Menuju konten utama

Polisi Turunkan Satu Pleton Brimob Usai Kerusuhan di Buton

Total saat ini ada 315 personil yang digeser ke Buton. Pagi ini dilakukan pergeseran kembali satu SST Brimob ke lokasi kejadian.

Polisi Turunkan Satu Pleton Brimob Usai Kerusuhan di Buton
Kapolda Sultra, Brigjen Pol Irianto (tengah) bertemu beberapa warga yang menjadi korban pembakaran rumah di Desa Gunung Jaya, Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (6/6/2019). ANTARA FOTO/Emil/Jjn/hp.

tirto.id - Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan situasi di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara usai pecahnya kerusuhan antara warga Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo berangsur-angsur kondusif.

Namun, aparat kepolisian beserta TNI masih berjaga-jaga di wilayah sekitar lokasi bentrok.

"Total saat ini ada 315 personil yang digeser ke Buton. Pagi ini dilakukan pergeseran kembali satu SST Brimob ke lokasi kejadian," ujarnya kepada tirto, Jumat (7/6/2019).

Menurut Harry, kerusuhan antara warga Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya dipicu oleh konvoi sepeda motor yang dilakukan oleh pemuda Desa Gunung Jaya. Para pemuda tersebut melintasi Desa Sampuabalo dengan cara menarik tuas gas motornya sehingga membuat kebisingan dan memancing kemarahan warga Desa Sampuabalo.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (4/6/2019). Keesokan harinya, menurut Harry, terjadi penyerangan yang dilakukan warga Desa Gunung Jaya kepada salah satu pemuda Desa Sampuabalo.

Pemuda itu dibusur dan mengenai dada sebelah kirinya. Tak berapa lama sekitar 100 pemuda Desa Sampuabalo melakukan penyerangan ke Desa Gunung Jaya.

Warga Desa Sampuabalo melempari rumah warga Desa Gunung Jaya dengan bebatuan. Aksi saling lempar batu pun tak terelakan.

Namun karena jumlah mereka yang banyak, membuat warga Desa Gunung Jaya berlarian menyelamatkan diri.

Saat ini Harry mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa dalang di balik kerusahan yang menyebabkan 87 unit rumah, satu unit mobil, dan empat unit sepeda motor milik warga Desa Gunung Jaya, yang dibakar oleh warga Desa Sampuabalo. Serta sekitar 300 warga mengungsi ke desa tetangga.

"Kami berharap semua pihak dapat menahan diri. aparat keamanan saat ini sedang bekerja dan proses penegakan hukum tetap dilakukan," ujarnya.

Baca juga artikel terkait KERUSUHAN atau tulisan lainnya dari Alfian Putra Abdi

tirto.id - Hukum
Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari