Menuju konten utama

Benarkah AI Bikin Gaming di Laptop Lebih Lancar? Ini Faktanya

Benarkah AI bikin gaming lebih lancar? Begini cara kerja AI meningkatkan FPS & performa game di laptop, lengkap dengan rekomendasi AI laptop gaming terbaik.

Benarkah AI Bikin Gaming di Laptop Lebih Lancar? Ini Faktanya
Ilustrasi laptop gaming. Getty Images/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - AI laptop gaming semakin banyak dibicarakan dan diminati banyak orang. Embel-embel “AI” pada laptop membuat perangkat ini terkesan lebih eksklusif, canggih, dan modern, bahkan dianggap bisa menunjang performa game. Namun, apa benar AI bikin gaming lebih lancar?

Laptop gaming dikenal sebagai perangkat dengan performa tinggi yang memang dirancang untuk menjalankan game dengan kebutuhan grafis dan komputasi yang berat.

Laptop ini umumnya dibekali berbagai teknologi dan komponen yang mumpuni, termasuk prosesor dan GPU bertenaga. Sebagian laptop bahkan sudah mendukung teknologi Ray Tracing melalui GPU untuk menghasilkan visual yang lebih realistis dalam game.

Di sisi lain, teknologi AI kini mulai banyak ditemukan pada berbagai laptop gaming. Kecerdasan buatan memang memiliki peran besar pada performa sebuah laptop. Namun, bagaimana cara kerja AI dalam mendukung aktivitas gaming? Apa benar AI bisa membuat permainan berjalan lebih lancar?

Apa yang Dimaksud AI pada Laptop Gaming?

perbedaan deepsek dan chatgpt

Ilustrasi AI. FOTO/iStockphoto

Istilah laptop gaming AI bukan berarti laptop tersebut menggunakan AI untuk membuat game berjalan lebih cepat. Hubungan antara AI dengan performa game tidak sesederhana itu. Pada dasarnya, laptop AI memiliki beberapa komponen dengan fungsi yang berbeda, yaitu CPU, GPU, dan NPU.

CPU menangani berbagai tugas umum dan logika sistem, GPU menjadi komponen utama untuk merender grafis game, sedangkan NPU laptop gaming menangani tugas berbasis AI, mulai dari pemrosesan suara, efek latar belakang, dan berbagai fitur lain yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

Namun, meskipun laptop sudah dibekali NPU, keberadaan komponen ini tidak otomatis membuat performa gaming-nya jadi lebih tinggi. Pasalnya, performa game tetap bergantung pada kemampuan komponen lain di dalam laptop.

Sebagai gambaran, NPU dapat digunakan untuk pemrosesan suara, efek latar belakang, maupun fitur AI pada aplikasi, sementara GPU laptop gaming tetap bertanggung jawab terhadap sebagian besar proses rendering game.

Jadi, maksud dari istilah AI laptop gaming adalah perangkat tersebut menggunakan teknologi atau komponen yang memang dirancang untuk menjalankan workload berbasis kecerdasan buatan.

Label “AI” bukan berarti laptop tersebut menggunakan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kinerja laptop secara langsung, tapi AI digunakan untuk membantu pekerjaan tertentu agar komponen lain tidak bekerja terlalu berat.

Bagaimana AI Bisa Meningkatkan FPS?

ANAK BELAJAR AI CODING

Ilustrasi Laptop AI. foto/istockphoto

Salah satu contoh peran AI pada laptop gaming berkaitan dengan FPS (Frames Per Second). Performa sebuah game bisa menjadi lebih baik berkat penggunaan teknologi AI untuk meningkatkan FPS pada game.

FPS sendiri merupakan salah satu parameter performa game. FPS berkaitan erat dengan kelancaran tampilan game karena menunjukkan seberapa banyak frame yang dapat ditampilkan dalam satu detik.

Semakin tinggi dan stabil FPS, gerakan dalam game umumnya terlihat lebih mulus, terutama pada game yang memang membutuhkan tampilan gerakan cepat seperti game balap. Lalu, bagaimana pengaruh AI terhadap FPS?

Dalam konteks ini, AI dapat membantu meningkatkan FPS pada game melalui teknologi AI upscaling. Salah satu contohnya adalah DLSS (Deep Learning Super Sampling) yang dikembangkan oleh NVIDIA, khususnya untuk GPU GeForce RTX.

Mekanismenya sendiri cukup cerdas. Alih-alih memaksa GPU merender game pada resolusi tinggi secara native yang pastinya membutuhkan daya komputasi sangat berat, GPU akan merender game pada resolusi yang lebih rendah terlebih dahulu.

Sebagai contoh, ketika sebuah game dimainkan pada resolusi tinggi (misalnya 4K), GPU harus memproses jutaan piksel untuk setiap frame jika seluruh gambar dirender secara native. Namun, dengan DLSS, game dapat menggunakan resolusi internal yang lebih rendah sebagai input.

Setelah itu, AI memanfaatkan informasi dari gambar beresolusi rendah tersebut untuk membangun gambar akhir dengan resolusi yang lebih tinggi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa AI tidak secara langsung meningkatkan performa game, melainkan membantu mengoptimalkan proses rendering.

Dengan kata lain, peningkatan FPS terjadi karena cara GPU memproses gambar menjadi lebih efisien berkat bantuan AI. Dikutip dari situs HP, peningkatan FPS ini bisa mencapai 30–50%.

Teknologi AI Frame Generation

Battlegrounds First Person
Ilustrasi Game. Screenshot/PUBG Mobile

Selain upscaling AI, ada teknologi frame generation yang memanfaatkan AI untuk menghasilkan frame tambahan di antara frame yang dirender GPU secara normal. Dengan cara ini, jumlah frame yang ditampilkan di layar meningkat tanpa membuat GPU bekerja lebih berat.

Lalu, bagaimana cara kerja frame generation dan bagaimana AI meningkatkan FPS? Secara sederhana, GPU akan tetap merender frame seperti biasa. Misalnya, GPU menghasilkan frame A dan B.

Teknologi frame generation kemudian menganalisis frame yang sudah dirender untuk memperkirakan seperti apa gambar pada momen di antara dua frame. Hasil perkiraan itu kemudian di-generate menjadi frame tambahan untuk ditampilkan di antara frame asli.

Maka, hasilnya bukan lagi frame A dan B, tapi bisa menjadi frame A, A1, B. Frame A1 itulah yang merupakan frame tambahan hasil dari teknologi frame generation berbasis AI. Tambahan frame inilah yang membuat tampilan game menjadi lebih mulus dan tidak patah-patah.

Apakah NPU Bisa Membuat FPS Lebih Tinggi?

Ilustrasi Chip

Ilustrasi NPU. FOTO/iStockphoto

Pada AI laptop gaming, NPU adalah komponen yang dirancang untuk menangani komputasi AI tertentu, sementara GPU tetap menjadi komponen utama yang bertanggung jawab terhadap proses rendering game yang berkaitan dengan FPS.

Situs HP menjelaskan bahwa NPU umumnya tidak memberikan peningkatan FPS secara langsung. Namun, NPU dapat membantu meringankan beban CPU ketika laptop digunakan untuk beberapa aktivitas sekaligus.

Contohnya, saat bermain game sambil melakukan streaming, tugas AI tertentu dapat dialihkan ke NPU sehingga sumber daya CPU lebih banyak tersedia untuk menangani game dan proses lainnya.

Artinya, keberadaan NPU dapat membantu membagi beban kerja sehingga CPU atau GPU tidak harus menangani seluruh tugas AI. Hal inilah yang membuat AI PC terasa memiliki performa yang lebih baik.

Dengan kata lain, NPU bertugas menjalankan berbagai workload AI, sementara kemampuan gaming tetap berkaitan erat dengan kombinasi CPU, GPU, dan konfigurasi keseluruhan laptop.

Peran AI dalam Performa dan Suhu Laptop Gaming

 ilustrasi Agentic AI

ilustrasi Laptop AI. foto/istockphoto

Selain membantu pemrosesan grafis melalui teknologi seperti AI upscaling dan frame generation, AI pada laptop gaming juga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan performa, konsumsi daya, dan sistem pendinginan.

Salah satu contohnya adalah NVIDIA Max-Q, yang memiliki fitur Dynamic Boost dan WhisperMode. Dynamic Boost menggunakan AI untuk mengatur distribusi daya antara CPU, GPU, dan memori GPU sesuai kebutuhan.

Sementara itu, WhisperMode menggunakan algoritma untuk mengatur kecepatan kipas dan target daya berdasarkan beban CPU, GPU, serta suhu sistem. Pengaturan ditujukan untuk menciptakan keseimbangan antara performa, konsumsi daya laptop gaming, suhu, dan tingkat kebisingan kipas.

Jadi, AI tidak secara langsung mendinginkan laptop, melainkan membantu mengatur penggunaan sumber daya agar performa laptop gaming dan temperatur dapat dikelola secara lebih efisien.

Meski demikian, perlu diingat bahwa suhu laptop AI untuk gaming tetap dipengaruhi oleh banyak hal, seperti jenis CPU dan GPU, sistem pendinginan, desain bodi, suhu ruangan, serta beban game itu sendiri.

Oleh karena itu, kecerdasan buatan tidak otomatis membuat sebuah AI laptop gaming menjadi lebih dingin. AI hanya berperan sebagai alat optimasi yang membantu laptop menentukan kapan harus meningkatkan atau mengurangi performa dan penggunaan daya.

Jadi, Benarkah AI Bikin Gaming Lebih Lancar?

Ilustrasi Peramban AI

Ilustrasi Laptop AI. foto/istockphoto

Jawabannya iya, tapi tidak secara langsung dan bergantung pada teknologi yang digunakan. Istilah "AI" pada laptop gaming bisa mencakup beberapa fungsi yang berbeda, termasuk neural rendering yang memanfaatkan AI dalam proses menghasilkan atau memproses visual.

Oleh karena itu, dampaknya terhadap pengalaman bermain game juga tidak selalu sama. Peran AI bisa mencakup hal-hal berikut:

  • AI upscaling: membantu meningkatkan FPS dengan merender gambar pada resolusi internal yang lebih rendah lalu merekonstruksinya ke resolusi output yang lebih tinggi.
  • Frame Generation: meningkatkan FPS dengan membuat frame tambahan menggunakan AI, tapi frame tersebut berbeda dari frame yang dirender secara native oleh GPU.
  • NPU: tidak otomatis meningkatkan FPS. NPU hanya ditujukan untuk menjalankan workload AI tertentu secara efisien dan dapat membantu ketika laptop menjalankan multitasking.
  • Optimasi laptop gaming: AI dapat membantu pengelolaan performa, daya, dan suhu laptop sehingga kinerja perangkat dapat dipertahankan sesuai dengan kondisi penggunaan.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa AI tidak secara langsung membuat game jadi lebih lancar melalui peran-peran di atas. Dengan kata lain, bukan sekadar label "AI" yang membuat sebuah laptop gaming jadi lebih lancar.

Hal yang perlu dilihat adalah teknologi AI apa yang tersedia dan bagaimana teknologi tersebut benar-benar digunakan dalam game. Selain itu, Kelancaran gaming tetap bergantung pada faktor lain, termasuk GPU, CPU, RAM, resolusi, pengaturan grafis, sistem pendinginan, hingga game yang dimainkan.

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Laptop Gaming AI?

Ilustrasi Remaja Menonton Di Laptop

Ilustrasi Laptop Gaming. Getty Images/iStockphoto

Label AI laptop gaming memang menggiurkan karena terkesan menawarkan performa yang mumpuni untuk aktivitas berat. Namun, jangan hanya terpaku pada label “AI” tersebut. Jika tujuan utamanya adalah bermain game, maka ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, berikut di antaranya:

1. Perhatikan Kemampuan GPU

GPU merupakan salah satu komponen paling penting untuk menentukan performa gaming karena bertugas merender grafis dan menghasilkan frame. Oleh karena itu, perhatikan jenis GPU yang digunakan, apalagi jika mengincar game AAA dengan resolusi dan pengaturan grafis tinggi.

2. Cek Dukungan AI Upscaling dan Frame Generation

Jika ingin memanfaatkan AI gaming untuk meningkatkan pengalaman bermain game, periksa apakah GPU laptop mendukung teknologi seperti AI upscaling dan frame generation.

Teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan FPS yang ditampilkan atau memungkinkan game berjalan pada pengaturan grafis yang lebih tinggi.

Perlu diingat, tidak semua laptop dengan NPU otomatis mendukung fitur tersebut, karena dukungannya bergantung pada GPU dan teknologi yang tersedia.

