AS Siap Berunding dengan Korea Utara Soal Denuklirisasi

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 24 Juni 2019
Dibaca Normal 1 menit
AS buka peluang perundingan soal denuklirisasi dengan Korea Utara.
tirto.id - Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan pada Minggu (23/6/2019), AS siap untuk kembali berunding dengan Korea Utara, setelah pemimpin Korut berulang kali mengirimkan sinyal ingin berdiskusi kembali tentang denuklirisasi.

Melansir Associated Press, Pompeo berharap, melalui surat yang dikirimkan kepada presiden Korea Utara, Kim Jong-un oleh Presiden AS, Donald Trump akan menjadi langkah awal yang baik untuk melanjutkan diskusi penting dengan Korea Utara untuk denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Namun ia tak tidak menjelaskan secara detail mengenai isi surat tersebut. Sedangkan juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan kedua pemimpin negara telah memberi tanggapa soal perundingan tersebut.

“Kami telah bekerja membangun fondasi sejak di Hanoi, kami pikir kami melakukan hal yang lebih baik. Saya pikir komentar Korea Utara pagi ini mengindikasikan kemungkinan ada kesempatan besar,” ucap Pompeo.

Ia menambahkan AS telah siap jika Korea Utara kembali mengajak berdiskusi, melanjutkan apa yang sebelumnya sempat tertunda karena tidak ada persetujuan akhir kedua belah pihak.


Amerika Serikat meminta agar Korut menghentikan seluruh praktek persenjataan nuklir agar sanksi internasional bisa terangkat. Di sisi lain, Korut ingin sanksi diangkat bersamaan dengan denuklirisasi secara bertahap, dikutip dari South China Morning Post.

Pertemuan kedua yang digelar di Hanoi Februari lalu berakhir tanpa kesepakatan di kedua belah pihak, dan keduanya kembali bersitegang. Korea Utara juga kembali melanjutkan uji coba senjata nuklir.

Akan tetapi, pemimpin kedua negara saling berkirim surat. Pada awal Juni Trump mengatakan ia menerima surat dari Kim, meskipun tidak menjelaskan isi surat tersebut. Baru-baru ini, ia juga menerima surat ucapan selamat ulang tahun dari Korea Utara.

Perbincangan denuklirisasi tersebut telah digagas sejak dahulu. Sebelumnya, diberitakan Reuters, Januari 2021 adalah penetapan tenggat waktu bagi Korea Utara menghentikan seluruh aktivitas nuklirnya di Semenanjung Korea.

AS beranggapan senjata nuklir Korea Utara dapat membahayakan AS, begitu juga Korea Selatan dan Jepang sebagai sekutu AS. Oleh karena itu, Korea Selatan juga mendukung upaya diskusi denuklirisasi As-Korut tersebut.

Baca juga artikel terkait DENUKLIRISASI atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Politik)

Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yantina Debora
DarkLight