PSSI Tegaskan Liga akan Digelar Lagi, Panduan Protokol Sudah Terbit

Oleh: Addi M Idhom - 11 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
PSSI menyatakan banyak alasan yang mengharuskan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 diputar kembali.
tirto.id - PSSI kini semakin mantap dengan rencana pemutaran kembali Liga 1 dan Liga 2 Indonesia musim 2020, meskipun harus disertai dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengungkapkan sejumlah alasan yang mengharuskan Liga 1 dan liga 2 musim 2020 dilanjutkan kembali setelah sempat vakum sejak Maret lalu.

"Liga harus kembali bergulir karena penting untuk memberikan atmosfer kompetisi, terutama bagi pemain timnas U19 yang akan berlaga, baik di Piala AFC U19 dan juga Piala Dunia U20 2021 tahun depan," kata Iriawan, seperti dilansir laman resmi PSSI.

Iriawan menyatakan hal ini saat berbicara dalam webinar (seminar daring) yang digelar oleh LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, pada Kamis (11/6/2020), dengan tajuk "Sepak Bola Nasional Pasca Covid-19: Sudah Siapkah Kompetisi Kembali Bergulir?"

Menurut Iriawan, selain timnas U19 yang bakal bertanding di Piala AFC pada Oktober mendatang, timnas senior akan melakoni laga lanjutan Pra Piala Dunia 2022 dan Piala AFF pada akhir 2020.

Dia optimistis, dengan bermain di klub masing-masing, para pemain timnas bakal mendapatkan atmosfer pertandingan yang berbeda dibandingkan dengan saat latihan. Dengan begitu, mereka bisa memaksimalkan performanya.

"Meski di sela-sela kompetisi, timnas tetap melakukan pemusatan latihan atau training camp," ujar Iriawan.

Pemutaran kembali kompetisi, kata Iriawan, juga akan membawa dampak terhadap perekonomian, khususnya untuk industri sepakbola nasional. Dia meyakini, pemutaran kembali Liga 1 dan Liga 2 akan mendorong pengucuran kembali dana sponsor.

"Dengan kembali bergulirnya liga, para pelatih, pemain, dan komponen-komponen lainnya di klub akan kembali mendapatkan pemasukan," jelas dia.

Iriawan menambahkan PSSI juga telah menerbitkan buku panduan Protokol Keselamatan Covid-19 untuk Penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 2020.

Buku ini memuat sejumlah panduan mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19 untuk klub sepakbola, panduan sebelum pertandingan, panduan terkait keberadaan orang di stadion, panduan persiapan dan pelaksanaan pertandingan serta fase setelah laga, hingga penerapan higienitas dan sanitasi lingkungan di area stadion.

"Panduan ini dirumuskan dengan kombinasi berbagai referensi dari FIFA, WHO, AFF, Kemenkes, Kemenpora dan Bundesliga. Di dalamnya terdiri dari tujuh bagian pedoman," ujar Iriawan.


Asosiasi Pemain Minta Pemerintah Bantu Biaya Tes Corona

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mendorong pemerintah memberikan dana stimulus, sebagai dukungan terhadap pemutaran kembali kompetisi.

Menurut General Manajer APPI Ponaryo Astaman, insentif tersebut bisa berupa pemberian akses untuk rapid test maupun tes PCR secara berkala kepada pemain, pelatih, hingga ofisial.

Ponaryo menyatakan hal ini juga dalam webinar yang digelar LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI pada hari ini.

"Ini sebuah hal yang tak bisa ditawar, karena keselamatan dan kesehatan jadi yang utama. Kalau pemain, pelatih, dan semua pihak tidak aman maka kemungkinan besar liga ini tidak akan berjalan dengan baik," kata Ponaryo sebagaimana dilansir Antara.

"Stimulus negara membantu kelancaran [liga], saya pikir tidak masalah sepak bola mendapatkan stimulus," tambah dia.

Ponaryo berpendapat, dana insentif yang diberikan oleh pemerintah bisa dimanfaatkan PSSI untuk melakukan pengecekan kesehatan pemain, pelatih dan ofisial sebelum pertandingan dimulai.

"Misal ada budget tambahan bisa komunikasikan PSSI ke pemerintah. Tes itu bukan sekali atau dua kali, tapi itu berkala, tak cukup satu sampai dua kali," kata Ponaryo.


Baca juga artikel terkait LIGA 1 atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight