Menuju konten utama

Polri Imbau Jangan Ada Nobar Final Piala AFF Indonesia vs Thailand

Polri mengimbau masyarakat untuk menonton final Piala AFF 2020 (2021) di rumah masing-masing.

Polri Imbau Jangan Ada Nobar Final Piala AFF Indonesia vs Thailand
Pesepak bola Timnas Indonesia Witan Sulaeman (tengah), Pratama Arhan (kanan), dan Asnawi Mangkualam (kiri) berselebrasi usai menjebol gawang Timnas Singapura dalam pertandingan Semi Final Leg 1 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Rabu (22/12/2021). ANTARA FOTO/Humas PSSI/app/rwa.

tirto.id - Polri mengimbau masyarakat untuk tidak menonton bareng atau nobar final Piala AFF 2020 (2021) Indonesia vs Thailand malam ini, Rabu (29/12/2021). Hal itu guna mencegah kerumunan yang berpotensi menjadi klaster penyebaran COVID-19.

“Polri mengimbau masyarakat untuk nonton di rumah saja, situasi pandemi masih terjadi,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Rabu.

Menurut Rusdi, masyarakat mesti waspada dan menghindari kerumunan lantaran COVID-19 varian Omicron sudah terdeteksi di Indonesia.

“Kegiatan-kegiatan nonton bareng ditiadakan, sebaiknya di rumah saja," kata dia.

Berbeda dengan Mabes Polri, Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan larangan nobar final Piala AFF. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan nobar diperbolehkan selama mematuhi protokol kesehatan dan aturan pembatasan di Jakarta.

"Kaitan nobar pas final AFF misal di kafe harus sesuai ketentuan. Pertama ketentuan kapasitas harus sesuai PPKM DKI, 50 persen dari kapasitas maksimal," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Senin (27/12/2021).

Zulpan memastikan pihak yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sanksi bisa berupa denda hingga penutupan izin usaha.

Indonesia akan berhadapan dengan Thailand saat final Piala AFF 2020 (2021). Timnas Indonesia lolos ke partai final usai berhasil mengalahkan Singapura dengan agregat 5-3.

Baca juga artikel terkait PIALA AFF 2021 atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Gilang Ramadhan