3. Jangan Hanya Mengandalkan NPU

Keberadaan NPU memang menjadi salah satu ciri laptop AI. Namun, NPU tidak otomatis membuat performa game lebih lancar. Jadi, jangan menjadikan NPU sebagai patokan utama ketika memilih laptop gaming. NPU justru akan lebih relevan jika kamu membutuhkan laptop untuk berbagai aplikasi AI.

4. Perhatikan Sistem Pendinginan

Performa tinggi biasanya menghasilkan panas yang lebih besar, terutama ketika CPU dan GPU bekerja keras saat bermain game. Oleh karena itu, perhatikan desain pendinginan laptop dan teknologi yang digunakan.

Pada AI laptop gaming, perangkat akan menggunakan teknologi berbasis AI untuk mengatur performa, daya, dan kecepatan kipas agar semuanya berjalan dengan seimbang.

5. Sesuaikan CPU dan RAM dengan Kebutuhan

GPU memang sangat penting, tapi CPU dan RAM juga berpengaruh besar terhadap pengalaman bermain game. CPU yang memadai membantu menangani logika permainan, simulasi, dan berbagai proses lain yang berjalan di latar belakang.

Sementara itu, kapasitas RAM yang memadai membantu game dan aplikasi berjalan tanpa terlalu cepat mengalami keterbatasan memori. Untuk laptop gaming yang juga digunakan bekerja dengan aplikasi berat, pertimbangkan konfigurasi CPU dan RAM yang lebih tinggi.

6. Perhatikan Layar dan Refresh Rate

FPS tinggi akan lebih terasa manfaatnya jika layar mampu menampilkan frame dengan refresh rate yang sesuai. Jadi, jangan hanya terpaku pada teknologi AI, tapi periksa juga perangkat secara keseluruhan, termasuk apakah layarnya memiliki resolusi dan refresh rate yang sesuai.

Aksesoris yang Bisa Mendukung Gaming di Laptop

Keyboard Gaming

Ilustrasi Mouse dan Keyboard Gaming. foto/istockphoto

Setelah melihat komponen internal, pengalaman gaming juga dapat dipengaruhi oleh perangkat eksternal yang digunakan. Aksesori tidak akan membuat komponen internal jadi lebih bertenaga, tapi dapat membantu meningkatkan pengalaman bermain secara keseluruhan.

Beberapa aksesori yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Mouse gaming: terutama untuk game FPS, MOBA, dan genre lain yang membutuhkan kontrol pointer cepat dan presisi.
  • Headset gaming: untuk mendengarkan suara game dengan lebih jelas sekaligus berkomunikasi dengan rekan satu tim melalui mikrofon.
  • Cooling pad: membantu meningkatkan aliran udara di sekitar laptop. Efektivitasnya tetap bergantung pada desain laptop dan sistem pendinginan bawaan.
  • Keyboard eksternal: dapat digunakan jika merasa kurang nyaman bermain game dengan keyboard bawaan laptop.
  • Controller: cocok untuk game balap, olahraga, action, dan genre tertentu yang terasa lebih nyaman dimainkan menggunakan stik analog.

5 Rekomendasi AI Laptop Gaming Terbaik

Asus ROG Mothership

Ilustrasi Laptop Gaming. FOTO/rog.asus.com

Saat ini ada cukup banyak AI laptop gaming yang beredar di pasaran dengan spek kelas atas. Laptop-laptop ini mengandalkan teknologi AI dari NVIDIA dan AMD untuk membantu mendongkrak FPS maupun kualitas visual game. Berikut beberapa rekomendasi laptop gaming yang dapat dipertimbangkan:

1. ASUS ROG FLOW Z13 2in1 GZ302EA

ASUS ROG Flow Z13 2-in-1 menjadi salah satu pilihan AI laptop gaming terbaik. Perangkat ini mengandalkan AMD Ryzen AI MAX+ 395 yang memiliki 16 core, 32 thread, kecepatan hingga 5,1 GHz, serta AMD XDNA NPU hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI.

Laptop ini turut mendukung teknologi AI gaming seperti upscaling dan frame generation melalui ekosistem AMD. ASUS menyematkan AMD Radeon 8060S Graphics dan mendukung AMD Fluid Motion Frames (AFMF) untuk menghasilkan frame tambahan.

Laptop ini juga dilengkapi RAM LPDDR5X hingga 64GB dan SSD PCIe 4.0 NVMe 1TB yang mendukung kelancaran game maupun multitasking. Untuk gaming, tersedia layar ROG Nebula Display 13,4 inci 2.5K dengan refresh rate 180Hz. Laptop ini bisa didapatkan dengan harga Rp43.000.000–Rp45.000.000 (32 GB).

2. ASUS ROG ZEPHYRUS G14

Masih dari ASUS, laptop gaming berikutnya ada ASUS ROG Zephyrus G14 yang mengandalkan AMD Ryzen AI 9 465 (10 core, 20 thread, kecepatan hingga 5,0 GHz) dengan AMD XDNA NPU hingga 50 TOPS.

Laptop ini menggunakan GPU NVIDIA GeForce RTX 5060 8GB GDDR7 yang mendukung teknologi gaming berbasis AI seperti DLSS. Performa tersebut dipadukan dengan RAM 32GB LPDDR5X dan SSD PCIe 4.0 512GB untuk menunjang aktivitas berat seperti gaming.

Pengalaman bermain game juga didukung layar OLED 14 inci beresolusi 3K (2880 x 1800) dengan refresh rate 120Hz dan Adaptive-Sync. ASUS ROG Zephyrus G14 dibanderol dengan harga Rp48.000.000–Rp49.000.000.

3. Acer Predator Helios Neo 16S AI

AI laptop gaming selanjutnya adalah Acer Predator Helios Neo 16S AI yang hadir dengan Intel Core Ultra 7 255HX. Laptop ini memakai GPU NVIDIA GeForce RTX 5060 8GB GDDR7 yang memiliki kemampuan AI hingga 440 TOPS serta mendukung DLSS 4.

Kombinasi tersebut dipadukan dengan RAM 16GB DDR5 yang dapat ditingkatkan hingga 64GB, serta SSD NVMe Gen4 1TB yang lega. Untuk pengalaman bermain game, laptop ini memiliki layar OLED 16 inci WQXGA 2560 x 1600 dengan refresh rate 240Hz, G-SYNC, dan cakupan warna DCI-P3 100%.

Sebagai pelengkap, tersedia sistem pendingin dengan kipas Aeroblade 3D Fan generasi kelima, Vortex Flow, dan liquid metal thermal. Acer Predator Helios Neo 16S AI dijual dengan harga Rp29.000.000–Rp30.000.000.

4. Lenovo Legion Pro 5i

Lenovo Legion Pro 5i OLED merupakan AI laptop gaming yang mengandalkan Intel Core Ultra 7 255HX (20 core, 20 thread, dan kecepatan hingga 5,2 GHz), serta terintegrasi Intel AI Boost hingga 13 TOPS.

Untuk gaming, laptop ini dibekali NVIDIA GeForce RTX 5060 8GB GDDR7 dengan TGP 115W dan kemampuan hingga 572 AI TOPS, sehingga dapat mendukung teknologi berbasis AI seperti DLSS untuk membantu meningkatkan frame rate pada game yang kompatibel.

Performa tersebut dipadukan dengan RAM 16GB DDR5-5600 serta SSD PCIe 4.0 NVMe 1TB. Pengalaman bermain game juga ditunjang layar OLED 16 inci WQXGA dengan refresh rate 165Hz. Laptop ini dibanderol harga RP33.000.000–Rp35.000.000.

5. Lenovo Legion 5 15AKP10

Lenovo Legion 5 15AKP10 merupakan AI laptop gaming yang mengandalkan AMD Ryzen AI 7 350 dengan 8 core dan 16 thread serta NPU terintegrasi AMD Ryzen AI hingga 50 TOPS.

Untuk kebutuhan gaming, laptop ini dibekali NVIDIA GeForce RTX 5060 8GB GDDR7 dengan TGP 115W dan kemampuan 572 AI TOPS, dan sudah dilengkapi teknologi Ray Tracing dan NVIDIA DLSS4.

Laptop ini dibekali RAM 16GB DDR5-5600 yang dapat ditingkatkan hingga 32GB dan SSD PCIe 4.0 NVMe 512GB. Dengan layar OLED 15,1 inci WQXGA dengan refresh rate 165Hz, laptop Lenovo ini bisa didapatkan dengan harga Rp30.000.000–RP32.000.000.

Butuh informasi laptop atau perangkat lain untuk mendukung kebutuhan sehari-hari? Temukan rekomendasi produk pilihan hingga tips-tips bermanfaat melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Gadget

Baca juga artikel terkait LAPTOP atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani