.119 peta wilayah adat yang sudah teregistrasi dengan total luas 20,7 juta hektare, tersebar di 29 provinsi dan 142 kabupaten/kota.
Sosial Budaya
Selasa, 9 Agt 2022

HIMAS 2022, Masyarakat Adat Tuntut Hak Tanah hingga Hutan Adat

Asia Justice and Rights desak pemerintah untuk mengakui, menghormati serta melindungi keberadaan dan hak-hak masyarakat adat terutama perempuan.
Kesehatan
Selasa, 9 Agt 2022

Epidemiolog UI Sarankan RI Pakai Vaksin Jynneos untuk Cacar Monyet

Epidemiolog FKM UI Iwan Ariawan menerangkan vaksin MVA-BN memiliki tingkat efektivitas sebesar 85 persen untuk mencegah cacar monyet.
Sosial Budaya
Senin, 8 Agt 2022

BNPB: Tsunami akan Terjadi jika Gempa Magnitudo 8,8 di 2 Provinsi

Berdasar kajian BNPB, tsunami setinggi 5-8 meter akan terjadi jika gempa bermagnitudo 8,8 terjadi di dua segmen yakni, Banten dan Jawa Timur.
Kesehatan
Senin, 8 Agt 2022

Update COVID-19 RI 8 Agustus 2022: Positif 4.425, Meninggal 18

DKI Jakarta catat penambahan kasus sebanyak 2.300 kasus pada 8 Agustus 2022.
Kesehatan
Senin, 8 Agt 2022

Epidemiolog: Puncak Gelombang Keempat COVID RI Agustus-September

Epidemiolog Dicky Budiman menyebut gelombang BA.5 bahkan belum mencapai puncak lantaran pola peningkatan kasus COVID-19 yang lebih lambat.