Advertorial

Transaksi Mudah di Luar Negeri

Ilustrasi transaksi dengan mesin EDC. FOTO/iStockphoto
Oleh: Advertorial - 16 Januari 2020
Dibaca Normal 2 menit
Selain tiket murah dan destinasi menarik, faktor pendukung yang memengaruhi keputusan seseorang berkunjung ke luar negeri adalah kemudahan bertransaksi.
Medio tahun lalu, Javamifi, perusahaan penyedia wifi portabel, merilis data soal lima negara tujuan wisata favorit orang Indonesia sepanjang libur Lebaran 2019. Hasilnya: Jepang (27,1%), Eropa (20,3%), Korea Selatan (8,7%), Cina (8,4%), dan Australia (8%).

Meski data di atas diambil pada Mei hingga minggu kedua bulan Juni, hasilnya nyaris beririsan dengan ramalan Jaime de Silva, Senior PR Manager South APAC Booking.com. Di awal tahun, Silva menyebut ada tiga negara Asia yang bakal menjadi destinasi favorit orang Indonesia pada 2019: Jepang, Korea Selatan, dan Thailand.

Lepas dari data di atas, sebagaimana dilansir Beritagar, Direktorat Jenderal Imigrasi menyebut angka wisatawan Indonesia yang berkunjung ke luar negeri terus meningkat saban tahun. Pada 2016, misalnya, jumlah pelancong asal Indonesia ke negeri orang berjumlah 8,4 juta jiwa. Setahun berikutnya, angka itu bertambah hingga mencapai 9,1 juta orang.

“Tren wisatawan Indonesia berlibur ke luar negeri semakin banyak. Terlebih jika faktor pendukungnya terus bertambah," kata Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno.

Selain tiket murah dan destinasi yang indah-indah, faktor pendukung yang kiranya bisa berpengaruh terhadap keputusan seseorang berkunjung ke luar negeri adalah kemudahan bertransaksi. Di sejumlah negara maju, orang hanya perlu menempelkan kartu debit/kreditnya ke mesin EDC tiap kali hendak melakukan pembayaran. Hal semacam itu dialami Ifan Nur Ilman saat dirinya berkunjung ke Negeri Kremlin, Rusia.

“Saat teman sibuk mencari receh atau antre di ticket office, saya tinggal tempel Kartu Debit Jenius di mesin pembayaran. Tiket langsung terbeli dengan contactless,” kata Ifan, menceritakan pengalamannya membeli tiket kereta.

Selain Visa Contactless, teranyar, Jenius juga meluncurkan pilihan Saldo Mata Uang Asing. Inovasi ini menguntungkan pengguna karena, salah satunya, tiap kali ia melakukan transaksi di sejumlah negara, saldo yang dipotong didasarkan pada kurs negara setempat.

Jenius memang memudahkan urusan transaksi nasabahnya. Hal itulah yang membuat pengguna Twitter @AstiNovanda senantiasa merekomendasikan produk Bank BTPN ini kepada teman-temannya, dengan sukarela. “Sejak pake Jenius, apa-apa jadi gampang, terutama buat belanja album & merch BTS di Amazon,” ungkapnya.

Pilihan Saldo Mata Uang Asing pertama kali diluncurkan Jenius pada Mei 2019. Kala itu, saldo yang bisa dinikmati nasabah Jenius adalah dolar Amerika (USD), Singapura (SGD), dan Jepang (JPY). Belakangan, layanan itu diperluas dengan menambahkan dolar Australia (AUD), Hong Kong (HKD), Inggris (GBP), dan Eropa (EUR).

Pengguna Jenius dapat mengaktifkan pilihan Saldo Mata Uang Asing langsung dari aplikasi yang dihubungkan dengan kartu debit utama (m-Card). Setelah diaktifkan, seluruh transaksi akan memotong saldo pada mata uang tersebut dan dapat digunakan untuk bertransaksi di berbagai negara yang menerima mata uang tersebut. Selain itu, Kartu Debit Jenius Visa juga dilengkapi dengan teknologi Visa Contactless yang mempermudah transaksi tanpa perlu memasukkan PIN, namun hanya perlu tap kartu pada mesin scan.

“Seluruh inovasi Jenius ini dikembangkan melalui proses kokreasi dan kolaborasi dengan digital savvy agar dapat membantu kehidupan mereka, termasuk saat bepergian ke luar negeri,” kata Irwan S. Tisnabudi, Head of Digital Banking Bank BTPN.

Hal lumrah yang dilakukan orang-orang manakala hendak ke luar negeri adalah mendatangi money changer. Namun demikian, Rizly Tarigan, 30 tahun, malah disarankan rekan dan saudaranya untuk tidak melakukan hal semacam itu saat hendak berkunjung ke Jepang. “Ambil uang di sana seperlunya saja, di ATM. Plus biaya administrasi kira-kira 25 ribu rupiah, hal itu tetap lebih murah ketimbang menukar uang di money changer,” kata Rizly, menirukan saran orang-orang terdekatnya.

Terang saja keberadaan Pilihan Saldo Mata Uang Asing membuat orang-orang tak perlu mendatangi money changer. “Pilihan Saldo Mata Uang Asing tersedia untuk semua user Jenius dan bisa diaktifkan selama hari kerja, pukul 08.00 s.d. 16.00 WIB,” demikian keterangan pihak Jenius.

Aktivasinya pun mudah sekali, cukup dilakukan via aplikasi: pilih mata uang asing yang kamu inginkan; tentukan tujuan pengaktifan, tentukan setoran awal (mulai dari USD10, SGD10, JPY1000, GBP10, AUD10, EUR10, dan HKD100); setoran berikutnya bisa dimulai dari USD1, SGD1, JPY1, dst); pelajari dan setujui ketentuan yang berlaku; konfirmasi dengan memasukkan password Jenius; beres.

Adapun keuntungan lain dari layanan tersebut: Kartu Debit Jenius bisa digunakan untuk tarik tunai dan transaksi di jaringan Visa, termasuk transaksi online. Selain itu, kamu juga bisa menjual-belikan mata uang asing tersebut dan menghitung konversinya langsung di dalam aplikasi Jenius. Sangat praktis, bukan?

Situs bcg.com menyebut pembayaran tanpa uang tunai (cashless) via aplikasi membuat transaksi menjadi lebih transparan, bersih, dan sederhana. Tak butuh perjalanan ke ATM dan tak ada kekhawatiran karena membawa uang tunai dalam jumlah besar. “Lebih lanjut, karena kartu, aplikasi, dan solusi digital lainnya memudahkan untuk mengirim dan menerima uang, mereka meningkatkan aktivitas ekonomi dan menghasilkan beragam manfaat finansial dan nonfinansial.”

Jenius membuat keuntungan semacam itu bisa kamu dapatkan di dalam dan di luar negeri. Jadi, negara mana lagi yang mau kamu kunjungi?
DarkLight