Profil Tokoh

Siapa Haruna Soemitro, #HarunaOut Kritik Timnas, & Apa Kata PSSI?

Penulis: Iswara N Raditya - 17 Jan 2022 15:50 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Siapa Haruna Soemitro yang mengkritisi Timnas Indonesia & Shin Tae-yong di AFF Cup 2020 sehingga tagar #harunaout viral?
tirto.id - Tagar #HarunaOut memuncaki trending topic Twitter hingga Senin (17/1/2022) sore. Siapa Haruna Soemitro yang mengkritisi penampilan Timnas Indonesia asuhan pelatih Shin Tae-yong di AFF Cup 2020 dan bagaimana bunyi pernyataannya yang membuat profilnya viral di sosial media? Apa pula kata PSSI terkait kegaduhan ini?

Di kancah persepakbolaan nasional, Haruna Soemitro bukanlah wajah baru. Ia saat ini duduk sebagai Anggota Komite Eksekutif atau Exco PSSI pada periode kepemimpinan Ketua Umum Mochamad Iriawan dan merupakan orang lama dalam riwayat kepengurusan federasi sepak bola seluruh Indonesia itu.

Pernyataan Haruna Soemitro terkait penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2021 yang telah digelar di Singapura sejak awal Desember 2021 hingga awal Januari 2022 lalu menuai polemik. Skuad Garuda yang ditukangi Shin Tae-yong mencapai final AFF Cup 2021 kendati kalah dari Thailand dan kembali gagal membawa pulang trofi juara.

Tagar #HarunaOut Soal Prestasi Timnas Indonesia

Haruna Soemitro menjadi sorotan hingga tanda pagar (tagar) #HarunaOut trending di Twitter bermula dari pernyataannya dalam podcast di channel YouTube JPNN.com, diunggah pada 15 Januari 2022 lalu.

Dalam podcast yang mengangkat judul “Haruna Soemitro Buka-Bukaan soal Shin Tae Yong dan Pemain Naturalisasi” tersebut, Haruna Soemitro mengatakan bahwa tanpa prestasi, sehebat apa pun proses yang dijalani tetap tidak ada artinya.

Statement itu mengacu kepada hasil yang dituai Timnas Indonesia besutan Shin Tae-yong di Piala AFF 2021 lalu. Meskipun menampilkan prospek yang menjanjikan dengan dilibatkannya banyak pemain muda di timnas senior, pasukan Merah-Putih kembali gagal merengkuh juara setelah kalah dari Thailand di final.

“Sehebat apa pun proses yang dilakukan oleh federasi maupun klub, tanpa prestasi orang pasti bilang nothing, kamu bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya,” sebut Haruna Soemitro dalam podcast tersebut.


Penampilan Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan di Piala AFF 2021 sebenarnya mengejutkan karena timnas senior di bawah asuhan Shin Tae-yong berisikan banyak wajah baru yang masih minim pengalaman internasional.

Timnas Indonesia era baru ini bahkan mampu menembus final setelah menyingkirkan lawan-lawan tangguh macam Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Namun, skuad Garuda harus mengakui keunggulan Thailand di final lantaran kalah 0-4 di leg 1 dan imbang 2-2 di leg 2. Untuk ke-6 kalinya tampil di final AFF Cup, Indonesia lagi-lagi gagal menjadi juara.

"Tidak penting itu sebuah proses. Yang paling penting adalah hasil. Apa pun latihannya kalau tidak juara, ya belum dikatakan juara. Indonesia sudah 6 kali masuk final Piala AFF. Kalau sekarang tetap runner-up, ya bukan prestasi," beber Haruna Soemitro.


Respons PSSI Atas Kegaduhan #HarunaOut

PSSI telah memberikan respons terkait kegaduhan yang muncul akibat pernyataan Haruna Soemitro tersebut. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, melalui rilis pers kepada media pada Senin (17/1/2022) menyatakan bahwa apa yang disampaikan Haruna Soemitro itu adalah pendapat pribadi meskipun yang bersangkutan merupakan anggota Exco PSSI.

