Bahasa Indonesia

Apa Itu Satire & Sarkasme: Contoh dan Perbedaannya

Oleh: Ega Krisnawati - 22 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Satire dan sarkasme adalah ragam gaya bahasa untuk mengekspresikan suatu kalimat. Berikut ini perbedaan dan contohnya dalam kalimat.
tirto.id - Satire adalah sindiran dengan cara menertawakan. Sementara sarkasme adalah gaya bahasa sindiran dengan menggunakan kata-kata yang kasar dan keras (paling kasar), dibandingkan dengan ironi atau sinisme.

Baik satire maupun sarkasme adalah ragam gaya bahasa untuk mengekspresikan suatu kalimat dalam bahasa Indonesia.

Menurut KBBI Daring, satire dipahami sebagai gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Dalam nominanya, satire berarti sindiran atau ejekan.

Selain itu, satire juga meliputi empat pemahaman kata. Empat pemahaman tersebut, yaitu:

  • Geli
  • Teater
  • Sandiwara
  • Puisi

Pada kata geli, satire sepadan dengan kata-kata seperti, badutan (cak), banyolan, bebodoran, canda gurau, dagelan, ejekan, gurauan, humor, komedi, lawakan, lelucon, olok-olok, parodi, penggeli, dan tertawaan.

Kemudian, pada kata teater, satire sepadan dengan kata-kata seperti, drama satu-babak, drama sejarah, drama sensasi, drama tari, drama tendensi, dan melodrama.

Lalu, pada kata sandiwara, satire sepadan dengan kata-kata seperti sandiwara modern, sandiwara boneka, dan opera. Sementara pada kata puisi, satire sepadan dengan kata-kata seperti, epigram, epik, epode, gazel, lagu, limerik, lirik, madrigal, monodi, ode, palinode, dan rapsodi.

Berbeda halnya dengan sarkasme yang dipahami sebagai kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar. Dalam pemahaman nomina, sarkasme disebut sebagai ungkapan dari penghinaan. Penghinaan ini meliputi gaya bahasa berupa ejekan, kecaman, klaim, kritikan, protes, sindiran, dan tuntutan.


Perbedaan Satire dan Sarkasme


Sebagaimana yang dilansir dari buku Mengenal Gaya Bahasa, satire ada dalam kelompok gaya bahasa pertentangan. Sementara sarkasme termasuk dalam kelompok gaya bahasa antiklimaks. Lantas, apa lagi perbedaannya?

1. Satire

Satire adalah gaya bahasa yang menertawakan atau menolak sesuatu. Bentuk ini tidak harus bersifat ironis, satire mengandung kritik tentang kelemahan manusia.

Tujuan dari satire adalah agar ditiadakan perbaikan secara etis maupun estetis. Dalam bahasa Prancis, satire adalah sajak atau karangan berupa kritik yang meresap-resap (sebagai sindiran atau secara langsung disampaikan).

Satire dapat diungkapkan dalam berbagai cara:

  • Dengan nada yang ramah;
  • Dengan nada yang keras;
  • Dengan nada yang menusuk.

2. Sarkasme

Secara terminologi, sarkasme berasal dari bahasa Yunani, yaitu sarkasmos yang diturunkan dari kata kerja sakasein. Sakasein berarti, merobek-robek daging seperti anjing, menggigit bibir karena marah, atau berbicara dengan kepahitan.

Dengan begitu, sarkasme dipahami sebagai gaya bahasa yang mengandung olok-olok atau sindiran pedas dan menyakiti hati. Ciri utama sarkasme adalah mengandung kepahitan dan celaan yang getir, menyakiti hati, dan kurang enak didengar.

Contoh dari sarkasme, yaitu "kamu tidak dapat mengerjakan soal semudah ini? Dasar otak udang isi kepalamu!"


Baca juga artikel terkait SARKASME atau tulisan menarik lainnya Ega Krisnawati
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight