Arcandra Tahar Resmi Jadi Komisaris Utama PGN

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 21 Januari 2020
Arcandra menggantikan IGN Wiratmaja Puja yang menjabat sebagai Komisaris Utama PGN per Agustus 2019.
tirto.id - Mantan Wakil Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar resmi ditunjuk sebagai komisaris utama Perusahaan Gas Negara (PGN). Arcandra resmi menjabat sebagai komisaris utama melalui rapat umum pemegang saham Luar Biasa Tahun 2020.

Arcandra menggantikan IGN Wiratmaja Puja yang menjabat sebagai komisaris utama per Agustus 2019.

“Beliau resmi menjadi komisaris utama. Kami jajaran direksi mendukung dan positif dengan kehadiran beliau memperkuat jajaran komisaris serta direksi PGN,” ucap Direktur Utama PGN Gigih Prakoso dalam konferensi pers di Graha PGN, Selasa (21/1/2020).

Gigih mengatakan latar belakang Arcandra di dunia migas tentu dapat mendukung operasional perusahaan. Terlebih lagi Arcandra menurutnya sudah pernah menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM.

“Saya yakin beliau bisa memberi masukan buat PGN,” ucap Gigih.

Terpilihnya Arcandra ini sebelumnya juga sudah sempat diumumkan oleh Kementerian BUMN 2019 lalu. Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Arcandra sebagai Komisaris Utama PGN.

Arcandra Tahar mengucapkan terima kasih atas pemilihan dirinya dalam jajaran komisaris PGN. Dengan pergantian ini ia akan berupaya meningkatkan kinerja PGN.

Dengan demikian, ada nilai tambah yang bisa dinikmati pemerintah maupun seluruh pemegang saham PGN yang ada. Arcandra mengharapkan adanya dukungan dari semua pihak baik itu pemegang saham, direksi maupun anggota komisaris yang sudah lebih dulu menjabat darinya.

“Mulai hari ini saya akan dedikasikan waktu saya membesarkan PGN. Potensinya yang ada masih bisa digali dan ditingkatkan,” ucap Arcandra yang juga pernah menjabat Menteri ESDM periode Juli 2016–Agustus 2016 dalam konferensi pers di Graha PGN, Selasa (21/1/2020).


Baca juga artikel terkait KEMENTERIAN BUMN atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight