Menuju konten utama

5 Universitas Asal Pelamar Terbanyak di Pendaftaran CPNS 2018

Daftar universitas asal pelamar terbanyak di pendaftaran CPNS 2018

5 Universitas Asal Pelamar Terbanyak di Pendaftaran CPNS 2018
Tes Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). FOTO/jakarta.kemenkumham.go.id

tirto.id - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 termasuk yang paling banyak menerima pelamar dalam sejarah hingga tembus sekitar 4,4 juta. BKN mencatat, dari data pelamar yang masuk, terdapat 5 universitas asal pelamar terbanyak dalam masa pendaftaran CPNS 2018.

Berikut daftar universitas asal pelamar terbanyak di pendaftaran CPNS 2018:

  1. Universitas Terbuka: 102,229 pelamar
  2. Universitas Pendidikan Indonesia: 33,647 pelamar
  3. Universitas Negeri Padang: 31,330 pelamar
  4. Universitas Negeri Semarang: 31,155 pelamar
  5. Universitas Brawijaya: 29,488 pelamar.
“Dibanding dengan pelamar CPNS tahun-tahun sebelumnya, pelamar CPNS tahun 2018 terbanyak dalam sejarah,” seperti dikutip dari rilis BKN kepada Tirto, Selasa (16/10/2018).

Berdasarkan jadwal seleksi CPNS Kemen PANRB, usai melakukan pendaftaran CPNS di SSCN BKN, pelamar akan bisa melakukan cetak nomor ujian secara online mulai tanggal 21-25 Oktober 2018. Mengutip Kemen PANRB, proses Seleksi Kompetensi Dasar akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2018. Pengumuman Seleksi Kompetensi Dasar CPNS akan dilakukan pada 18 November 2018.

Tes selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Bidang CPNS yang akan dilaksanakan pada 22 November 2018. Tak hanya dua seleksi CPNS 2018 itu, pelamar juga harus mengikuti Seleksi Kompetensi ITP TOEFL paper-based, Psikotes, Teknis Bidang dan Wawancara User akan dilaksanakan pada 23-25 November 2018.

Pemerintah kemudian akan melakukan integrasi nilai Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang pada 29 November - 1 Desember 2018. Pengumuman kelulusan akhir secara online akan dilakukan pada 3 Desember 2018. Terakhir proses pemberkasan akn dimulai pada tanggal 3-21 Desember 2018.

Baca juga artikel terkait CPNS 2018 atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani