Menuju konten utama

Rangkuman Materi Integrasi Sosial: Sifat, Bentuk & Faktor Pendorong

Integrasi sosial terjadi ketika unsur-unsur dalam masyarakat saling berhubungan secara intensif di berbagai bidang kehidupan.

Rangkuman Materi Integrasi Sosial: Sifat, Bentuk & Faktor Pendorong
Ilustrasi Sosiologi. foto/IStockphoto

tirto.id - Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.

Integrasi sosial terjadi ketika unsur-unsur dalam masyarakat saling berhubungan secara intensif di berbagai bidang kehidupan. Akibatnya, terjadi pembauran beberapa unsur berbeda dan setiap unsur dalam masyarakat dapat bekerja sama dengan unsur lain.

Proses terwujudnya integrasi sosial diawali dengan terjadinya konflik dalam masyarakat. Konflik tersebut kemudian diredam melalui akomodasi.

Akomodasi tersebut menghasilkan koordinasi antarpihak yang berkonflik untuk bersatu. Tahap terakhir ialah terjadi asimilasi antarpihak yang menjalin koordinasi.

Sifat Integrasi Sosial

Dikutip dari modul Belajar Mandiri Calon Guru Kemendikbud (2021), menurut Paulus Wirutomo, integrasi sosial dibedakan menjadi tiga sifat berikut:

1) Integrasi normatif yaitu integrasi yang terbentuk karena adanya kesepakatan nilai, norma, cita-cita bersama, dan rasa solidaritas antaranggota masyarakat.

Integrasi normatif biasanya terjadi pada masyarakat yang memiliki solidaritas mekanis (masyarakat sederhana). Integrasi ini berkaitan dengan unsur-unsur budaya sehingga sering disebut integrasi budaya.

2) Integrasi fungsional yaitu integrasi yang terbentuk berdasarkan kerangka perspektif fungsional, yaitu melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang terintegrasi. Integrasi fungsional biasanya berkembang dalam masyarakat yang memiliki tingkat spesialisasi kerja tinggi.

3) Integrasi koersif yaitu integrasi yang terjadi tidak berasal dari hasil kesepakatan normatif ataupun ketergantungan fungsional. Integrasi koersif merupakan hasil kekuatan yang mengikat masyarakat secara paksa. Integrasi koersif terjadi karena paksaan dari pihak-pihak yang memiliki kekuasaan.

Bentuk-bentuk Integrasi Sosial

Berikut ini adalah bentuk-bentuk dari integrasi sosial:

  1. Integrasi normatif, akibat adanya norma yang berlaku di masyarakat seperti prinsip Bhineka Tunggal Ika
  2. Integrasi fungsional, terbentuk karena fungsi- fungsi tertentu dalam masyarakat. Misalnya suku bugis yang suka melaut difungsikan sebagai penyedia hasil-hasil laut.
  3. Integrasi koersif, terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa. Dalam hal ini penguasa melakukan cara-cara kekerasan (koersif).

Faktor Pendorong Integrasi Sosial

Proses integrasi dilakukan melalui dua hal, yaitu:

  • Asimilasi: bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi sehingga memunculkan kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli tiaptiap kebudayaan.
  • Akulturasi: proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing (baru) sehingga kebudayaan asing (baru) diserap/ diterima dan diolah dalam kebudayaan
Sedangkan, proses integrasi sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong, di antaranya adalah:

  1. Adanya tolerasnsi terhadap kebudayaan yang berbeda.
  2. Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi.
  3. Adanya sikap positif terhadap kebudayaan lain.
  4. Adanya sikap terbuka dari golongan yang berkuasa.
  5. Adanya kesamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
  6. Adanya perkawinan campur (amalgamasi).
  7. Adanya musuh bersama dari luar.

Baca juga artikel terkait INTEGRASI SOSIAL atau tulisan lainnya dari Maria Ulfa

tirto.id - Pendidikan
Penulis: Maria Ulfa
Editor: Yantina Debora