Yunus Nusi mengatakan bahwa keputusan PSSI bersifat kolektif kolegial. Salah satu keputusan PSSI adalah tetap melanjutkan kontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia yang baru akan berakhir pada 2023 mendatang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan PSSI bakal memperpanjang kontrak pelatih asal Korea Selatan tersebut.

"Ketua Umum (PSSI) memahami dan memaklumi pendapat dalam sebuah diskusi di internal PSSI tentang Timnas Indonesia, baik itu diskusi menyangkut hasil Piala AFF 2020, naturalisasi, jadwal timnas. Bahkan apakah penting PSSI akan mengambil posisi sebagai tuan rumah dalam event 2022, baik itu Piala AFF maupun kualifikasi Piala Asia Juni 2022," sebut Yunus Nusi.

“Namun demikian, dalam diskusi dan rapat di internal PSSI, semua tetap menghargai sebuah keputusan yang bersifat kolektif kolegial. Keputusan kolektif kolegial PSSI itu antara lain tetap memberikan kepercayaan kepada Shin Tae-yong hingga 2023 sesuai kontrak. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak jika performa timnas terus meningkat," tambahnya.

Dengan demikian, sesuai dengan pernyataan Yunus Nusi yang merepresentasikan keputusan PSSI, kinerja Shin Tae-yong di Timnas Indonesia sejauh ini dinilai baik sehingga pelatih tim nasional Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu masih akan diberikan kesempatan untuk membesut skuad Garuda.


Siapa Haruna Soemitro?

Haruna Soemitro adalah orang lama dalam kancah persepakbolaan nasional yang pernah beberapa kali mengelola klub Indonesia. Awal kariernya di sepak bola adalah pada 2003 sebagai manajer Persebaya Surabaya yang kala itu sedang tertatih-tatih bahkan terdegradasi ke Divisi I Liga Indonesia atau level yang sekarang setara dengan Liga 2.

Sejak ditangani Haruna Soemitro, Persebaya ternyata bisa segera bangkit. Tim Bajul Ijo hanya semusim saja di level kedua setelah merengkuh gelar juara Divisi I 2003 dan memperoleh tiket promosi ke Divisi Utama (kini setara Liga 1) untuk musim 2004.

Karier Haruna Soemitro di persepakbolaan nasional berlanjut. Keberhasilan membawa Persebaya bangkit membuat pria ini dipercaya untuk menangani tim sepak bola PON Jawa Timur pada 2004 yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan.

Haruna Soemitro bertindak sebagai manajer tim sepak bola Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004. Hasilnya, tim sepak bola Jawa Timur membawa pulang medali emas cabang sepak bola putra di pesta olahraga nasional tersebut.

Berikutnya, Haruna Soemitro menapaki karier persepakbolaan yang lebih prospek setelah terpilih sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur.

Haruna Soemitro
Haruna Soemitro ketika memberikan keterangan mengenai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Senin (18/2). ANTARA/Michael Siahaan.


Awal Januari 2016, Haruna Soemitro kembali berkiprah di klub. Kali ini ia terlibat dalam pengambilalihan Persipasi Bandung Raya (sebelumnya bernama Pelita Bandung Raya atau PBR) milik Nirwan Bakrie. Setelah diakuisisi oleh Haruna Soemitro dan kawan-kawan, lahirlah klub Madura United.

Madura United menggantikan posisi PBR untuk berkiprah kompetisi level tertinggi Liga Indonesia sejak 2016 dan bermarkas di Stadion Gelora Bangkalan, Pamekasan, Madura. Haruna Soemitro kala itu menjabat sebagai manajer klub baru kebanggaan warga Madura United tersebut.

Tahun 2019, Haruna Soemitro dikabarkan mundur dari jabatannya sebagai Manajer Madura United setelah terpilih menjadi salah satu anggota Komite Eksekutif atau Exco PSSI periode 2019-2023. Namun, diketahui bahwa Haruna Soemitro kembali tercatat dalam kepengurusan klub tersebut sebagai direktur sekaligus tetap menjabat sebagai anggota Exco PSSI hingga kini.



Baca juga artikel terkait HARUNA SOEMITRO atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Addi M Idhom

DarkLight