Asap Karhutla Pekanbaru Mulai Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Warga

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 4 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Warga Pekanbaru mengeluhkan dampak asap karhutla yang mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan.
tirto.id - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu kesehatan dan aktivitas keseharian warga Kota Pekanbaru. Seorang warga Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Wati, di Pekanbaru, Minggu (4/8/2019), mengatakan dua di antara tiga anaknya menderita batuk-batuk selama dua hari terakhir.

"Bahkan anak pertama saya suaranya sudah serak, padahal dia tidak jajan es di sekolahan," katanya.

Dia menduga kuat gangguan kesehatan kedua anaknya tersebut, disebabkan asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sebagian Kota Pekanbaru dan sejumlah kabupaten tetangga.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah, dia mengenakan masker kepada anaknya jika terpaksa harus keluar rumah.

Dia menuturkan dampak asap akan lebih terasa pada pagi hari hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Selama kurun waktu itu, aroma asap menyengat seperti bakaran asap mudah tercium sehingga harus pakai masker.

Dia berharap, kebakaran hutan dan lahan bisa teratasi agar dampaknya tidak membahayakan.

"Kalau ada orang atau pihak tertentu sengaja membakar lahan, tangkap saja jangan diberi ampun karena dampaknya merugikan jutaan orang," katanya.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah menurunkan personel untuk membagikan masker kepada warga, mengantisipasi dampak kabut asap karhutla yang mulai menyelimuti Kota Pekanbaru.

“Kita ada persediaan 10 ribu masker, dan kita bagikan secara gratis untuk masyarakat,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Riau Yohanes.

Petugas dari Dinas Kesehatan dibagi ke sejumlah lokasi untuk membagikan masker. Lokasi pembagian masker di antaranya di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tuanku Tambussai, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Yos Sudarso.

Masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, mobil, dan pejalan kaki. Selain membagikan masker, petugas juga mengedukasi warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah saat kabut asap menyelimuti udara.

Pihaknya akan langsung turun ke lapangan apabila kabut asap kembali menyelimuti Pekanbaru. Kabut asap sifatnya dinamis dan biasanya muncul pada pagi hari.

Di Kota Pekanbaru hingga saat ini terdapat sekitar 700 penderita infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh polusi asap di ibu kota Provinsi Riau itu.


Baca juga artikel terkait KEBAKARAN HUTAN atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Maya Saputri
DarkLight