4 Maret 2001

Serangan Bom Kelompok Bersenjata Irlandia Membuat London Gempar

Oleh: Tyson Tirta - 4 Maret 2021
Dibaca Normal 3 menit
The Real Irish Republican Army (Real IRA) meledakkan bom di depan kantor televisi BBC, London. Perpecahan ditubuh miiter Irlandia terjadi sejak 1960-an.
tirto.id - Setelah melaksanakan tugas-tugas rutin harian, satuan polisi London menerima pesan misterius pada malam hari tanggal 4 Maret 2001, tepat hari ini 20 tahun lalu. Dua sambungan telepon masuk dari orang-orang yang berbicara dengan aksen Irlandia. Mereka memperingatkan tentang bom di sekitar kantor pusat televisi BBC. Pada pesan pertama, kepada resepsionis di Rumah Sakit London Bridge, penelepon berkata:

"Ini adalah pesan penting. Ambil selembar kertas dan pulpen. Ada taksi merah marun yang diparkir di luar kantor televisi BBC di Wood Lane. Ada bom di dalamnya yang akan meledak sebentar lagi."

Pesan kedua yang isinya serupa disampaikan ke Samaritan Call Center di Luton, Bedfordshire. Polisi Inggris segera menyisir medan sembari terus mengumpulkan informasi lanjutan. Sekitar 400 orang dievakuasi dari pusat siaran televisi BBC. Penduduk setempat disarankan untuk tetap tinggal di dalam rumah dan menjauh dari jendela.

BBC Television Center terletak tidak jauh dari stasiun kereta bawah tanah White City dan kompleks rumah susun White City Estate yang cukup padat penduduk. Kompleks itu dibangun pada 1930-an. Hampir setiap akhir pekan, lokasi tersebut lebih ramai karena klub sepakbola Queens Park Rangers (QPR) yang bermarkas di sana, bertanding. Beruntung, akhir pekan tanggal 4 Maret itu QPR sedang tidak ada jadwal tanding.

Lokasi bahan peledak aktif kemudian ditemukan. Sebuah taksi yang parkir di depan kantor pusat televisi BBC langsung jadi pusat perhatian seluruh jajaran polisi yang bertugas. Satu jam setelah pesan peringatan diterima, bom meledak sebelum sempat dijinakkan. Langit di sekitar kantor berita yang berdiri sejak 1960 itu mendadak merah menyala akibat api besar yang dihasilkan dari ledakan. Keterangan saksi menyebutkan suara ledakan terdengar hingga radius tujuh mil.

Tidak ada korban jiwa, tapi satu pekerja kereta bawah tanah London terluka parah di bagian mata akibat pecahan kaca. Sebuah kamera milik BBC yang dipegang oleh seorang staf sempat merekam detik-detik sebelum bom meledak. Dalam video terlihat serpihan kaca beterbangan dari jendela dan pintu-pintu kantor BBC yang pecah.

“Kendaraan yang memuat dua puluh pon bahan peledak diparkir lalu ditinggalkan dengan keadaan lampu menyala. Polisi dan tim khusus penjinak bom berusaha mengontrol ledakan. Tiba-tiba bom meledak dan semua orang di sekitarnya kaget”, kata Stephen Cape, koresponden BBC urusan kriminal, sehari setelah kejadian.

Real IRA di Balik Ledakan

Belakangan terungkap bom BBC ini didalangi oleh Óglaigh na hÉireann (bahasa Irlandia), atau yang dikenal dengan nama The Real Irish Republican Army (Real IRA). Kelompok ini adalah paramiliter Republik Irlandia yang membangkang dari kesatuan tentara dan menjalankan misi mempersatukan seluruh Irlandia.

Permasalahan ini di Irlandia Utara sudah berlangsung sejak akhir 1960-an. Kelompok Protestan yang merupakan mayoritas, menginginkan integrasi dengan United Kingdom. Lawan mereka, kelompok Katolik, menginginkan integrasi dengan Republik Irlandia. Real IRA dibentuk pada 1997 setelah keputusan gencatan senjata menyebabkan perpecahan di internal IRA. Anggota kelompok ini menganggap Real IRA sebagai penerus resmi tentara Irlandia.


Meski terbilang kecil, Real IRA merupakan gabungan dari orang-orang IRA yang menolak gencatan senjata dan memutuskan untuk menggunakan cara-cara kekerasan dalam menjalankan misinya. Sebelum bom BBC, Real IRA telah terang-terangan menjalankan beberapa aksi teror ledakan serupa. Salah satu yang paling besar adalah pengeboman di Omagh, Irlandia Utara, pada 15 Agustus 1998. Kala itu, bom yang meledak menewaskan 29 orang dan melukai 200-an lainnya. Sama-sama menggunakan mobil seperti di kantor BBC, tapi bahan peledak di Omagh jauh lebih banyak yaitu 500 Pon.

Aksi-aksi mereka membuat Inggris dan Amerika Serikat menyatakan larangan terhadap Real IRA yang dianggap sebagai organisasi teroris. Apalagi setelah ditemukan benang merah antara aksi pengeboman serupa di daerah Ealing pada Agustus dan di Birmingham yang gagal meledak sebulan kemudian. Dalam aksi trilogi peledakan ini, muncul tiga nama tersangka: Noel Maguire, Robert Hulme, dan saudaranya Aiden Hulme.

Pada 8 April 2003, pengadilan menjatuhkan hukuman kepada mereka. Robert dan Aiden Hulme didakwa 20 tahun penjara. Sementara Maguire yang merupakan aktor penting dalam aksi itu mendapat hukuman 22 tahun.

Infografik Mozaik Bom IRA
Infografik Mozaik Bom IRA. tirto.id/Sabit


Di pengadilan, sejumlah bukti memberatkan tersangka. Lewat telepon genggamnya, Maguire terbukti menghubungi Aiden Hulme dari lokasi tempat ia membeli taksi pembawa bahan peledak itu seharga £300. Di kertas dokumen serah terima pembelian taksi itu juga ada sidik jari Maguire. Selanjutnya, dalam proses hukum juga diketahui dua nama tambahan yaitu James McCormack dan John Hannan, yang masing-masing dijatuhi hukuman kurungan 22 tahun dan 16 tahun.

Alan Fry, kepala divisi Anti-Teroris Scotland Yard (markas pusat kepolisian Inggris di London), mengatakan bom itu terkait dengan tiga insiden di London setahun sebelumnya, termasuk serangan rudal di gedung MI6.

"Saya yakin ledakan ini adalah bagian dari kampanye atau serangkaian serangan yang terkait dengan Republik Irlandia dan Irlandia Utara," ujarnya.

Fry juga meyakini bahwa London sedang dijadikan lokasi serangkaian aksi teroris. Ia mengimbau warga untuk lebih berhati-hati, terutama ketika melihat hal yang mencurigakan seperti kantong plastik ataupun kendaraan. Imbauan Fry itu diikuti dengan langkah sigap Scotland Yard di pusat kota London. Mereka melakukan razia secara terperinci. Kendaraan-kendaraan seperti taksi dihentikan untuk diperiksa. Beberapa yang mencurigakan dipaksa berhenti dan diperiksa lagi dengan lebih teliti menggunakan alat-alat robot anti bom.

Pemerintah Inggris jelas mengutuk aksi teror tersebut. Munculnya isu serangan lanjutan di stasiun Victoria pun disikapi dengan serius dengan mengevakuasi penduduk. Isu-isu serupa memang beredar agak liar di sekitar pengeboman BBC. David Trimble, First Minister Irlandia Utara bahkan berspekulasi bahwa IRA telah menargetkan London sebagai pelampiasan atas kegagalan serangan di barak Ebrington dan markas Royal Ulster Constabulary (RUC)--Satuan Polisi Irlandia Utara.


"Mungkin karena frustasi dalam upayanya yang gagal untuk melakukan pertunjukan spektakuler di Irlandia Utara, mereka telah pergi ke London untuk mencoba aksi di sana," kata Trimble yang juga pemimpin Partai Ulster Unionist.

Banyak dugaan, penyerangan bom kantor BBC ini semata karena Real IRA ingin eksis dan sedang mencari perhatian dunia. Peter Taylor dalam Brits: The War Against the IRA (2002:640) menulis:

“Upaya pengeboman berhasil namun tidak ada korban jiwa. Hanya satu orang terluka. Tapi ledakan itu terekam dengan spektakuler dan disiarkan ke seluruh dunia. Real IRA berhasil menegaskan eksistensi bahwa setidaknya sekelompok orang-orang Real IRA yang loyal masih ada dan setia."

Baca juga artikel terkait LEDAKAN BOM atau tulisan menarik lainnya Tyson Tirta
(tirto.id - Politik)

Penulis: Tyson Tirta
Editor: Irfan Teguh
DarkLight