Studi Visa: Indonesia Semakin Siap Pakai Transaksi Non-Tunai

- 28 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Hasil studi Customer Payment Attitudes 2018 yang dirilis Visa menyebutkan, masyarakat Indonesia semakin siap menghadapi transaksi non-tunai.
tirto.id - Hasil studi Customer Payment Attitudes 2018 yang dirilis Visa menyebutkan, masyarakat Indonesia semakin siap menghadapi transaksi non-tunai. Sebab, 8 dari 10 orang atau setara 82 persen responden menyatakan bahwa mereka telah mencoba bepergian tanpa uang tunai.

Hasil studi memperkirakan 77 persen masyarakat Indonesia akan semakin sering menggunakan pembayaran non-tunai dalam aktivitas bepergian mereka setidaknya dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.

Selain itu, 41 persen koresponden meyakini Indonesia akan mewujudkan masyarakat tanpa tunai dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.


Ini merupakan peningkatan dibandingkan hasil studi yang dilakukan tahun sebelumnya, di mana mayoritas responden memperkirakan masyarakat non-tunai Indonesia akan terwujud dalam kurun waktu 8-15 tahun.

Survei tersebut dilakukan di 8 negara kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan juga Kamboja. Survei melibatkan 4.000 responden dengan demografi responden Indonesia terdiri dari pria dan wanita berusia 18 tahun ke atas dengan penghasilan pribadi bulanan mulai dari Rp3 juta.

Hasil studi ini juga menunjukkan pertumbuhan mobile e-commerce yang tinggi. Di mana, hampir seluruh responden atau 93 persen semakin merasa nyaman melakukan pembayaran di smartphone mereka.

"Hampir semua konsumen Indonesia saat ini bertransaksi menggunakan ponsel melalui aplikasi dan bukan web browser. Ini menunjukkan, keamanan bertransaksi tetap menjadi prioritas utama," ucap Riko Andurrahman, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia di Jakarta, Kamis (28/3/2019).


Riko menambahkan, menjalani gaya hidup non-tunai menjadi lebih mudah dan menarik bagi masyarakat Indonesia karena ya pilihan cara pembayaran. Mulai dari pembayaran menggunakan kartu, teknologi nirkontak, hingga pembayaran berbasis QR Code.

"Konsumen juga menginginkan proses pembayaran yang lebih cepat, mudah, dan aman, yang mendorong masyarakat semakin mengurangi penggunaan uang tunai dan memulai gaya hidup non-tunai," imbuh Riko.

Dalam survei ini, sebanyak 76 persen masyarakat Indonesia juga menunjukkan minat yang tinggi untuk menggunakan perangkat pembayaran wearables. Di mana, sebanyak 53 persen responden menilai smartwatch sebagai wearables yang paling nyaman dipakai untuk melakukan pembayaran.

Selain itu, sebanyak 69 persen masyarakat Indonesia juga berminat menggunakan teknologi biometrik untuk autentifikasi pembayaran. Di mana, 60 persen responden menilai teknologi pemindai jari sebagai opsi yang paling nyaman.

Temuan lain dalam studi Visa Customer Payment Attitudes 2018 adalah bahwa semakin sedikit masyarakat Indonesia yang membawa uang tunai dalam jumlah besar saat bepergian. Sebanyak 82 persen responden menyatakan mulai meninggalkan uang tunai dan beralih ke pembayaran elektronik.

Sebanyak 77 persen responden mengaku merasa lebih aman menggunakan kartu pembayaran dan 68 persen responden menginginkan proses pembayaran secara fisik dihilangkan. Sebanyak 7 dari 10 masyarakat Indonesia setara 71 persen, mengaku tertarik untuk melakukan pembayaran menggunakan kartu nirkontak, sementara 79 persen tertarik dengan pembayaran nirkontak berbasis mobile.

Mayoritas responden Indonesia setara 73 persen, menunjukkan minat untuk menggunakan pembayaran nirkontak di supermarket, 71 persen toko ritel, dan 64 persen gerai makanan cepat saji. Kecepatan, kenyamanan, dan keamanan, menjadi alasan utama saat menggunakan pembayaran nirkontak.

Temuan studi juga menunjukkan 82 persen masyarakat Indonesia merasa tertarik menggunakan pembayaran berbasis QR Code. Hasil itu lebih tinggi dibanding hasil studi yang dilakukan tahun sebelumnya, yang hanya sebesar 50 persen. Responden menilai pembayaran berbasis QR Code dapat menghemat waktu, mudah digunakan, tidak ribet, aman, dan menyenangkan.


Baca juga artikel terkait TRANSAKSI NONTUNAI atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dea Chadiza Syafina & Dea Chadiza Syafina
Penulis:
Editor: Maya Saputri