Anak 11 Tahun Depresi dan Meninggal: Bagaimana Kenali Depresi Anak?

Penulis: Dipna Videlia Putsanra, tirto.id - 22 Jul 2022 11:50 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Anak SD 11 tahun meninggal karena depresi usai dipaksa setubuhi kucing, bagaimana kenali depresi anak?
tirto.id - Seorang anak SD berusia 11 tahun yang masih duduk di kelas 6 mengalami depresi berat hingga meninggal dunia. Sebelum dibawa ke rumah sakit, ia tidak mau makan dan minum.

Persoalan anak itu mendapatkan perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya yang melakukan pendampingan hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan hasil informasi yang dihimpun, korban sempat dipukuli teman sepermainannya, dan disuruh menyetubuhi kucing lalu direkam menggunakan kamera HP.

"Bentuk perundungannya adegan tidak senonoh, di mana korban dipaksa dan diancam teman sepermainannya," kata Ato, dikutip Antara News.

Saat ini, Polres Tasikmalaya telah menyelidiki lebih lanjut kasus perundungan anak untuk mengetahui fakta-fakta di lapangan yang selanjutnya akan diproses sesuai aturan perundangan-undangan yang berlaku.


Cara Mengetahui Anak Depresi


Depresi bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, hanya karena seorang anak tampak sedih tidak berarti mereka mengalami depresi yang signifikan.

Jika kesedihan menjadi terus-menerus atau mengganggu aktivitas sosial, minat, tugas sekolah, atau kehidupan keluarga yang normal, itu mungkin berarti anak menderita penyakit depresi.

Menurut WebMD, gejala depresi pada anak bervariasi. Kondisi ini sering tidak terdiagnosis dan tidak diobati karena gejalanya dianggap sebagai perubahan emosional dan psikologis yang normal.

Studi medis awal berfokus pada depresi "bertopeng", di mana suasana hati anak yang tertekan dibuktikan dengan bertingkah laku atau perilaku marah.

Meskipun hal ini terjadi, terutama pada anak-anak yang lebih kecil, banyak anak menunjukkan kesedihan atau suasana hati mirip dengan orang dewasa yang mengalami depresi. Gejala utama depresi berkisar pada kesedihan, perasaan putus asa, dan perubahan suasana hati.


Gejala Depresi Anak


Menurut NHS, tanda dan gejala depresi pada anak antara lain:
  • kesedihan, atau suasana hati murung yang tidak kunjung hilang.
  • menjadi mudah tersinggung atau pemarah sepanjang waktu.
  • tidak tertarik pada hal-hal yang dulu mereka sukai.
  • merasa lelah dan lemas sepanjang waktu.
Anak Anda mungkin juga:
  • mengalami kesulitan tidur atau tidur lebih lama dari biasanya.
  • tidak bisa berkonsentrasi.
  • kurang berinteraksi dengan teman dan keluarga.
  • ragu-ragu.
  • kurang percaya diri.
  • makan lebih sedikit dari biasanya atau makan berlebihan.
  • mengalami perubahan berat badan yang besar.
  • tampak tidak bisa rileks atau lebih lesu dari biasanya.
  • berbicara tentang perasaan bersalah atau tidak berharga.
  • merasa kosong atau tidak dapat merasakan emosi (mati rasa).
  • memiliki pemikiran tentang bunuh diri atau melukai diri sendiri.
  • menyakiti diri sendiri, misalnya menyayat kulit.
Beberapa anak yang memiliki masalah dengan kecemasan dan juga depresi memiliki gejala fisik, seperti sakit kepala dan sakit perut.

Masalah di sekolah bisa menjadi tanda depresi pada anak-anak dan remaja, begitu juga dengan perilaku bermasalah. Anak-anak remaja yang mengalami depresi dapat menyalahgunakan obat-obatan atau alkohol.

Jika Anda berpikir anak Anda depresi, penting untuk berbicara dengan mereka. Cobalah untuk mencari tahu apa yang mengganggu mereka dan bagaimana perasaan mereka.

Apa pun yang menyebabkan masalah mereka, anggap serius. Ini mungkin tidak tampak seperti masalah besar bagi Anda, tetapi bisa menjadi masalah besar bagi anak Anda.

Jika anak Anda tidak ingin berbicara dengan Anda, beri tahu mereka bahwa Anda khawatir tentang mereka dan bahwa Anda ada di sana jika mereka membutuhkan Anda.

Dorong mereka untuk berbicara dengan orang lain yang mereka percayai, seperti anggota keluarga lain, teman atau seseorang di sekolah.

Mungkin bermanfaat bagi Anda untuk berbicara dengan orang lain yang mengenal anak Anda, termasuk orang tua anak yang lain.

Anda juga dapat menghubungi sekolah mereka untuk menanyakan apakah anak Anda berperilaku berbeda di sekolah atau ada yang mengganggunya.

Jika Anda merasa anak Anda mengalami depresi, atau Anda mengkhawatirkan kesehatan mereka secara umum, buatlah janji dengan mereka untuk menemui dokter umum.

Jika perlu, dokter umum dapat merujuk anak Anda ke layanan kesehatan mental anak dan remaja setempat untuk mendapatkan bantuan spesialis.


Baca juga artikel terkait DEPRESI atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Addi M Idhom

DarkLight