Presiden Jokowi Temui CEO Softbank Singgung Soal Ibu Kota Baru

Oleh: Andrian Pratama Taher - 10 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Jokowi menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) Softbank Masayoshi Son di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/1/2020).
tirto.id - Presiden Jokowi menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) Softbank Masayoshi Son di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/1/2020). Kunjungan tersebut membahas soal pembangunan ibu kota baru.

Masayoshi dan jajaran tiba di Istana Negara sekitar pukul 10.15 WIB. Ia langsung disambut Presiden Jokowi. Terlihat pula Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Mensesneg Pratikno.

Begitu tiba, Masayoshi berterima kasih atas undangan Indonesia. Ia memahami sejarah dan kesuksesan Jakarta. Ketua Sprint Corporation ini juga memahami masalah Jakarta. Ia mengaku senang dengan tawaran proyek baru ibu kota.

"Proyek baru yang Anda siapkan, saya melihat ada kesempatan menarik yang bisa kita bahas gagasan potensialnya," kata Masayoshi saat membuka pembahasan dalam rapat di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

Jokowi langsung menjawab dengan memberikan gambaran tentang Jakarta. Ia juga menjelaskan perbedaan luas Jakarta dan sekitarnya dengan ibu kota baru.

"Luas Jakarta sekitar 66.000 hektar dan jika dibandingkan dengan luas ibu kota baru diperkirakan 256 ribu hektar," kata Jokowi.

Rapat berlangsung tertutup. Hingga pukul 10.36 WIB, rapat masih berlangsung.

Softbank diisukan bersedia berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan menyebut, Softbank rela berinvestasi hingga 100 miliar dolar AS padahal pemerintah menyebut hanya butuh 25 miliar dolar AS.

"Jumat (10/1/2020) akan datang Masayoshi Son (CEO Softbank), dia mendesak saya terus, dia mau investasi sampai 100 miliar dolar AS. Bagi saya ini, too good to be true. Tapi semua sudah jalan dan kita lihat, tim sudah bekerja dan saya katakan ke dia, saya minta hanya 25 miliar dolar AS saja, itu sudah lebih dari cukup untuk lima tahun ke depan," kata Luhut, Selasa dilansir dari Antara.



Baca juga artikel terkait IBU KOTA BARU atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight