Alasan Jokowi Dianugerahi Asian of the Year 2019 The Straits Times

Oleh: Yantina Debora - 5 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
Jokowi dipilih sebagai sosok yang berpengaruh di Asia atau Asian of the Year 2019 dari The Straits Times.
tirto.id - Presiden Joko Widodo dianugerahi Asian of The Year 2019 dari The Straits Times pada 5 Desember 2019.

“Setiap tahun, editor ST [The Straits Time] mencari orang, tim, atau organisasi yang tidak hanya membuat atau membentuk berita, tetapi membantu memberikan kontribusi positif bagi Asia dalam prosesnya," kata Warren Fernandez, Editor The Straits Times, dalam rilis, Kamis (5/12/2019).

"Presiden Joko Widodo telah melakukan itu dengan sangat baik. Tidak hanya memenangkan periode kedua, dia telah melakukan bagiannya untuk menjaga Indonesia yang luas dan berbeda dan membawanya maju. Begitu juga untuk Asean," lanjut Warren.

The Straits Times mengungkapkan Jokowi berhasil menjadi "bintang" dan menjadi perhatian nasional saat menjadi Wali kota Solo dari 2005 hingga 2012.

Karier Jokowi terus menanjak dengan menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012-2014. Pada pemilu 2014, Jokowi berhasil memenangkan pemilu dan menjadi pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Awal tahun ini, Jakarta menjadi tuan rumah pertemuan regional yang pertama kali mengusulkan Asean Outlook Indo-Pasifik dan memainkan peran penting dalam merumuskan dokumen yang diadopsi oleh para pemimpin Asean di KTT Bangkok pada Juni.

"Sebagai pelayan negara kepulauan yang luas dan memiliki lebih dari 17.000 pulau yang berhadapan dengan Australia di satu sisi dan India di ujung lainnya, ia menghadapi banyak tantangan, tetapi ia menunjukkan ketangkasan dan kemampuan dalam menavigasi arus politik dalam negeri dan dalam hubungan internasional," kata The Straits Times terkait penghargaan kepada Jokowi.

Jokowi disebut memiliki kepribadian yang membumi, kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang dan berempati dengan rakyat jelata. Hal ini disebut sebagai salah satu faktor Jokowi banyak dikagumi di Indonesia.

Di luar negeri, Jokowi disebut memilik kemampuan untuk "bergulat" dengan tantangan yang dihadapi negara atau kawasan.

"Meskipun menyadari tantangan yang dihadapinya, kami tetap mengungkapkan harapan bahwa Presiden [Jokowi] tidak akan berkompromi dalam upayanya untuk membangun Indonesia yang demokratis, bebas korupsi, terbuka, toleran, dan inklusif," tulis The Straits Times.

Penghargaan Asian of the Year yang diumumkan menjelang akhir tahun, telah menjadi bagian penting dari kalender Asia sejak 2012.

Penghargaan perdana Asian of the Year diberikan kepada Perdana Menteri Myanmar saat itu, Thein Sein, diikuti oleh penghargaan bersama untuk Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 2013, dan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi pada 2014.

Pada 2015, penghargaan itu diberikan secara anumerta. kepada Mr Lee Kuan Yew, Perdana Menteri pendiri Singapura.


Baca juga artikel terkait JOKOWI atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Politik)

Sumber: Siaran Pers
Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight