Sejarah Hari Pelajar Internasional 17 November: Kenapa Diperingati?

Oleh: Yantina Debora - 16 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Hari Pelajar Internasional atau International Student’s Day diperingati setiap 17 November. Sejarahnya tak lepas dari mahasiswa di Praha.
tirto.id - Setiap 17 November, diperingati sebagai Hari Pelajar Internasional atau International Student’s Day. Sejarah peringatan Hari Pelajar Internasional ini tak lepas dari sejarah Eropa sebelum Perang Dunia II.

Pada 1933, Adolf Hitler berkuasa di Jerman. Selama bertahun-tahun berikutnya, negara tersebut mulai mengklaim secara agresif wilayah-wilayah di luar perbatasan sebagai milik German Reich.

Hitler mulai mencaplok Austria pada 1938. Segera setelah itu Cekoslowakia dipaksa menyerahkan sebagian wilayahnya dengan wilayah Ceko dibawah kendali Third Reich. Saat itu Cekoslowakia disebut protektoral Bohemia dan Moravia.

Pada 28 Oktober 1939, mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Charles University di Praha menggelar demo untuk memperingati 21 tahun kemerdekaan Republik Cekoslowakia.

Namun demonstrasi itu dihadang dan dibungkam secara brutal oleh pasukan Nazi. Sebanyak 15 mahasiswa terluka parah dan salah satu dari mereka kemudian meninggal karena luka tembak.

Sehari setelah pemakamannya, 15 November 1939, rekan-rekan mahasiswa yang berduka meminta izin untuk melakukan prosesi pemakaman melalui pusat kota Praha. Izin pun diberikan oleh pemerintah protektorat.

Prosesi pemakaman itu diikuti ribuan mahasiswa dan terjadi unjuk rasa menentang pasukan Nazi. Unjuk rasa tersebut kemudian dibungkam secara brutal oleh Nazi.

Para sejarawan menduga pemerintah protektorat prosesi pemakaman tersebut karena mereka sangat mengharapkan munculnya kekerasan, yang bakal menggunakannya sebagai alasan untuk menutup semua universitas di Ceko. Hal ini untuk melemahkan aktivis akademis yang memberontak.

Tidak hanya menutup universitas, mereka juga menangkap lebih dari 1.200 mahasiswa dan mengirim mereka ke kamp konsentrasi Sachsenhausen.

Pada 17 November 1939, sembilan pengunjuk rasa - delapan mahasiswa dan satu profesor - dieksekusi tanpa pengadilan.

Berikut ini adalah daftar lengkap dari sembilan mahasiswa dan profesor yang dieksekusi pada 17 November 1939 di Praha:

  • Josef Matoušek
  • Jaroslav Klíma
  • Jan Weinert
  • Josef Adamec
  • Jan Černý
  • Marek Frauwirt
  • Bedřich Koukala
  • Václav Šafránek
  • FrantišekSkorkovský


Universitas di Ceko tetap ditutup sampai akhir perang, kecuali German University n di Praha.

Pada tahun 1941, dua tahun setelah peristiwa tersebut, International Students’ Council diadakan di London, Inggris Raya, termasuk sejumlah mahasiswa yang jadi pengungsi.

Pertemuan itu menghasilkan deklarasi untuk memperkenalkan Hari Mahasiswa Internasional pada 17 November, sebagai peringatan tanggal eksekusi mahasiswa dan profesor di Praha.

Pada tahun-tahun berikutnya setelah Perang Dunia II, tradisi peringatan Hari Pelajar Sedunia tersebut mendapat perhatian dari International Union of Students dan dan berbagai organisasi lainnya.

Aksi demonstrasi di Ceko tersebut bahkan menginspirasi reformasi Cekoslowakia yang saat itu sosialis menjadi sistem demokrasi pada 17 November 1989. Revolusi disebut 'Velvet" karena transisi kekuasaan yang relatif damai dan tanpa kekerasan

Hingga saat ini Republik Ceko dan Slowakia mungkin menjadi negara yang menjadikan Hari Pelajar Internasional sebagai hari libur umum.

17 November di Yunani

Pada November 1973, mahasiswa Politeknik Athena melakukan pemogokan. Mereka memprotes "rezim kolonel" yang berkuasa saat itu. Perjuangan mahasiswa ini dimulai sejak 14 November 1973.

Namun mereka tidak mencapai tujuannya. Pada dini hari tanggal 17 November sebuah tank AMX 30 menabrak gerbang Politeknik yang diblokir.

Kejadian itu terekam dalam sebuah film oleh seorang jurnalis Belanda. Seiring masuknya tank tersebut, terdengar juga seruan untuk tidak melawan pengunjuk rasa.

Menurut penyelidikan resmi, tidak ada mahasiswa yang terbunuh di Politeknik, tetapi beberapa terluka parah.

Usai penguasa berhasil dijatuhkan, catatan persidangan menunjukkan bahwa adanya korban sipil, tetapi tak aja angka resmi terkait jumlah korban.

Perayaan Hari Pelajar Internasional Saat Ini

Banyak universitas di seluruh dunia memperingati Hari Pelajar Internasional sebagai kesempatan untuk menampilkan multikulturalisme dan keanekaragaman.

Beberapa universitas menyelenggarakan beberapa acara pada Hari Pelajar Internasional untuk mendorong keterlibatan pemuda.

Selain universitas, berbagai organisasi kemahasiswaan juga banyak mengadakan berbagai acara di Hari Pelajar Internasional.

Organising Bureau of European School Student Unions (OBESSU) setiap ahun meningkatkan kesadaran akan hak dan kebutuhan mahasiswa melalui berbagai kegiatan yang selalu bertujuan untuk meningkatkan pendidikan tingkat tinggi bagi siswa dan masyarakat dalam skala yang lebih luas.

Anda juga dapat memperluas dukungan terhadap Hari Pelajar Internasional dengan berpartisipasi dalam acara apa pun.

Anda bahkan dapat menyebarkan berita tentang pentingnya Hari Pelajar Internasional dengan membagikannya di media sosial.


Baca juga artikel terkait HARI PELAJAR INTERNASIONAL atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight