Spiritualitas dan Resep Hidup Bahagia ala Gading Marten

Oleh: Addi M Idhom - 3 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Iwa K dan Gading Marten membicarakan banyak hal dalam acara Musafir Malam di Mola TV, termasuk topik spiritualitas dan resep untuk hidup bahagia.
tirto.id - Di balik sosoknya yang terkesan slengean dan kocak, Gadeng Marten menyimpan penghayatan sangat mendalam akan spiritualitas. Bagi Gading, religiositas adalah domain pribadi yang penting menjadi pegangan, meski tak harus membuat pikiran tertutup untuk kebaikan dari sumber lain.

Pandangan Gading tentang spiritualitas dan caranya menemukan kebahagiaan dalam hidup adalah sebagian dari topik percakapannya dengan Iwa K di salah satu episode acara Musafir Malam yang ditayangkan Mola TV.

Iwa sengaja mengulik kehidupan pribadi dari Gading untuk menunjukkan kepada penonton Musafir Malam sisi lain aktor dan presenter yang belakangan aktif memproduksi konten di Youtube itu.

Tentu saja, Iwa pun menggali cerita dari Gading melalui topik pertanyaan sejuta umat: bagaimana kehidupan putra Roy Marten tersebut setelah bercerai dengan Gisella Anastasia.

"Dua masalah terbesar dalam hidup gua adalah perceraian dan bokap," kata Gading kepada Iwa.

Gading mengaku tak menyalahkan siapa pun atas perceraiannya. Dia bilang, dirinya justru terluka karena merasa tidak berhasil membahagiakan Giselle, sesuatu yang berujung ke sebuah keputusan yang kata Gading, "terbaik dari yang terburuk."

Namun, Gading bukan orang yang sulit lepas dari kesedihan. Dia meyakini, untuk membahagiakan banyak orang di sekitarnya, dirinya sendiri harus bahagia terlebih dahulu.

"Tiap ada masalah, gua gak ingin larut lama. Gak ingin berlarut-larut. Kalau sudah kejadian, mau apa."

"Kesedihan berlarut-larut tidak akan mengubah apa-apa," tegas Gading.


Saat ditanya Iwa K tentang kiat praktis menghadapi masalah, jawaban Gading: berkumpul bareng para sahabat. Hal lain yang membuat Gading lebih ringan menjalani hidup ialah menjauhi konflik.

Dia mengaku tidak menyukai perdebatan. Prinsip menjauhi masalah diterapkannya dalam relasi pertemanan maupun perkawinan. Itulah mengapa Gading tak buru-buru mencari pasangan baru.

"Gua sekarang sudah bahagia, dengan ada Genpi [putri Gading dan Gisella]. Kehadiran pasangan, harus bikin bahagia, bukan menambah gua pusing," ujar Gading.


Spiritualitas Gading Marten

Apa yang membuat Gading Marten lebih mudah menghindari keterpurukan berakar dari pandangan spiritualitasnya. Gading meyakini satu kredo: "Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan."

Bagi Gading, beban hidup tidak cukup hanya dihadapi dengan kesabaran. Elemen paling penting, menurut peraih Piala Citra 2018 itu, justru penerimaan, keikhlasan.

Penganut Kristen Ortodoks ini sempat pula mengutip ayat suci agamanya: "Berbahagialah Engkau yang percaya walaupun tidak melihat," yang menegaskan keyakinan bahwa ada energi besar yang selalu mengajarkannya untuk menebar hal positif kepada orang lain.

Keyakinan tersebut membuat Gading selalu berusaha merasa bahagia, seolah-olah itu terjadi pada hari terakhir. Mengutip sebuah kalimat Italia, motto hidup Gading adalah "La vita e' bella perche adesso: hari esok memiliki masalahnya sendiri."

Meskipun memegang teguh keyakinannya, Gading bukanlah sosok dengan pandangan fanatik buta. Ia tetap tidak menutup pintu untuk ajaran spiritualitas lain. Maka, ia bersimpati pula pada ajaran-ajaran Buddha.

"Saat ke Nepal, gua benar-benar menemukan ketenangan. Gua suka, tanpa harus meninggalkan tuhan gua," ujarnya.


Dalam pemikiran Gading, keyakinan bersifat personal. Sementara agama, menurutnya, dihadirkan untuk menetapkan batasan-batasan yang bisa mencegah kekacauan di dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, ia menyayangkan jika agama justru digunakan untuk tujuan sebaliknya.

Pernyataan Gading tersebut muncul saat diskusinya bersama Iwa mengalir ke sebuah pertanyaan: seberapa penting keyakinan terhadap Tuhan terlembaga dalam bentuk agama.

Spektrum percakapan Iwa dan Gading memang menyentuh persoalan luas, dari kehidupan pribadi hingga perenungan tentang relasi manusia dan Tuhan.

Perbincangan Iwa dan Gading selengkapnya bisa disaksikan dalam Musafir Malam di Mola TV.


Musafir Malam dan Sisi Lain Kehidupan Selebritas

Iwa Kusuma (Iwa K) tidak menganggap Musafir Malam acara talkshow yang sekadar menyingkap rahasia pribadi dari sejumlah pesohor.

Melalui acara ini, Iwa berupaya menyodorkan visinya tentang makna hidup, bahwa setiap orang memiliki sisi gelap dan terang yang perlu dilihat secara wajar sebagai sebuah perjalanan.

Musafir Malam pun menjadi ajang proses kreatif Iwa dalam bermusik. Dia menjadikan obrolannya dengan sejumlah selebritas dalam acara ini sebagai inspirasi menulis lagu. Sejumlah lagu memang lahir dan termuat dalam album terbaru Iwa bertajuk "Musafir Malam" yang dirilis Mei 2020 lalu.

Bagi Iwa, kata "Musafir Malam" memiliki pemaknaan khusus. Iwa memilih kata itu karena musikus rap senior tersebut kerap beraktivitas pada malam hari, termasuk untuk menulis.

"Gua seperti melakukan perjalanan pada malam-malam, itu dia [muncul kata] musafir," kata Iwa kepada Riri Reza saat mereka berbincang dalam live instagram yang rekamannya disiarkan IGTV akun @milesfilms, Juni lalu.


Di sisi lain, Iwa memaknai "malam" sebagai metafor untuk sisi gelap kehidupan. Maka, saat 2 kata itu menjadi tema talkshow, Iwa berusaha mengajak tamu acara Musafir Malam membicarakan soal sisi gelap hidup mereka.

Dia mencari tahu pula bagaimana seorang artis bisa mengatasi "sisi gelap" dan melanjutkan hidup.

Dari obrolan dengan sudut pandang demikian, Iwa lantas menulis sejumlah lagu untuk melengkapi album "Musafir Malam."

Salah satunya ialah lagu "I Wish" yang ditulis Iwa usai berbincang dengan Vanessa Angel. Selain itu, ada lagu "Di Balik Nama" yang terilhami oleh percakapannya dengan Nikita Mirzani.

Obrolan bareng Ariel Noah di acara talkshow yang sama juga menginspirasi kelahiran sebuah lagu bertajuk "Someday."

Sementara dari percakapannya bersama Gading Marten dalam Musafir Malam, Iwa K menulis lagu "You've Got a Friend in Me."

Lagu-lagu tersebut sempat pula dinyanyikan Iwa bersama sejumlah tandemnya di akhir masing-masing episode Musafir Malam.

Bagaimana Iwa memadukan acara talkshow dengan percakapan mendalam akan makna hidup dan proses kreatifnya menulis lagu, pemirsa bisa menyaksikannya dalam acara Musafir Malam di Mola TV.

Baca juga artikel terkait MOLA TV atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - )

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight