154.887 Rekening Bermasalah Hambat Realisasi Subsidi Gaji Pekerja

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 16 Desember 2020
BPJS Ketenagakerjaan mencatat 154.887 rekening bermasalah yang menghambat penyaluran subsidi upah bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.
tirto.id - BP Jamsostek mengatakan ada sekitar 154.887 rekening bermasalah yang menghambat penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sehingga realisasinya belum kunjung menyentuh 100 persen. Dari jumlah itu, BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan telah memulihkan 87.963 rekening dan sisa 66.924 rekening masih diperbaiki.

"Kenapa tidak bisa 100 persen terealisasi? Karena laporan bank penyalur mengatakan terdapat data rekening yang bermasalah dan tidak dapat ditransfer sehingga mengakibatkan retur,” ucap Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dalam keterangan tertulis, Rabu (16/12/2020).

Realisasi terkini Bantuan Subsidi Gaji/Upah (BSU) sudah menyentuh 93,94 persen. Ida mengatakan pemerintah masih berupaya agar realisasinya bisa mencapai 100 persen di akhir 2020. Ia juga telah meminta agar BP Jamsostek segera memperbaiki sisa rekening yang masih bermasalah.

“Berdasarkan data per 14 Desember 2020, realisasi BSU telah menyentuh Rp27,96 triliun atau 93,94 persen dari pagu sebesar Rp29,85 triliun,” ucap Ida.

Ida mengatakan capaian 93,94 persen itu diperoleh dari realisasi termin 1 dan 2. Termin 1 BSU terealisasi Rp14,71 triliun alias setara 12,26 juta pekerja. Angka itu baru mencapai 98,86 persen dari 12,4 juta pekerja.

Pada termin dua yaitu hingga 14 Desember 2020, pemerintah telah menyalurkan Rp13,2 triliun untuk 11,04 juta pekerja. Angka itu masih 89 dari target pekerja.

Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menyatakan lembaganya masih terus memperbaiki dan menyempurnakan data penerima BSU.

"Seluruh tim di daerah bekerja 24 jam nonstop untuk memulihkan sedikitnya 60.000 rekening penerima bantuan yang sampai saat ini masih belum bisa dilakukan transfer,” ucap Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (16/12/2020).


Baca juga artikel terkait BANTUAN SUBSIDI UPAH atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight