PT KCIC Rombak Direksi dan Komisaris, Dwiyana Jadi Dirut

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 23 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Dwiyana Slamet Riyadi diharapkan dapat mempercepat konstruksi KCJB yang saat ini sudah mencapai 70 persen.
tirto.id - PT KCIC yang bertanggung jawab atas pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) resmi melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris. Perombakan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham, Selasa (16/3/2021).

Dalam perombakan ini, Plt Presiden Direktur PT Reska Multi Usaha Dwiyana Slamet Riyadi didapuk sebagai Presiden Direktur KCIC. Dwiyana menggantikan Chandra Dwiputra yang telah menjabat selama 3 tahun.

“Pergantian yang dilakukan merupakan keputusan pemegang saham PT KCIC. Selaras dengan dimulainya tahapan pra-operasi, dimana operation and maintenance readiness menjadi isu penting sehingga ditunjuk direktur utama yang memiliki latar belakang di dunia perkeretaapian utusan dari KAI,” ucap Corporate Secretary PT KCIC Mirza Soraya dalam keterangan tertulis, Selasa (22/3/2021).

Dwiyana diharapkan dapat mempercepat konstruksi KCJB yang saat ini sudah mencapai 70 persen. Targetnya, proyek ini sudah harus rampung pada 2022.

Di posisi direksi, muncul sosok baru yaitu Allan Tandiono yang sebelumnya merupakan eks Direktur Utama PT LRT Jakarta. Di samping Allan, ada juga Zhang Chao dan Xiao Song Xin.

Penambahan nama-nama itu diikuti dengan hilangnya sejumlah nama dari jajaran direktur. Mereka adalah Puspita Anggraeni, Dwi Windarto, dan Xin Xuezhong.

Dari jajaran komisaris, PT KCIC menambah jumlahnya dari 3 menjadi 6. Enam komisaris itu terdiri dari Komisaris Utama Ju Guojiang, Agung Budi Waskito, Jeffrie N. Korompis, Heru Wisnu Wibowo, dan Gao Feng. Dari perombakan komisaris itu ada satu nama yang terdepak yaitu Sahala Lumban Gaol.

“Terjadi penambahan Komisaris PT KCIC dari tiga orang menjadi enam orang,” ucap Mirza.


Baca juga artikel terkait KERETA CEPAT JAKARTA BANDUNG atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight