Update Gempa Terkini, Tanggamus Dilanda M4,5 Terasa Sampai Liwa

Penulis: Dipna Videlia Putsanra, tirto.id - 9 Des 2022 14:40 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Info gempa terkini, melanda Tanggamus Lampung siang ini, berapa skalanya?
tirto.id - Gempa bumi melanda wilayah Tanggamus, Lampung pada Jumat (9/12/2022) siang sekitar pukul 13.55 WIB. Gempa ini terasa hingga Liwa, yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Tanggamus.

BKMG Lampung mencatat, gempa ini merupakan yang keenam kalinya melanda Tanggamus, tetapi dari semua gempa tersebut, yang terakhir yang paling terasa karena memiliki magnitudo terbesar yaitu 4,5M.

Berikut daftar gempa yang melanda Tanggamus pada Desember 2022, dikutip dari BMKG Lampung, Jumat (9/12/2022).


# Tanggal Epicenter Magnitudo Kedalaman Lokasi Dirasakan
1 01/12/2022 05:03:51 WIB -5.32 , 104.58 M 1.9 7 Km Pusat gempa di darat 21 km BaratLaut TANGGAMUS-LAMPUNG
2 01/12/2022 19:08:16 WIB -5.83 , 103.7 M 2.9 10 Km Pusat gempa di laut 75 km BaratDaya PESISIRBARAT-LAMPUNG
3 04/12/2022 01:49:43 WIB -5.06 , 104.14 M 1.9 10 Km 10 km Tenggara LAMPUNGBARAT
4 05/12/2022 00:04:57 WIB -6.58 , 103.92 M 3.2 10 Km Pusat gempa di laut 148 km BaratDaya TANGGAMUS-LAMPUNG
5 07/12/2022 20:31:19 WIB -6.42 , 104.22 M 3 16 Km Pusat gempa di laut 116 km BaratDaya TANGGAMUS-LAMPUNG
6 09/12/2022 13:55:28 WIB -6.05 , 104.28 M 4.5 10 Km 77 km BaratDaya TANGGAMUS-LAMPUNG dirasakan Tanggamus II - III MMI, Liwa II MMI

Gempa terakhir dirasakan dalam skala II-III MMI di Tanggamus, dan II MMI di Liwa. Apa arti skala gempa ini?


Arti Skala Gempa

MMI adalah Skala Mercalli, satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Ukuran skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain. Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.


Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Addi M Idhom

DarkLight