Rekor Juara Superliga Badminton: Musica dan Jaya Raya Unggul

Oleh: Oryza Aditama - 17 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Musica Champions koleksi trofi terbanyak Superliga Badminton dengan empat gelar juara beregu putra. Di sektor putri, Jaya Raya unggul dengan tiga kali menjadi kampiun.
tirto.id - Musica Champions tercatat sebagai pemegang rekor juara terbanyak di Superliga Badminton sektor putara. Mereka meraih empat gelar juara. Sementara itum Jaya Raya Jakarta memegang rekor tersebut untuk sektor putri. Mereka sudah meraih 3 trofi juara.

Kejuaraan bulu tangkis bertajuk Djarum Superliga Badminton 2019, akan segera digelar mulai 18-24 Februari di GOR Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat. Kompetisi antar klub bulu tangkis yang menggunakan konsep beregu putra dan putri mirip Piala Thomas-Uber tersebut, tahun ini terhitung akan masuk musim ke-7.

Pada enam edisi kejuaraan sebelumnya, Musica Champions tampil dominan untuk sektor putra lewat raihan 4 kali gelar juara. Sementara itu, Jaya Raya Jakarta menjadi yang terbaik di kelompok putri dengan rengkuhan 3 trofi juara.

Edisi perdana Superliga Badminton 2007 di Jakarta. Klub asal Surabaya, Suryanaga Gudang Garam sukses menjadi kampiun beregu putra, selepas kandaskan Tangkas Jakarta 3-0 di final. Sementara itu, di final beregu putri, skuat Tangkas berhasil memenangi laga Derbi Jakarta melawan Jaya Raya, lewat skor ketat 3-2.

Edisi ke-2 Superliga Badminton, digelar pada Februari 2011 di Surabaya, Jawa Timur. Di final sektor beregu putra, SGS PLN Bandung sanggup mengandaskan tuan rumah Jayaraya Suryanaga Surabaya lewat pertarungan lima partai yang berakhir dengan kedudukan 3-2. Namun, di kelompok putri, tuan rumah mampu menyabet gelar juara.Jayaraya Suryanaga memetik kemenangan 3-0 atas Jaya Raya Jakarta.

Superliga Badminton edisi ke-3 dimainkan pada Februari 2013. Saat itu Musica Champions secara mengejutkan tampil sebagai kampiun beregu putra setelah mengandaskan klub asal Negeri Jiran, Malaysia Tiger, lewat skor ketat 3-2. Sementara untuk sektor putri, Jaya Raya Jakarta juga menaklukkan tim asing asal Jepang, Unisys, juga dengan skor 3-2.

“Ini berkat pemain yang memberikan kemampuan terbaiknya dan berkat seluruh penonton yang memberikan semangat bagi Musica,” ujar Effendy Widjaja selaku Manajer Tim Musica selepas laga, seperti dikutip dari laman djarumbadminton.com.

Musica dan Jaya Raya berhasil mempertahankan trofi juara di ajang Superliga Badminton edisi ke-4 yang digelar pada 2014. Di laga pamungkas kelompok putra, Musica sukses mengandaskan tim putra Jaya Raya dengan kedudukan 3-2. Sementara di sektor putri, Jaya Raya yang kembali bertemu Unisys di final, kali ini sanggup menyudahi rivalnya tersebut dengan skor 3-1.

Gelaran Superliga Badminton edisi ke-5 menyambangi pulau Bali pada Februari 2015. Sama seperti sebelumnya, sang juara bertahan Musica dan Jaya Raya ternyata sanggup kembali menjadi kampiun. Di laga final putra, Musica tundukkan Djarum Kudus 3-2. Sementara untuk kategori putri, Jaya Raya kandaskan tim Jepang, Renesas, lewat skor 3-1.

Musica sukses merengkuh trofi keempatnya secara beruntun untuk sektor beregu putra di Superliga Badminton 2017. Kala itu mereka kembali memaksa skuat putra Djarum Kudus harus puas hanya menjadi runner-up, lewat kedudukan 3-2 di final. Dan Mutiara Cardinal sukses mencatatkan gelar perdana mereka di beregu putri, selepas menang telak 3-0 atas Berkat Abadi di final.



Berikut daftar kampiun Superliga Badminton dalam 6 edisi penyelenggaraan.

Superliga 2007
[Putra] Suryanaga Gudang Garam Surabaya
[Putri] Tangkas Jakarta

Superliga 2011
[Putra] SGS PLN Bandung
[Putri] Jayaraya Suryanaga Surabaya

Superliga 2013
[Putra] Musica Champions Kudus
[Putri] Jaya Raya Jakarta

Superliga 2014
[Putra] Musica Champions Kudus
[Putri] Jaya Raya Jakarta

Superliga 2015
[Putra] Musica Champions Kudus
[Putri] Jaya Raya Jakarta

Superliga 2017
[Putra] Musica Champions
[Putri] Mutiara Cardinal

Baca juga artikel terkait SUPERLIGA BADMINTON 2019 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight