Tema Hari Parlemen Internasional 30 Juni 2022 dan Tujuan Peringatan

Penulis: Dipna Videlia Putsanra - 29 Jun 2022 14:40 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Hari Parlemen Internasional 30 Juni: tema dan tujuan peringatannya.
tirto.id - Hari Parlemen Internasional dirayakan setiap tahun pada 30 Juni. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan didirikannya Inter-Parliamentary Union (IPU) pada 1889. Hari Parlemen ditetapkan pada 2018 melalui Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tujuan Hari Parlemen adalah untuk meningkatkan kepercayaan pada lembaga politik dan demokrasi itu sendiri menghadapi tantangan dari gerakan populis dan nasionalis. Jika demokrasi ingin berkembang, maka parlemen, sebagai landasan demokrasi yang berfungsi, harus kuat, transparan, akuntabel, dan representatif.

Hari Parlemen Internasional adalah waktu untuk meninjau kemajuan yang telah dibuat parlemen dalam mencapai beberapa tujuan utama untuk menjadi lebih representatif, termasuk melakukan penilaian sendiri, bekerja untuk memasukkan lebih banyak perempuan dan anggota parlemen muda, dan beradaptasi dengan teknologi baru.

Pada 2019, Hari itu juga menandai ulang tahun ke 130 IPU, yang dirayakan di seluruh dunia. Pada tahun 2021, IPU dan Parlemen Anggotanya menandai hari tersebut dengan sejumlah acara yang berfokus pada pemberdayaan pemuda menyusul peluncuran kampanye IPU baru-baru ini I Say Yes to Youth in Parliament!


Tema Hari Parlemen Internasional 2022


Pada tahun 2022, IPU akan menandai hari tersebut dengan tema keterlibatan publik setelah peluncuran Laporan Parlemen Global tentang keterlibatan publik dalam pekerjaan parlemen baru-baru ini. Komite Eksekutif IPU juga akan menghadiri pertemuan khusus di Montevideo, Uruguay untuk merayakan ulang tahun ke-133 IPU.

Mengapa keterlibatan publik dalam pekerjaan parlemen penting? Di masa ketidakpastian dan kecemasan ini, orang-orang mencari parlemen mereka untuk merespons dengan tindakan yang akan mengarah pada masa depan yang lebih baik.

Melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan melalui keterlibatan publik yang efektif dapat membantu memastikan bahwa parlemen merespons dengan cara yang memenuhi harapan dan aspirasi masyarakat.

Sederhananya, keterlibatan parlemen yang lebih baik semakin memupuk kepercayaan publik terhadap pemerintahan, dan dengan demikian membendung munculnya otoritarianisme.

Laporan Parlemen Global ketiga mengkaji keterlibatan publik dalam pekerjaan parlemen. Informasi, temuan dan rekomendasi dalam laporan ini menetapkan peta jalan untuk meningkatkan keterlibatan publik oleh parlemen dan anggota parlemen, bekerja sama dengan masyarakat untuk mencapai parlemen yang partisipatif, inklusif dan responsif.


Baca juga artikel terkait HARI PARLEMEN INTERNASIONAL atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Addi M Idhom

DarkLight