Update Gempa Bali 17 Oktober: 3 Orang Tewas, Ratusan Rumah Rusak

Reporter: Antara - 17 Oktober 2021
Dibaca Normal 1 menit
Hingga Minggu 17 Oktober 2021, terdapat 3 warga meninggal akibat gempa di Bali dan puluhan warga lainnya luka ringan.
tirto.id - Dampak gempa Bali magnitudo 4,8 pada Sabtu, 16 Oktober 2021, mengakibatkan tiga orang meninggal merujuk data terakhir per Minggu, 17 Oktober.

Salah satu korban atas nama I Luh Meryani, 3 tahun, merupakan warga Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Sedangkan dua korban lain berasal dari Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Gempa memicu longsor di Bangli dan menutup satu-satunya jalur darat. Akibatnya ada tiga desa terisolir yaitu Desa Trunyan, Desa Abangsongan dan Desa Abang Batudinding yang dihuni ratusan keluarga.

Satu-satunya akses keluar dan masuk dari Bangli saat ini melalui Danau Batur. Seperti dilakukan Polda Bali saat memberikan bantuan berupa 100 paket sembako kepada korban gempa di Karangasem ditempuh dengan kapal.

"Minggu (17/10) pagi ini, kami membawa 100 paket sembako yang kami serahkan ke pihak yang memang tepat sasaran," kata Ketua Bhayangkari Bali, Ni Luh Ketut Mahajani.

Jumlah orang terluka ringan di Karangasem sampai kini tercatat 73 orang. Di sana juga ada rumah rusak dengan kategori berat sebanyak 259 unit, rumah rusak ringan 366 unit dan 101 pura rusak.

Dari pendataan kebutuhan warga, saat ini paling dibutuhkan adalah terpal untuk membuat rumah tinggal sementara sebagai tempat mengungsi, air dan bahan makanan, termasuk obat-obatan, mengingat sebagian besar warganya mengalami luka-luka akibat terkena runtuhan bangunan.

Bupati Karangasem, I Gede Dana, memerintahkan Kadis Sosial dan BPBD Karangasem untuk membangun tenda pengungsian dan memberikan batuan terpal untuk tenda tempat tinggal sementara.

"Kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa cukup parah, bahkan ada banyak rumah yang roboh. Saya sudah perintahkan BPBD dan Dinas Sosial untuk segera melakukan penanganan pascabencana," kata Gede Dana.


Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Antara
Editor: Zakki Amali
DarkLight